Main Kurang Efisien saat Hadapi Arema FC, Catatan Apik Dewa United Runtuh di Kanjuruhan

Kekalahan ini membuat Dewa United gagal ke puncak klasemen menggeser Persija Jakarta.

BolaCom | iwan.setiawan.1Diterbitkan 25 Oktober 2026, 21:00 WIB
Duel Arema FC melawan Dewa United pada lanjutan BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (25/10/2026). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Catatan tak terkalahkan Dewa United di BRI Super League 2026/2027 akhirnya patah. Pekan 7, tim berjulukan Banten Warrior ini ditekuk 0-4 oleh Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (25/10/2026).

Kekalahan ini membuat Dewa United gagal ke puncak klasemen menggeser Persija Jakarta.

Advertisement

Ini jadi kali pertama gawang Dewa United yang dikawal Sonny Stevens kebobolan 4 gol hanya dalam satu pertandingan.

Raianderson Careca yang mencetak brace, Samuel Otusanya dan Julian Guevara jadi tiga nama di skuad Arema FC yang meruntuhkan ketangguhan kiper asal Belanda tersebut.

Usai pertandingan, pelatih Dewa United, Osmar Loss mengaku tak bisa banyak bicara.

“Selamat untuk Arema. Ini kemenangan penting mereka. Karena kami kalah empat gol, tidak banyak yang bisa kami sampaikan. Kami sudah tahu masalahnya dimana. Kami akan bekerja keras untuk pertandingan selanjutnya,” kata Osmar.

Pelatih asal Brasil itu menjelaskan timnya tidak bisa memaksimalkan dominasi permainannya. Skemanya berantakan ketika Rafael Struick dkk. tidak segera mencetak gol.

“Arema FC bermain sesuai dengan caranya. Begitu juga dengan Dewa United. Kami menguasai permainan. Sampai mereka mencetak gol pertama, rencana kami masih berjalan. Sayangnya, kami kurang efisien. Andaikan ada gol yang segera dicetak tentu akan berbeda,” jelasnya.

 

Arema Bermain Bertahan

Duel Arema FC melawan Dewa United pada lanjutan BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (25/10/2026). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Dalam laga ini, Dewa United kehilangan satu sosok penting di lini serang, yakni Taisei Marukawa. Pemain asal Jepang itu tidak masuk dalam lineup.

“Kami kehilangan satu pemain yang penting. Tentu kami mengalami masalah. Namun ada pemain lain yang sebenarnya punya kualitas yang sama,” jelasnya.

Di lapangan, Noah Sadaoi, Egy Maulana, Rafael Struick dan lainnya terlihat kurang tajam. Mereka kesulitan menghadapi rapatnya pertahanan Arema FC.

Singo Edan memang sengaja bermain bertahan. Mereka sadar jika main terbuka, Dewa United bakal leluasa melakukan serangan.

“Andaikan kami bisa mencetak gol, lawan akan berubah mode permainannya. Sehingga banyak ruang yang tercipta di lini belakang Arema,” lanjutnya.

Sayang, hal itu tidak terjadi. Arema tetap main bertahan. Mereka sabar menunggu Dewa United kehilangan bola dan melancarkan serangan balik.


Persaingan di BRI Super League

Berita Terkait