Pecco Bagnaia Kecewa MotoGP Australia Batal, Pembalap Tak Dimintai Pendapat

Pecco Bagnaia ungkap para pembalap tidak dimintai pendapat terkait keputusan pembatalan balapan MotoGP Australia di Sirkuit Phillip Island.

BolaCom | Farrel Mido DestianoDiterbitkan 26 Oktober 2026, 16:45 WIB
Pembalap asal Spanyol dari tim Monster Energy Yamaha MotoGP, Alex Rins (kiri), dan pembalap asal Italia dari tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, mengikuti putaran perpisahan setelah pembatalan Grand Prix MotoGP Australia di Phillip Island pada 25 Oktober 2026, akibat kondisi cuaca buruk. Pihak penyelenggara memutuskan untuk membatalkan acara tersebut, meskipun tiket telah terjual habis, karena hujan yang terus-menerus dan jarak pandang yang terbatas membuat balapan menjadi tidak aman. Balapan kelas Moto3 dan Moto2 juga turut dibatalkan. (William WEST/AFP)

Bola.com, Jakarta - Pembalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, mengungkapkan para pembalap MotoGP tidak dimintai pendapat terkait keputusan pembatalan balapan MotoGP Australia di Sirkuit Phillip Island, Minggu (25-10-2026).

Keputusan tersebut sepenuhnya diambil oleh pihak penyelenggara dan direksi balapan (race direction) tanpa melibatkan pembalap.

Advertisement

Biasanya, para pembalap diminta untuk memberikan pandangan mengenai kondisi lintasan ketika situasi dinilai berbahaya atau cukup riskan hingga memunculkan pertimbangan untuk menunda, bahkan membatalkan balapan.

Namun, pembatalan kali ini memiliki alasan yang berbeda dari biasanya.

Balapan MotoGP di Phillip Island dibatalkan karena jarak pandang yang buruk sehingga helikopter medis tidak dapat terbang.

Faktor kondisi lintasan bukan menjadi penyebab utama keputusan tersebut.

"Tidak," Bagnaia menjawab singkat kepada TNT Sports ketika ditanya apakah para pembalap diberi ruang bersuara.


Ingin Tetap Turun ke Lintasan

Para pembalap MotoGP melakukan putaran penghormatan setelah MotoGP 2026 Grand Prix Australia di Sirkuit Philip Island, Minggu (25/10/2026) resmi dibatalkan. (Dok. MotoGP)

Meski begitu, Bagnaia menegaskan pembalap harus menerima dan menghormati keputusan yang telah diambil pihak manajemen.

"Namun, dalam situasi seperti ini, kami perlu menghormati keputusan para pengelola," ujar Bagnaia.

Ia tidak mempersoalkan kewenangan race direction dalam urusan keselamatan.

Di sisi lain, Bagnaia mengaku sebenarnya ingin tetap turun ke lintasan. Ia mengakui kondisi saat itu memang cukup sulit dan sangat dingin, tetapi menurutnya pembalap pernah menghadapi situasi yang lebih buruk.

"Ya, tentu saja," katanya ketika ditanya apakah ia ingin tetap balapan.

Pembalap Italia itu juga menyayangkan hari Minggu yang harus dilewatkan di garasi, terlebih ini adalah kesempatan terakhir MotoGP tampil di Phillip Island.

Ia berharap balapan di sirkuit tersebut dapat kembali digelar pada masa depan, mengingat balapan sebelumnya menghadirkan duel-duel yang memukau.


Soroti Kekecewaan Penonton

Para pembalap MotoGP melakukan putaran perpisahan setelah pembatalan Grand Prix MotoGP Australia di Phillip Island pada 25 Oktober 2026, akibat kondisi cuaca buruk. Pihak penyelenggara memutuskan untuk membatalkan acara tersebut, meskipun tiket telah terjual habis, karena hujan yang terus-menerus dan jarak pandang yang terbatas membuat balapan menjadi tidak aman. Balapan kelas Moto3 dan Moto2 juga turut dibatalkan. (Paul Crock/AFP)

Kekecewaan serupa disampaikan pembalap tuan rumah, Senna Agius, yang menilai Phillip Island pantas mendapat perpisahan yang lebih baik daripada menunggu berjam-jam tanpa hasil.

Pembalap Moto2 itu tercatat akan menjalani balapan kelas utama pertamanya di Australia saat Grand Prix pertama digelar di Adelaide.

"Saya merasa hancur," kata Agius kepada TNT Sports seusai pembatalan.

Ia menyoroti para penonton yang telah memadati sirkuit dan ingin menyaksikan race.

Ia menyebut Moto2 sudah lebih dulu dibatalkan beberapa jam sebelumnya, dan MotoGP yang juga tidak jadi digelar terasa sangat menyedihkan.

Agius tetap memahami keselamatan adalah prioritas utama, meski ia menilai lintasan sebenarnya masih layak dilalui dan tidak banyak genangan air.

"Namun saya mengerti ada gambaran yang lebih besar," ujar Agius.

Ia menutup dengan menyebut pembatalan ini sebagai kerugian besar bagi para penggemar dan MotoGP karena balapan terakhir di Phillip Island tidak mendapatkan penutup yang semestinya.

 

Sumber: Crash

Berita Terkait