Dulu Dipuja Kini Dihujat, Kembalinya Jordan Henderson ke Anfield di Laga Liverpool Vs Chelsea Diwarnai Sorakan Cemoohan Fans

Kepulangan Jordan Henderson ke Anfield memicu kontroversi pendukung Liverpool usai dirinya tampil sebagai pemain Chelsea.

BolaCom | Farrel Mido DestianoDiterbitkan 29 Oktober 2026, 13:45 WIB
Gelandang Inggris Chelsea #14, Jordan Henderson, mengumpulkan bola selama pertandingan Liga Inggris antara Everton dan Chelsea di Stadion Hill Dickinson di Liverpool, barat laut Inggris pada 17 Oktober 2026. (PETER POWELL/AFP)

Bola.com, Jakarta - Kepulangan mantan kapten Liverpool, Jordan Henderson, ke Stadion Anfield dengan mengenakan jersey Chelsea memicu beragam reaksi di kalangan suporter.

Momen emosional tersebut terjadi saat The Reds menjamu Chelsea pada putaran keempat Carabao Cup, Kamis dini hari (29-10-2026).

Advertisement

Pertandingan tersebut menjadi laga krusial bagi kedua tim demi mengamankan satu tiket ke perempat final.

Kehadiran Henderson bersama manajer Xabi Alonso di kubu tim tamu menyedot perhatian publik sepak bola Inggris, terutama pendukung Liverpool.

Henderson sejatinya memegang status sebagai satu di antara legenda modern Liverpool setelah mengabdi selama 12 tahun di Anfield sejak 2011 hingga 2023.

Selama delapan musim menjabat kapten, ia memimpin The Reds meraih delapan trofi bergengsi, termasuk Premier League dan Liga Champions.


Cemoohan Pendukung Liverpool

Penjaga gawang Chelsea, Mike Penders, menyaksikan tendangan bebas pada pertandingan putaran keempat Piala Liga Inggris antara Liverpool dan Chelsea di Liverpool, Inggris, Kamis (29-10-2026) dini hari WIB. (AP Photo/Jon Super)

Namun, rekam jejak manis dengan catatan 492 penampilan tersebut seolah lenyap begitu saja usai saat sang gelandang kembali menapakkan kaki di Anfield.

Setiap kali Henderson menguasai bola, gemuruh sorakan cemoohan dan ejekan dari suporter tuan rumah terdengar menggema di penjuru stadion.

Reaksi keras publik Anfield memicu perdebatan hangat di media sosial di mana para penggemar terbelah menjadi dua kubu.

Sportbible merangkum, sebagian pendukung menilai cemoohan tersebut sangat wajar karena Henderson memilih bergabung dengan rival domestik utama mereka.

"Jordan Henderson pantas menerima setiap cemoohan dan respons negatif yang ditujukan padanya. Dia bukan legenda, melainkan seorang pembelot," tulis salah satu penggemar Liverpool melalui platform X.


Selebrasi Emosional Jordan Henderson

Jordan Henderson tercatat telah menjadi kapten Liverpool selama enam tahun dan masih dipercaya hingga saat ini. Sempat menuai kritikan di awal jabatannya, Henderson mampu membuktikannya dengan meriah banyak gelar untuk The Reds, termasuk Liga Inggris dan Liga Champions. (AFP/Karim Jaafar)

Situasi di atas lapangan memanas setelah Henderson memperlihatkan selebrasi emosional saat Chelsea mendapat hadiah penalti yang dieksekusi oleh Morgan Rogers.

Sikap provokatif mantan kapten kesayangan tersebut kian menyulut kemarahan para pendukung tuan rumah di dalam stadium dan di dunia maya.

Meski begitu, ketegangan suporter tuan rumah tak berlangsung lama setelah bek Chelsea, Wesley Fofana, melakukan handball di area terlarang.

Cody Gakpo yang maju sebagai algojo berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 hingga babak pertama usai.

Pertandingan sengit tersebut akhirnya harus ditentukan melalui drama adu penalti setelah skor imbang bertahan hingga akhir waktu normal.

Henderson yang maju sebagai penendang sukses membobol gawang mantan klubnya dalam sesi adu penalti tersebut.

Namun demikian, Liverpool pada akhirnya keluar sebagai pemenang usai mengunci keunggulan 6-5 di babak adu penalti dan berhak melangkah ke perempat final.

Kemenangan ini sekaligus menutup malam penuh drama dan emosi di Stadion Anfield.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait