Bola.com, Jakarta - Masa depan jangka panjang George Russell bersama Mercedes mendadak menjadi sorotan hangat.
Penampilan impresif rekan setim di Mercedes, Kimi Antonelli, memicu spekulasi mengenai arah karier pembalap asal Inggris tersebut.
Russell sejatinya memasuki musim 2026 sebagai satu di antara kandidat kuat juara dunia.
Ia sempat tampil menjanjikan dengan memenangi seri pembuka di GP Australia serta sprint race di GP China, sebelum akhirnya situasi berbalik arah secara drastis.
Kini, Russell harus menyaksikan Antonelli tampil mendominasi hingga mencatatkan rekor sebagai pembalap termuda yang mampu memimpin klasemen F1.
Kemenangan Antonelli di Circuit of the Americas mengukuhkan posisinya di puncak klasemen dengan 365 poin, unggul jauh dari Russell di posisi kedua dengan 242 poin.
Kendati Antonelli belum bisa mengunci gelar juara dunia secara matematis di Austin, pembalap muda asal Italia itu berpeluang besar meraih mahkota pertamanya pada seri berikutnya di GP Meksiko.
Kondisi ini membuat situasi internal di dalam garasi Mercedes makin menarik.
Pertimbangkan Hengkang
Mantan pembalap IndyCar sekaligus pengamat F1 TV, James Hinchcliffe, menyebut pembalap asal Inggris itu bisa saja mempertimbangkan untuk hengkang dari Mercedes.
Pernyataan itu muncul di tengah melesatnya performa Kimi Antonelli.
Dalam podcast F1 Nation, Hinchcliffe membahas kemungkinan Russell mulai melirik pilihan lain di luar tim yang bermarkas di Brackley itu. Menurutnya, situasi di internal Mercedes sangat unik.
"Kimi dipilih langsung oleh Toto Wolff dan dibesarkan melalui jenjang balap junior," ujar Hinchcliffe.
Ia menilai Antonelli merupakan produk binaan Mercedes dan bahkan hasil ciptaan Toto Wolff secara pribadi.
Di sisi lain, Russell juga bagian dari keluarga Mercedes, meski dalam tingkat yang lebih rendah.
Pembalap berusia 28 tahun itu sempat dipersiapkan di Williams untuk kelak menggantikan Lewis Hamilton, dan dan musim ini seharusnya menjadi momen untuk menegaskan otoritasnya.
Tantangan Besar Russell
Hinchcliffe mengakui tak ada pembalap yang akan langsung merasa kalah hanya karena dikalahkan rekan setimnya dalam satu musim.
Meski begitu, ia menilai sejumlah faktor tak bisa diabaikan, dari usia Antonelli yang masih sangat muda hingga status sebagai proyek pribadi Wolff.
Menurut Hinchcliffe, dengan semua faktor tersebut, setidaknya satu persen pikiran Russell pasti pernah memikirkan opsi untuk berkarier di tempat lain.
Ia juga mengungkit proses perpanjangan kontrak Russell tahun lalu yang berlangsung cukup lama sebelum diumumkan. Proses itu sudah menjadi pintu pembuka bagi pembicaraan dengan pihak lain.
"Manajemennya sudah mondar-mandir di paddock dan berbicara dengan banyak pihak. Saya tahu pasti soal itu," ujar Hinchcliffe.
Kini, perhatian tertuju pada GP Meksiko, saat Antonelli berpeluang mengamankan gelar juara dunia pertamanya.
Bagi Russell, sisa musim ini menjadi ujian penting untuk membuktikan ia masih layak menjadi pemimpin utama Mercedes. Kelanjutan rivalitas dua pembalap Mercedes ini akan menjadi sorotan hingga akhir musim.
Sumber: Motorsport