Gianni Infantino Tertawakan Desakan Mundur, Klaim Didukung Mayoritas Anggota FIFA

Gianni Infantino tertawakan desakan mundur dari FIFA, klaim masih didukung mayoritas asosiasi sepak bola dunia.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 27 Oktober 2026, 12:45 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyaksikan leg kedua final Piala AFF 2026 di Stadion My Dinh, Hanoi, Rabu (26/8/2026). (VFF)

Bola.com, Jakarta - Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan dirinya masih mendapat dukungan luas dari asosiasi sepak bola di berbagai negara.

Ia bahkan menertawakan pertanyaan mengenai kemungkinan mengundurkan diri di tengah gelombang kritik yang menerpanya dalam beberapa bulan terakhir.

Advertisement

Infantino menyampaikan sikapnya dalam wawancara khusus dengan BBC di sela-sela Piala Dunia U-15 di Baku, Azerbaijan.

Infantino menghadapi kritik tajam setelah rencananya untuk menjual hak Piala Dunia kepada investor ekuitas swasta melalui skema FIFA Forward Enterprise (FFE) menuai penentangan hingga akhirnya dibatalkan.

Kendati mengakui adanya perbedaan pandangan di lingkungan sepak bola internasional, Infantino menilai hal itu merupakan bagian yang wajar dalam sebuah organisasi.

"Perbedaan pendapat bukanlah sesuatu yang buruk. Kita melihatnya setiap hari di banyak negara di dunia. Tidak masalah jika kita tidak sepakat atau memiliki sudut pandang berbeda, tetapi setelah itu kita harus bisa melangkah maju," ujar Infantino.

Ketika ditanya apakah dirinya sempat mempertimbangkan untuk mundur akibat kontroversi yang berkembang belakangan ini, Infantino merespons dengan tertawa.


Dukungan Asia dan Afrika Menguat

Presiden FIFA, Gianni Infantino, dengan Presiden AFC, Shaikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa. (Bola.com/AFC).

Ia kemudian mengingatkan bahwa dirinya terpilih melalui pemungutan suara yang melibatkan 211 asosiasi anggota FIFA dari seluruh dunia.

"Jika kita benar-benar menjunjung demokrasi dan proses demokratis, serta meyakini bahwa setiap orang memiliki hak suara yang sama di seluruh dunia dan sepak bola adalah milik semua orang, kita juga harus menghormati pandangan mayoritas yang sangat besar," katanya.

Infantino turut menyinggung dukungan yang diterimanya dari sejumlah konfederasi sepak bola.

"Saya baru kembali dari Tokyo, tempat AFC memberikan dukungan penuh kepada saya. Saya juga berada di Cape Verde, tempat seluruh negara Afrika menyatakan dukungan. Saya terus berkomunikasi dengan asosiasi-asosiasi di seluruh dunia," ungkapnya.

Pekan lalu, AFC secara resmi menyatakan dukungan terhadap Infantino dalam kongres luar biasa yang digelar di Tokyo.

Sikap itu menjadi perkembangan penting mengingat AFC sebelumnya termasuk salah satu dari tiga konfederasi yang menentang keras rencana Infantino terkait privatisasi Piala Dunia.


UEFA Tetap Kritis

Presiden FIFA, Gianni Infantino (kiri), berpose dengan Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, setelah menyampaikan pidato di Kongres Biasa UEFA ke-50 di Brussels pada 12 Februari 2026. (Pau BARRENA/AFP)

Sementara itu, UEFA tetap mempertahankan sikap kritisnya. Badan sepak bola Eropa tersebut menilai Infantino telah melewati batas melalui rencana yang berkaitan dengan FFE.

Dukungan dari kawasan Timur Tengah juga telah menguat sebelum pernyataan resmi AFC.

Qatar dan Arab Saudi disebut telah memberikan dukungan kepada Infantino, sebelum Presiden AFC, Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, menyampaikan dukungannya di Jepang.

Dengan perkembangan terbaru, Infantino kini memperoleh dukungan dari konfederasi Asia, Afrika, dan Amerika Selatan.

Kondisi itu membuat UEFA berada dalam posisi makin terisolasi dalam upayanya menyingkirkan Infantino dari kursi presiden FIFA.

Ketegangan antara UEFA dan FIFA belum mereda. Dalam pertemuan Dewan FIFA di Zurich baru-baru ini, perwakilan UEFA melontarkan sejumlah pertanyaan kepada Infantino. Namun, ia memilih tidak memberikan jawaban saat itu.


UEFA Beri Tenggat

Aleksander Ceferin (AFP/ARIS MESSINIS)

UEFA juga telah mengajukan sejumlah permohonan melalui pengadilan di Amerika Serikat untuk memperoleh dokumen yang berkaitan dengan FFE.

UEFA kini memberikan tenggat kepada FIFA hingga 2 November untuk menjawab pertanyaan mereka sekaligus membuka dokumen yang diminta.

Infantino memastikan FIFA akan merespons pertanyaan UEFA dengan tetap memperhatikan ketentuan proses yang berlaku.

"Tentu saja, kami akan menjawab semua pertanyaan yang diajukan, sejauh prosesnya memungkinkan dan sesuai dengan apa yang dapat kami lakukan," kata Infantino.

Di tengah polemik tersebut, tahapan menuju pemilihan presiden FIFA berikutnya juga terus berjalan. Para kandidat yang ingin menantang Infantino memiliki waktu hingga 18 November untuk mengonfirmasi pencalonan mereka.

 

Sumber: Inside World Football

Berita Terkait