Cesc Fabregas Puji Mentalitas Como Usai Comeback Dramatis atas Torino

Cesc Fabregas memuji kesabaran, kedewasaan, dan ketahanan mental Como setelah bangkit menekuk Torino 3-1.

BolaCom | Juventus FiladelfiaDiterbitkan 28 Oktober 2026, 17:00 WIB
Pelatih Como, Cesc Fabregas, merayakan kemenangan timnya seusai pertandingan matchday 1 fase liga Liga Champions 2026/2027 melawan RB Leipzig di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, Kamis (10/9/2026). (AFP/Piero Cruciatti)

Bola.com, Jakarta - Cesc Fabregas memuji perjuangan pemain Como setelah meraih kemenangan 3-1 atas Torino. Sempat tertinggal hingga menit ke-81, Como terus berjuang dan berhasil membalikkan keadaan lewat tiga gol pada fase akhir pertandingan.

Como mendominasi penguasaan bola saat bertandang ke Stadion Olimpico di Torino, tetapi justru kebobolan lebih dahulu melalui Che Adams. Gol tersebut berawal dari kehilangan bola yang melibatkan Jacobo Ramon, setelah Kian Fitz-Jim berhasil merebut penguasaan bola.

Advertisement

Meski kesulitan memaksimalkan peluang sepanjang pertandingan, I Lariani tidak mengendurkan tekanan. Ramon akhirnya menebus kesalahannya dengan mencetak gol penyeimbang melalui sundulan pada menit ke-81.

Gol itu menjadi titik balik bagi Como. Nico Paz dan Martin Baturina kemudian menyumbang gol untuk memastikan kemenangan 3-1, sekaligus memperlihatkan ketangguhan tim dalam menghadapi tekanan hingga akhir laga.

Fabregas menilai kemenangan tersebut menjadi ujian penting bagi kedewasaan timnya, terlebih Como harus menjalani pertandingan keempat dalam kurun waktu 10 hari.

“Kami menunjukkan kesabaran, kedewasaan, dan ketahanan yang luar biasa. Kami menolak menyerah hingga akhir,” ujar Fabregas kepada Sky Sport Italia dikutip via FootballItalia.


Soroti Karakter Jacobo Ramon

Jacobo Ramon juga berkembang pesat bersama Como. Bek muda ini mendapatkan menit bermain yang sebelumnya sulit ia raih di Madrid. Dengan harga sekitar 9,4 juta euro, Madrid memiliki opsi menarik.

Salah satu hal yang paling diapresiasi Fabregas adalah respons Ramon setelah melakukan kesalahan yang berujung gol bagi Torino. Bek tersebut mampu tetap tenang dan kemudian mencetak gol penyeimbang yang menghidupkan kembali peluang Como.

Bagi Fabregas, momen itu mencerminkan karakter yang ingin ia bangun dalam skuadnya. Ia menegaskan bahwa kesalahan merupakan bagian dari sepak bola, tetapi para pemain harus mampu bangkit tanpa membiarkan rasa takut menguasai diri.

“Saya mengagumi ketahanan mereka. Jacobo Ramon melakukan kesalahan serius, tetapi dia tetap tenang dan kemudian mencetak gol penyeimbang,” kata Fabregas.

“Bagi saya, inilah sepak bola. Orang-orang berkarakter yang melakukan kesalahan, tetapi kemudian terus maju dan tidak membiarkan rasa takut menguasai mereka.”

Setelah pertandingan berakhir, Fabregas juga mengumpulkan para pemain untuk berbicara bersama di lapangan. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dan kemampuan seluruh anggota tim untuk mencari solusi dalam perjalanan Como menghadapi tantangan baru.


Belum Memikirkan Scudetto

Pelatih kepala Como asal Spanyol, Cesc Fabregas, bereaksi dari area teknis selama pertandingan Seri A Italia antara Inter Milan dan Como di Stadion San Siro di Milan pada 23 Desember 2024. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Meski Como kini mengoleksi empat poin lebih banyak dibandingkan periode yang sama musim lalu, Cesc Fabregas belum ingin membicarakan peluang timnya bersaing memperebutkan Scudetto.

Ia menilai padatnya jadwal Liga Champions membuat rotasi pemain menjadi kebutuhan, terlebih dengan meningkatnya jumlah cedera di skuad Como.

"Saya rasa Anda tahu jawabannya. Ini adalah kompetisi Eropa pertama kami dan ini adalah Liga Champions, bukan Liga Konferensi yang memungkinkan Anda melakukan rotasi lebih banyak. Jika salah langkah di Liga Champions, Anda bisa kalah 5-0,” ujar Fabregas.

"Kami bermain 66 jam setelah Manchester United melawan Sassuolo, jadi kami perlu melakukan rotasi. Anda tidak bisa terus menggunakan sebelas pemain yang sama, sementara jumlah cedera juga semakin bertambah. Saat ini, kami bahkan tidak memiliki pemain sayap yang mumpuni,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan bahwa fokus Como saat ini adalah menjalani setiap pertandingan dengan baik dan terus berkembang, bukan memikirkan posisi di klasemen.

"Sejujurnya, saya bahkan belum melihat klasemen, jadi saya tidak tahu berapa poin yang kami miliki. Saya tidak tertarik dengan hal itu pada bulan Oktober."

"Kami harus menjalani pertandingan satu per satu, memainkan sepak bola seperti yang saya inginkan, dan terus meningkatkan standar. Ini adalah proses pertumbuhan, dan kami harus tetap fokus.” tambahnya.

 

Sumber : Football Italia

 

Berita Terkait