Bukayo Saka Raih Socrates Award di Ballon d’Or 2026, Kepeduliannya Ubah Hidup Anak-Anak

Bukayo Saka meraih Socrates Award di Ballon d’Or 2026, bantu operasi medis 120 anak.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 27 Oktober 2026, 08:45 WIB
Pemain tim nasional Inggris dari klub Arsenal, Bukayo Saka, berbicara setelah memenangkan penghargaan Socrates, sebuah apresiasi atas aksi sosial dan kiprah kemanusiaan, dalam upacara Ballon d'Or di London Palladium Theatre, London, Inggris, Selasa (27-10-2026) dini hari WIB. (Foto AP/Kin Cheung)

Bola.com, Jakarta - Bukayo Saka menerima Socrates Award dalam malam penganugerahan Ballon d'Or 2026 yang berlangsung di London, Inggris, Selasa (27-10-2026) dini hari WIB.

Penghargaan tersebut diberikan kepada pemain sepak bola yang dinilai memiliki kontribusi menonjol dalam kegiatan kemanusiaan.

Advertisement

Bintang Arsenal dan Timnas Inggris itu menerima trofi yang namanya diambil dari legenda sepak bola Brasil, Socrates.

Musisi asal Nigeria, Burna Boy, mendapat kehormatan menyerahkan penghargaan tersebut kepada Saka.

Saka memperoleh apresiasi atas keterlibatannya bersama BigShoe, organisasi amal yang menyediakan layanan medis dan bantuan kemanusiaan bagi anak-anak serta keluarga yang membutuhkan.

Melalui kegiatan tersebut, Saka telah membantu mendanai 120 operasi medis yang membawa perubahan besar bagi kehidupan anak-anak di Kano, Nigeria.


Bacakan Surat

Penyanyi asal Nigeria, Burna Boy, menyerahkan Trofi Socrates—penghargaan bagi pemain yang paling terlibat dalam proyek-proyek kemasyarakatan dan amal—kepada pesepak bola Inggris, Bukayo Saka, dalam upacara penganugerahan Ballon d'Or France Football 2026 di Palladium Theatre, London, pada 27 Oktober 2026. (FRANCK FIFE/AFP)

Saat berada di atas panggung setelah menerima penghargaan, Saka membagikan kisah seorang anak berusia 14 tahun bernama Biringiro dari Rwanda. Anak tersebut menjadi salah satu penerima manfaat program yang dijalankan BigShoe.

Saka kemudian membacakan surat dari Biringiro yang menceritakan perjuangannya menghadapi gangguan penglihatan sejak berusia 12 tahun.

Dalam surat itu, sang anak mengungkapkan kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari karena kondisi penglihatannya terus memburuk.

"Saat berusia 12 tahun, penglihatan saya mulai menghilang. Desa tempat saya tinggal tidak memiliki listrik. Ketika penglihatan saya makin memburuk, bahkan bergerak di dalam rumah sendiri menjadi sulit," demikian isi surat yang dibacakan Saka, dikutip dari Sports Mole.

Biringiro juga menceritakan bagaimana bantuan dari BigShoe membuatnya mendapatkan perawatan mata yang dibutuhkan. Kini, ia bisa kembali membaca tulisan di papan kelas, bahkan dari bangku paling belakang.

"Setelah mendapatkan bantuan BigShoe, saya menerima perawatan mata yang saya butuhkan. Sekarang, saya bisa membaca tulisan di papan kelas, meskipun duduk di bagian belakang.

"Saya bisa kembali menikmati masa kecil. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, saya bersemangat menyambut masa depan. Suatu hari nanti, saya ingin menjadi guru bahasa Inggris," lanjut isi surat tersebut.


Bangga

Pemain Arsenal, Bukayo Saka, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Atletico Madrid pada laga leg kedua semifinal Liga Champions di Stadion Emirates, Rabu (6/5/2026). (John Walton/PA via AP)

Setelah menyelesaikan pembacaan surat, Saka menyampaikan rasa bangganya atas penghargaan yang diterima.

Ia juga menegaskan apresiasi tersebut bukan semata-mata untuk dirinya, melainkan mewakili anak-anak yang telah memperoleh bantuan.

"Bagi saya, berada di sini merupakan sebuah kehormatan. Menerima penghargaan ini atas nama semua anak yang telah berhasil kami bantu juga menjadi kehormatan tersendiri," ujar Saka.


Pemenang Socrates Award sebelum Saka

Pelatih Barcelona, Luis Enrique, dan putrinya, Xana, melambaikan bendera setelah pertandingan Final Liga Champions UEFA antara Juventus dan FC Barcelona di Stadion Olimpiade di Berlin pada 6 Juni 2015. FC Barcelona memenangkan pertandingan dengan skor 1-3. (LLUIS GENELLUIS GENE/AFP)

Socrates Award pertama kali diberikan pada 2022 kepada Sadio Mane. Pemain asal Senegal tersebut mendapat pengakuan atas berbagai kegiatan amal yang dilakukannya di negara asalnya.

Setahun berselang, giliran Vinicius Junior yang menerima penghargaan tersebut. Bintang Brasil itu diapresiasi atas peran utamanya dalam bidang pendidikan di Brasil serta kiprahnya dalam memerangi rasisme.

Pada 2024, Jenni Hermoso mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang meraih Socrates Award. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya dalam memperjuangkan kesetaraan gender.

Sementara itu, pada 2025, penghargaan diberikan kepada Luis Enrique dan Xana Foundation.

Keduanya mendapat apresiasi atas upaya membantu anak-anak yang menderita penyakit serius beserta keluarga mereka, melalui dukungan medis, finansial, dan psikologis.

 

Sumber: Sports Mole

Berita Terkait