Harry Kane Dijagokan Menangi Ballon d'Or 2026, Lamine Yamal Diprediksi Gagal Finis Dua Besar

Harry Kane unggul jauh dalam perolehan suara berkat penampilan luar biasa sepanjang musim lalu.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 26 Oktober 2026, 22:30 WIB
Penyerang Bayern Munchen, Harry Kane, melakukan selebrasi setelah mencetak gol dalam pertandingan Bundesliga antara Bayern Munchen dan Union Berlin di Munchen, Jerman, Sabtu (19/9/2026) dini hari WIB. (Alexandra Beier/AFP)

Bola.com, Jakarta - Harry Kane mendapat dukungan besar untuk memenangkan Ballon d'Or 2026. Penyerang Bayern Munchen itumenjadi pilihan utama dalam jajak pendapat menjelang pengumuman pemenang penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola itu di London.

Harry Kane unggul jauh dalam perolehan suara berkat penampilan luar biasa sepanjang musim lalu.

Advertisement

Ia mencetak total 73 gol bersama klub dan tim nasional, sebuah catatan yang melampaui para pesaingnya dalam daftar nominasi.

Sementara itu, bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, justru diprediksi tidak akan finis di posisi dua besar.

Meski sukses meraih gelar La Liga bersama Barcelona dan Piala Dunia bersama Spanyol, Yamal kalah populer dibandingkan Kane dan Kylian Mbappe dalam jajak pendapat tersebut.

Meski demikian, hasil survei pembaca bukanlah hasil resmi Ballon d'Or. Pemenang tetap ditentukan melalui mekanisme pemungutan suara yang berlaku.

 

Harry Kane Unggul Jauh dalam Jajak Pendapat Ballon d'Or

Penyerang Bayern Munich asal Inggris bernomor punggung 09, Harry Kane, merayakan gol yang membuat skor menjadi 0-2 dalam pertandingan Bundesliga divisi pertama Jerman antara SV Werder Bremen dan FC Bayern Munich di Bremen, Jerman utara, 14 Februari 2026. (Focke Strangmann/AFP)

Harry Kane menjadi kandidat terkuat pilihan pembaca Express Sport untuk memenangkan Ballon d'Or 2026.

Dalam jajak pendapat yang digelar media tersebut, striker Bayern Munchen itu memperoleh dukungan hingga 50 persen responden.

Angka tersebut menunjukkan bahwa performa individu Kane mendapat apresiasi besar dari para pembaca.

Torehan 73 gol bersama klub dan tim nasional menjadi modal utama bagi kapten timnas Inggris itu dalam persaingan menuju penghargaan bergengsi tersebut.

Kane juga menilai musim lalu merupakan periode terbaik dalam kariernya, baik dari sisi individu maupun pencapaian bersama tim.

Dalam wawancara dengan Marca, ia mengungkapkan kebanggaannya terhadap pencapaian tersebut, meski tidak ingin terlalu banyak membicarakan dirinya sendiri.

"Saya tidak pernah suka terlalu banyak membicarakan diri sendiri. Satu-satunya hal yang bisa saya katakan adalah musim lalu merupakan musim yang luar biasa, baik secara pribadi maupun sebagai sebuah tim. Itu, sejauh ini, merupakan musim terbaik dalam hidup saya," ujar Kane.

Ia juga menyoroti catatan 73 gol yang dicapainya sepanjang musim.

"Memang benar, mengakhiri musim dengan 73 gol, jumlah tertinggi kedua dalam sejarah, sudah berbicara dengan sendirinya. Saya sangat bangga dengan pencapaian itu," lanjutnya.

Kane turut menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan setim dan semua pihak yang membantunya mencatatkan pencapaian itu.


Kylian Mbappe Diprediksi Kalahkan Lamine Yamal untuk Posisi Kedua

Penyerang Real Madrid asal Prancis bernomor punggung 10, Kylian Mbappe, merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan Liga Spanyol antara FC Barcelona dan Real Madrid CF di Stadion Camp Nou, Barcelona, ​​pada 26 Oktober 2026. (Josep LAGO/AFP)

Persaingan dalam jajak pendapat Express Sport tidak hanya menarik pada posisi teratas. Kylian Mbappe justru mendapatkan dukungan lebih besar dibandingkan Lamine Yamal untuk menempati posisi kedua.

Penyerang Real Madrid tersebut memperoleh sekitar 23 persen suara, sedangkan Yamal hanya mendapatkan 18 persen.

