Jose Mourinho Ungkap Sisi Mematikan Real Madrid: 20 Menit Terakhir Lawan Roma

Real Madrid menang 4-3 atas AS Roma setelah comeback 20 menit terakhir; Mourinho memuji intensitas tim di Stadio Olimpico (15/10/2026).

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 15 Oktober 2026, 09:05 WIB
Fans AS Roma membentangkan spanduk Jose Mourinho pada laga Liga Champions lawan Real Madrid di Olimpico, Kamis (15/10) - AP Photo/Alessandra Tarantino

Bola.com, Jakarta - Real Madrid meraih kemenangan dramatis 4-3 atas AS Roma pada matchday 2 Liga Champions 2026/2027 di Stadio Olimpico, Kamis (15/10/2026) dini hari WIB. Los Blancos bangkit dari ketertinggalan 1-3 dengan mencetak tiga gol pada menit-menit akhir.

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, menilai 20 menit terakhir menjadi bukti kualitas timnya. Menurutnya, Roma tidak mampu membendung intensitas serangan yang terus meningkat.

Advertisement

Pertandingan ini juga menandai kembalinya Mourinho ke Stadio Olimpico sebagai lawan untuk pertama kalinya. Suporter Roma menyambut mantan pelatih mereka dengan spanduk penghormatan, termasuk gambar dirinya mengangkat trofi UEFA Conference League.

Roma sempat unggul melalui gol Marten de Roon dan dua gol Donyell Malen. Namun, Carlos Espi, Endrick, dan Antonio Rudiger membalikkan keadaan melalui tiga gol antara menit ke-83 dan ke-90.


Mourinho: Real Madrid Menjadi Tak Terbendung

Selebrasi pemain Real Madrid saat mempermalukan Roma di Liga Champions (AFP)

Mourinho mengakui Roma tampil lebih baik pada fase awal pertandingan, tetapi situasi berubah pada 20 menit terakhir. Real Madrid meningkatkan intensitas hingga tuan rumah kesulitan mempertahankan keunggulan.

"Bisa dibilang ini seperti dua pertandingan dalam satu laga; Roma unggul dalam segala aspek di bagian pertama, lalu Real Madrid menjadi tak terbendung selama 20 menit itu," ujar Mourinho kepada Amazon Prime.

Ia juga menyoroti pendekatan taktik Roma yang sempat menciptakan keunggulan jumlah pemain di sisi sayap. Mourinho menilai Real Madrid seharusnya tidak kebobolan dengan cara tersebut.

"Mereka mengejutkan kami di awal dengan menempatkan Matias Soulé di sisi sayap, menciptakan keunggulan jumlah pemain di area tersebut. Kami kebobolan gol konyol yang seharusnya tidak terjadi di level ini," kata Mourinho.


Kebangkitan Real Madrid Menguras Tenaga AS Roma

Reaksi penyerang Real Madrid Prancis #10, Kylian Mbappe. selama Liga Champions UEFA - pertandingan putaran pertama hari ke-2 antara AS Roma dan Real Madrid di Stadion Olimpiade di Roma pada 15 Oktober 2026. (Filippo MONTEFORTE/AFP)

Keunggulan 3-1 membuat Roma berada di posisi menguntungkan, tetapi tekanan Real Madrid mengubah jalannya pertandingan. Mourinho menilai para pemain tuan rumah mulai kehabisan tenaga ketika harus menghadapi intensitas permainan Los Blancos.

"Setelah tertinggal 1-3, mungkin semua orang mengira pertandingan sudah berakhir, padahal justru para pemain Romalah yang sudah kehabisan tenaga. Sangat sulit bermain menghadapi intensitas dan gaya sepak bola yang mereka miliki."

Mourinho melakukan sejumlah pergantian untuk menjaga daya serang Real Madrid. Strategi tersebut membantu timnya terus menekan hingga membalikkan keadaan pada penghujung laga.

"Kami melakukan beberapa perubahan, karena kebobolan tiga, empat, atau lima gol tidak banyak bedanya. Roma tidak mampu membendung gelombang serangan bertubi-tubi yang kami lancarkan," papar Mourinho.

Berita Terkait