Nico Paz Ulangi Rekor Lionel Messi, Ukir Catatan Langka di Liga Champions

Nico Paz mencuri perhatian bersama Como lewat dua gol dan satu assist saat menghadapi Manchester United, mengingatkan publik pada pencapaian Lionel Messi pada 2009.

Bola.com, Jakarta - Nico Paz mulai mencuri perhatian dengan pencapaian yang mengingatkan publik pada salah satu momen bersejarah sang legenda di Liga Champions UEFA.

Gelandang Como tersebut dikabarkan tampil luar biasa saat menghadapi Manchester United. Dalam pertandingan yang disebut berakhir dengan kemenangan 4-1 untuk Como, Paz menjadi pemain paling menonjol setelah mencetak dua gol dan menyumbangkan satu assist.

Pemain berusia 22 tahun itu langsung membuka keunggulan pada menit kedua. Ia menerima bola di dalam kotak penalti, lalu melepaskan tembakan melengkung yang gagal dihentikan kiper Manchester United, Senne Lammens.

Gol cepat itu memberikan momentum bagi Como. Tim besutan Cesc Fabregas kemudian terus memberikan tekanan dan memanfaatkan celah di lini pertahanan lawan.

Memasuki babak kedua, Paz kembali memperlihatkan kualitasnya sebagai kreator serangan. Pada menit ke-49, ia mengirimkan umpan terukur kepada Anastasios Douvikas yang berbuah gol kedua Como.

Delapan menit berselang, Paz kembali mencatatkan namanya di papan skor. Ia memotong umpan lawan, membawa bola menuju kotak penalti, kemudian menuntaskan peluang dengan penyelesaian yang tenang.

Jacobo Ramon disebut melengkapi kemenangan Como dengan gol keempat, sementara Joshua Zirkzee mencetak gol hiburan bagi Manchester United pada menit-menit akhir.

Dua gol dan satu assist membuat Paz menjadi pusat perhatian. Penampilannya sekaligus memunculkan kembali perbandingan dengan Messi, sosok yang lebih dahulu mengukir prestasi serupa di panggung Eropa.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Rekor Nico Paz yang Mengingatkan pada Lionel Messi

Menurut laporan Opta dikutip dari World Soccer Talk, Kamis (22/10/2026), Nico Paz menjadi pemain Argentina termuda yang mencatatkan tiga kontribusi gol dalam satu pertandingan Liga Champions sejak Messi melakukannya ketika Barcelona menghadapi Bayern Munich pada April 2009.

Dalam pertandingan tersebut, Messi mencetak dua gol dan menyumbangkan satu assist ketika Barcelona menang telak 4-0 atas Bayern. Kala itu, Messi masih berusia 21 tahun dan tengah membangun reputasinya sebagai salah satu pemain paling menjanjikan di dunia.

Sementara itu, Paz disebut berusia 22 tahun 43 hari saat mencatatkan dua gol dan satu assist dalam pertandingan melawan Manchester United.

Pencapaian tersebut menempatkan namanya dalam perbincangan mengenai talenta Argentina yang mampu memberikan pengaruh besar di Liga Champions. Meski demikian, rekor statistik ini tidak serta-merta menjadikan Paz setara dengan Messi dalam keseluruhan kariernya. Perbandingan tersebut lebih menyoroti pencapaian spesifik mereka pada usia muda.

Paz juga diklaim menjadi pemain termuda yang mencetak dua gol ke gawang Manchester United di Liga Champions. Catatan ini semakin menegaskan dampak besar yang bisa diberikan seorang pemain muda ketika tampil di panggung tertinggi sepak bola Eropa.

Nico Paz Sering Dibandingkan dengan Messi

Perbandingan antara Paz dan Messi tidak hanya muncul karena keduanya berasal dari Argentina dan sama-sama memiliki kaki kiri yang berbahaya. Gaya bermain mereka juga memperlihatkan sejumlah kemiripan, terutama dalam membangun serangan dari area kanan lapangan.

Paz kerap mencari ruang di antara lini lawan, bergerak dari sisi kanan menuju tengah, lalu memilih antara melepaskan tembakan, membawa bola lebih jauh, atau mengirimkan umpan kepada rekan setim.

Kemampuan tersebut membuatnya berbahaya dalam berbagai situasi. Ia tidak hanya mengandalkan penyelesaian akhir, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan membuka ruang bagi pemain lain.

Meski demikian, Paz tetap memiliki karakteristik tersendiri. Postur tubuhnya yang lebih tinggi dan gaya berlarinya yang lebih tegak membuatnya berbeda dari Messi, yang dikenal memiliki pusat gravitasi rendah serta kemampuan mengubah arah dengan sangat cepat.

 

Sumber : World Soccer Talk

https://worldsoccertalk.com/news/lionel-messis-2009-record-revisited-as-nico-paz-becomes-youngest-argentine-to-achieve-uefa-champions-league-milestone/?_gl=1*1fwbamv*_up*MQ..*_ga*MTgxMzI3NDAzMC4xNzkyNzIxNTI0*_ga_BRD5XXF0KS*czE3OTI3MjE1MjQkbzEkZzAkdDE3OTI3MjE1NTAkajM0JGwwJGgw

 

Video Populer

Foto Populer