Hasil ini cukup menarik mengingat Yamal menjalani musim yang mengesankan bersama Barcelona dan Timnas Spanyol.

Ia turut membantu Barcelona menjuarai La Liga dan menjadi bagian dari tim Spanyol yang menjuarai Piala Dunia.

Namun, Mbappe juga memiliki pencapaian individu yang kuat sehingga membuatnya tetap diperhitungkan dalam persaingan penghargaan tahun ini.

Perbedaan dukungan tersebut memperlihatkan bahwa popularitas dan penilaian terhadap performa individu dapat menghasilkan pilihan yang berbeda dari pencapaian kolektif bersama tim.

Kendati demikian, hasil jajak pendapat tersebut tidak dapat dijadikan patokan pasti mengenai posisi akhir kedua pemain dalam pemungutan suara resmi Ballon d'Or.


Lionel Messi Masih Mendapat Dukungan, Jude Bellingham dan Rodri Tertinggal

Lionel Messi dari Argentina merayakan usai mencetak gol ketiganya melalui titik penalti dalam pertandingan terakhirnya bersama tim nasional—sebuah laga persahabatan melawan Benin—di Buenos Aires, Argentina, Rabu, 7 Oktober 2026. (AP/Foto/Gustavo Garello)

Di luar tiga kandidat teratas, Lionel Messi menempati posisi berikutnya dalam jajak pendapat Express Sport.

Legenda sepak bola Argentina itu memperoleh lima persen suara, unggul atas Jude Bellingham, Rodri, dan Michael Olise yang masing-masing mendapatkan satu persen.

Hasil itu menunjukkan bahwa perhatian pembaca masih tertuju pada sejumlah nama besar sepak bola dunia, meskipun dukungan mereka dalam survei kali ini terpaut cukup jauh dari Kane.

Bagi Kane, keunggulan dalam jajak pendapat menjadi sinyal positif jelang malam penghargaan. Namun, ia tetap harus menunggu hasil resmi yang ditentukan oleh para pemilih Ballon d'Or.

Persaingan tahun ini juga kembali memunculkan perdebatan mengenai kriteria penilaian.

Sebagian pihak menitikberatkan statistik individu, sementara pencapaian gelar bersama klub dan tim nasional juga kerap menjadi pertimbangan penting.

Situasi tersebut membuat hasil akhir penghargaan sulit dipastikan hanya berdasarkan jumlah gol, trofi, ataupun popularitas seorang pemain.


Kane Tegaskan Pemenang Ballon d'Or Bukan Berada di Tangannya

Harry Kane berhasil mencetak hattrick saat Bayern Munchen menang 3-0 atas VfB Stuttgart pada laga final DFB Pokal musim ini di Olympiastadion Berlin, Minggu (24/05/2026) dini hari WIB. Berkat hasil tersebut, Die Bayern berhasil menjuarai DFB Pokal sekaligus mengawinkan gelar dengan Bundesliga. (AP Photo/Ebrahim Noroozi)

Meski menjadi favorit dalam jajak pendapat pembaca Express Sport, Kane menyadari bahwa dirinya tidak memiliki kendali atas hasil akhir Ballon d'Or.

Penyerang berusia 33 tahun itu mengaku bangga dengan pencapaiannya sepanjang musim lalu.

Namun, ia memilih memusatkan perhatian pada kompetisi yang sedang dijalaninya daripada terus memikirkan penghargaan individu tersebut.

"Namun, Ballon d'Or bukan berada di tangan saya. Semuanya bergantung pada orang-orang yang memberikan suara. Dari sudut pandang saya, musim lalu sudah berlalu. Sekarang saya fokus pada musim ini dan ingin melihat pencapaian lain yang masih bisa saya raih," kata Kane.

Ia juga menyadari Ballon d'Or akan terus menjadi perbincangan karena besarnya perhatian publik terhadap penghargaan tersebut.

"Saya tahu orang-orang akan banyak membicarakan Ballon d'Or hingga Oktober karena ini merupakan penghargaan besar," ujarnya.

Kini, peluang Kane untuk memenangkan penghargaan tersebut masih bergantung pada keputusan para pemilih.

Catatan 73 gol menjadi argumen kuat bagi sang striker, tetapi keberhasilan bersama tim dan penilaian terhadap performa sepanjang musim juga berpotensi memengaruhi hasil akhir.

Apakah Kane benar-benar akan membawa pulang Ballon d'Or pertamanya? Jawabannya baru akan diketahui setelah pemenang resmi diumumkan dalam seremoni di London.

Sumber: Express

Berita Terkait