5 Kekalahan Paling Memalukan Arsenal Sepanjang Sejarah: Dibantai MU hingga Disingkirkan Fleetwood Town

Berikut lima momen kekalahan paling memalukan Arsenal, termasuk yang terbaru dari Fleetwood Town.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 29 Oktober 2026, 14:00 WIB
Penyerang asal Inggris dari Fleetwood Town, #09 Will Davies (kiri), tampak memberikan gestur, sementara gelandang asal Inggris dari Arsenal, #56 Max Dowman (kanan), bereaksi setelah menerima kartu merah dalam pertandingan putaran keempat Piala Liga Inggris antara Fleetwood Town dan Arsenal di Stadion Highbury, Fleetwood, Inggris bagian barat laut, pada 28 Oktober 2026. (Darren Staples/AFP)

Bola.com, Jakarta - Arsenal memiliki sejumlah momen kelam sepanjang sejarahnya.

Di balik status sebagai salah satu klub besar Inggris, The Gunners pernah mengalami kekalahan telak, tersingkir dari klub kasta bawah, hingga gagal meraih trofi dalam pertandingan yang seharusnya bisa mereka menangkan.

Advertisement

Terbaru, Arsenal kembali menjadi sorotan setelah tersingkir dari EFL Cup akibat kekalahan dari Fleetwood Town, klub yang berkompetisi di League Two atau kasta keempat sepak bola Inggris.

Hasil tersebut menambah daftar pengalaman pahit Arsenal. Berikut lima momen paling memalukan The Gunners, seperti dirangkum dari Planet Football.


1. Kalah 2-8 dari Manchester United

Papan skor yang menunjukkan hasil pertandingan Manchester United kontra Arsenal pada Liga Inggris di Old Trafford, 28 Agustus 2011. (AFP/Andrew Yates)

Kekalahan 2-8 dari Manchester United pada Agustus 2011 menjadi salah satu hasil paling memalukan Arsenal di Premier League.

Bertandang ke Old Trafford, Arsenal kesulitan menghadapi tekanan tuan rumah. Wayne Rooney tampil gemilang dengan mencetak hattrick, sementara lini pertahanan The Gunners berkali-kali gagal membendung serangan Manchester United.

Arsenal sebenarnya hanya tertinggal 1-3 pada babak pertama. Namun, situasi memburuk setelah jeda, terlebih ketika Carl Jenkinson menerima kartu merah.

Manchester United akhirnya menang telak 8-2. Hasil tersebut menjadi pukulan besar bagi Arsenal yang sedang berusaha mempertahankan status sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Inggris.


2. Tersingkir dari League Cup oleh Bradford City

Arsenal pernah merasakan pahitnya tersingkir dari kompetisi piala setelah menghadapi Bradford City, klub League Two, pada perempat final League Cup musim 2012/2013.

Sebelum pertandingan itu, Arsenal sempat melewati laga dramatis melawan Reading dengan kemenangan 7-5 setelah perpanjangan waktu. Namun, mereka gagal mempertahankan momentum ketika bertandang ke markas Bradford.

Bradford unggul lebih dahulu pada menit ke-16. Arsenal baru mampu menyamakan kedudukan melalui Thomas Vermaelen pada menit ke-88 sehingga pertandingan harus berlanjut hingga adu penalti.

Ironisnya, Vermaelen yang menyelamatkan Arsenal dari kekalahan pada waktu normal justru gagal mengeksekusi penalti krusial. Bradford pun menang dan melaju ke semifinal, sebelum akhirnya kalah dari Swansea City di final.


3. Dibantai Chelsea 0-6 pada Laga ke-1.000 Arsene Wenger

Para pemain Chelsea merayakan gol Mohamed Salah yang menjadi gol terakhir dalam kemenangan 6-0 atas Arsenal di Stamford Bridge di Premier League 2013/2014 yang digelar pada 22 Maret 2014. Hingga saat ini, kemenangan itu masih menjadi skor terbesar dalam sejarah pertemuan kedua tim. (GLYN KIRK / AFP)

Pertandingan ke-1.000 Arsene Wenger sebagai manajer Arsenal seharusnya menjadi momen perayaan. Namun, laga melawan Chelsea di Stamford Bridge pada Maret 2014 justru berubah menjadi mimpi buruk.

Arsenal datang dengan ambisi menjaga persaingan di papan atas Premier League. Akan tetapi, Chelsea langsung unggul dua gol dalam tujuh menit pertama.

Situasi semakin sulit setelah Arsenal kehilangan satu pemain akibat kartu merah pada menit ke-15. Chelsea kemudian terus menambah gol hingga pertandingan berakhir dengan skor 6-0.

Mohamed Salah, yang ketika itu masih membela Chelsea, turut mencetak gol. Kekalahan telak pada momen bersejarah Wenger tersebut menjadi salah satu hari paling menyakitkan bagi Arsenal.


4. Kalah dari Birmingham City di Final League Cup 2011

Adu argumen antara gelandang Birmingham City Lee Bowyer (kiri) dengan bek Arsenal Bacary Sagna ketika kedua tim bertemu di St Andrews Stadium, 1 Januari 2011. Arsenal unggul 3-0.

Arsenal memiliki kesempatan mengakhiri puasa gelar ketika menghadapi Birmingham City pada final League Cup 2011. Namun, harapan tersebut justru berakhir dengan kekecewaan.

Birmingham membuka keunggulan melalui Nikola Zigic sebelum Robin van Persie menyamakan kedudukan untuk Arsenal. Pertandingan kemudian berlangsung ketat hingga mendekati akhir waktu normal.

Petaka datang pada menit ke-89. Kesalahan koordinasi di lini belakang Arsenal memberikan kesempatan kepada Obafemi Martins untuk mencetak gol kemenangan Birmingham.

Birmingham menang 2-1 dan mengangkat trofi, sedangkan Arsenal kembali gagal meraih gelar. The Gunners baru mengakhiri penantian trofi domestik pada 2014 lewat kemenangan atas Hull City di final Piala FA.

Sumber: Planet Football

Berita Terkait