Team Order demi Marc Marquez? Di Giannantonio dan Bagnaia Kompak Menolak

Marc Marquez di ambang gelar juara dunia MotoGP, Fabio Di Giannantonio dan Francesco Bagnaia tolak team order Ducati.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 30 Oktober 2026, 08:45 WIB
Pembalap Tim Lenovo Ducati, Marc Marquez, merayakan kemenangannya di penghujung Grand Prix MotoGP San Marino di Sirkuit Dunia Misano Marco Simoncelli, di Misano Adriatico, Italia utara pada 13 September 2026. (Andreas SOLARO/AFP)

Bola.com, Jakarta - Fabio Di Giannantonio dan Francesco Bagnaia menyuarakan penolakan terhadap kemungkinan Ducati menerapkan team order untuk membantu Marc Marquez merebut gelar juara dunia MotoGP kedelapan dalam kariernya.

Marquez berstatus juara bertahan dan akan menjalani MotoGP Malaysia akhir pekan ini dengan keunggulan 10 poin atas Jorge Martin.

Advertisement

Martin tetap akan tampil di Sirkuit Sepang, meski mengalami patah pergelangan tangan akibat kecelakaan ketika memimpin posisi kedua dalam Sprint Race di Phillip Island, akhir pekan lalu.

Dengan keunggulan tersebut, Marquez berada dalam posisi menguntungkan menjelang persaingan gelar juara dunia.

Di sisi lain, pembahasan mengenai kemungkinan team order biasanya kembali mencuat pada fase akhir musim seperti sekarang.

Di kubu Ducati, Di Giannantonio dan Bagnaia juga memiliki pandangan yang menolak campur tangan tim dalam persaingan antarpembalap, meski keduanya tidak memiliki alasan cedera.

Pembalap VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio, menegaskan dirinya masih berusaha mencapai hasil terbaik pada musim ini. Ia juga memiliki target pribadi yang ingin diwujudkan sebelum kompetisi berakhir.

"Saya tentu memikirkan kejuaraan yang saya jalani. Saya ingin berusaha mendapatkan hasil maksimal dari musim ini," kata Di Giannantonio, seperti dikutip GPOne.


Utamakan Kepentingan Sendiri dan Tim

Pembalap Ducati Lenovo Team asal Spanyol, Marc Marquez (kiri) beradu kecepatan dengan Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46 Racing Team) saat Sprint Race MotoGP Brasil 2026 di Autodromo Internacional Ayrton Senna, Goiania, Sabtu 21 Maret 2026 waktu setempat atau Minggu (22/3/2026) dini hari WIB. Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez sukses merebut kemenangan dalam Sprint Race MotoGP Brasil 2026. (EVARISTO SA/AFP)

Ia menjelaskan dirinya tetap mengutamakan kepentingan sendiri dan tim yang dibelanya, dengan berusaha meraih hasil terbaik demi perkembangan karier serta pencapaian tim.

"Saya mengenakan warna kuning dan memperjuangkan kepentingan saya serta tim, dengan berusaha mendapatkan hasil terbaik, baik untuk karier saya maupun tim," ujarnya.

Di Giannantonio menyebut posisi keempat sebagai sasaran terdekatnya. Meski demikian, ia tidak menutup peluang untuk finis di peringkat ketiga.

"Saat ini, target terdekat adalah posisi keempat. Namun, peluang untuk menempati posisi ketiga juga belum tertutup," tuturnya.

Ia menyadari persaingan untuk mencapai target tersebut tidak akan mudah, terutama karena sulit mengalahkan Marco Bezzecchi dalam beberapa balapan tersisa.

Kendati demikian, Di Giannantonio menegaskan akan terus berupaya meraih hasil maksimal di setiap sirkuit.


Total Ide Team Order

Francesco Bagnaia dari tim Ducati Tim Lenovo berlaga pada sesi kualifikasi Grand Prix MotoGP Aragon di sirkuit Motorland di Alcaniz, timur laut Spanyol, pada 29 Agustus 2026. (Pierre-Philippe MARCOU/AFP)

Sikap serupa ditunjukkan Francesco Bagnaia, rekan setim Marquez di Ducati Lenovo Team.

Pembalap asal Italia itu juga menolak gagasan penerapan team order, terlebih karena ia akan bergabung dengan Aprilia untuk berduet dengan Bezzecchi pada musim depan.

Bagnaia pernah mempersembahkan dua gelar juara dunia bersama Ducati.

Namun, ia mengaku tidak pernah mendapatkan ataupun meminta perlakuan khusus berupa team order ketika bersaing memperebutkan gelar pada 2022 dan 2023.

"Sejujurnya, saya tidak pernah menerima team order dan tidak pernah memintanya," kata Bagnaia.


Miliki Kebebasan

Dua pembalap dari Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia (kanan) dan Enea Bastianini saat balapan sprint MotoGP Grand Prix Indonesia di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, 28 September 2024. (BAY ISMOYO/AFP)

Ia menilai setiap pembalap seharusnya memiliki kebebasan untuk berjuang demi kepentingannya sendiri di lintasan, terutama ketika tidak ada kesepakatan mengenai penerapan team order dalam persaingan gelar juara.

"Ketika saya berjuang memperebutkan gelar, hal seperti itu tidak pernah diharapkan. Karena itu, saya percaya para pembalap harus bebas berlomba untuk diri mereka sendiri," ujarnya.

Bagnaia mengakui pembalap perlu mempertimbangkan situasi ketika rekan setimnya sedang bersaing memperebutkan gelar juara dunia.

Namun, menurutnya, hal tersebut tidak berarti seorang pembalap harus mengorbankan peluangnya sendiri untuk menang.

"Jelas, jika rekan setim Anda sedang berjuang memperebutkan gelar, Anda berusaha menyalipnya dengan cara terbaik. Namun, jika Anda memiliki kesempatan untuk menang, Anda harus menang," tegas Bagnaia.

 

Sumber: Crash

Berita Terkait