Marcos Reina Bangga Persik Kediri Berjuang bak Singa di Kandang Persija Jakarta: Layak Bawa Pulang Poin

Marcos Reina memuji semangat Persik Kediri meski kalah 1-2 dari Persija Jakarta di JIS.

BolaCom | Merisa AmandaDiterbitkan 27 Oktober 2026, 05:30 WIB
Marcos Reina saat memberikan keterangan dalam konferensi pers seusai laga Persik Kediri melawan Persija Jakarta, Senin (27/10/2026). (Bola.com/Merisa Amanda)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, tetap bangga dengan penampilan anak asuhnya meski harus mengakui keunggulan Persija Jakarta dengan skor 1-2 di Jakarta International Stadium (JIS), Senin (26/10/2026).

Marcos menilai para pemain telah menunjukkan semangat juang tinggi dan layak mendapatkan setidaknya satu poin.

Advertisement

Marcos juga menyoroti kondisi rumput JIS yang menurutnya menghambat kedua tim dalam menjalankan permainan.

Situasi tersebut membuat Persik harus meninggalkan pendekatan yang biasa mereka gunakan dan menyesuaikan strategi sepanjang pertandingan.


Marcos Reina Apresiasi Semangat Juang Persik

Marcos Reina makin percaya diri dengan racikan taktiknya di skuat Persik. (Doc Persik)

Marcos memberikan pujian kepada para pemainnya karena tetap berjuang hingga pertandingan berakhir.

Ia menggambarkan penampilan Persik sebagai bukti karakter tim yang tidak mudah menyerah ketika menghadapi lawan kuat.

“Saya sangat bangga dengan tim dan para pemain. Mereka bertarung seperti singa di stadion ini,” ujar Marcos dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Baginya, menghadapi salah satu tim terbaik di liga menjadi ujian penting bagi Persik. Ia menilai anak asuhnya mampu memberikan perlawanan dan menjaga peluang untuk memperoleh hasil positif sampai penghujung laga.

Kendati demikian, Marcos merasa hasil pertandingan belum mencerminkan apa yang pantas didapatkan timnya. Ia menilai Persik setidaknya layak membawa pulang satu poin dari Jakarta.


Persik Harus Beradaptasi dengan Kondisi Lapangan

Kondisi Lapangan JIS, Senin (26/10/2026). (Dok. Persija)

Marcos menilai kualitas rumput JIS menjadi salah satu kendala utama dalam pertandingan tersebut.

Ia menyebut kondisi lapangan sangat buruk dan membuat kedua kesebelasan kesulitan menerapkan gaya bermain masing-masing.

Persik biasanya mengandalkan penguasaan bola, umpan pendek, serta upaya mengendalikan jalannya permainan.

Namun, kondisi lapangan membuat pendekatan itu sulit dijalankan sehingga para pemain harus bermain lebih sederhana.

Menurut Marcos, perubahan tersebut merupakan bentuk adaptasi terhadap situasi yang mereka hadapi.

Persik tetap berusaha mencari cara untuk mendapatkan poin, meski tidak dapat bermain sepenuhnya sesuai rencana awal.


Persaingan di BRI Super League

Berita Terkait