MU Terpuruk, Michael Carrick Tak Terkejut Masih Jadi Pelatih Setan Merah

Michael Carrick mengklaim dia tidak terkejut masih memimpin Manchester United di tengah tekanan atas rentetan hasil buruk tim asuhannya.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 30 Oktober 2026, 10:30 WIB
Pelatih kepala Manchester United asal Inggris, Michael Carrick, tampak memberi isyarat di pinggir lapangan saat pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Tottenham Hotspur di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 10 Oktober 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Michael Carrick menegaskan dirinya tidak terkejut masih dipercaya menangani Manchester United.

Pelatih berusia 45 tahun itu tetap menjalankan tugasnya di tengah tekanan besar menyusul rentetan hasil buruk yang dialami Setan Merah.

Advertisement

Carrick kini bersiap mendampingi MU menghadapi Chelsea dalam lanjutan Premier League, Sabtu (31-10-2026).

Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi timnya untuk mengakhiri periode sulit setelah gagal meraih kemenangan dalam delapan laga terakhir di seluruh kompetisi.

Situasi di Old Trafford memanas setelah MU menelan dua kekalahan telak dalam sepekan terakhir.

Mereka lebih dahulu dipermalukan Como dengan skor 1-4 dalam pertandingan melawan klub yang sedang berjuang menembus persaingan Liga Champions.

Penderitaan MU berlanjut ketika Bournemouth mempermalukan mereka 3-0 dalam laga Premier League pada Minggu.

Hasil-hasil tersebut membuat MU baru mengumpulkan tujuh poin di liga. Catatan itu menjadi awal musim terburuk mereka sejak 1986.

Selain itu, delapan pertandingan tanpa kemenangan di seluruh kompetisi merupakan periode terpanjang Setan Merah tanpa hasil maksimal sejak 2015.

 

Cek klasemen terkini Premier League musm ini di sini.


Dalam Tekanan

Pelatih kepala Manchester United asal Inggris Michael Carrick menyaksikan pertandingan Liga Inggris antara Leeds United dan Manchester United di Elland Road di Leeds, Inggris utara pada 18 Oktober 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Posisi Carrick pun berada dalam tekanan. Manajemen MU sempat menggelar pertemuan pada Senin dan Selasa kemarin untuk membahas situasi klub, tetapi tidak memberikan penjelasan terbuka mengenai masa depan sang pelatih.

Keputusan klub mempertahankan Carrick untuk sementara akhirnya terungkap setelah sejumlah sumber internal mengonfirmasi ia tetap akan memimpin MU dalam lawatan ke markas Chelsea.

Dalam konferensi pers pada Kamis waktu setempat, Carrick menegaskan tidak membutuhkan jaminan apa pun dari pihak klub mengenai posisinya.

"Saya memahami betul posisi ini, pekerjaan yang harus dilakukan, serta tanggung jawab yang menyertainya. Karena itu, saya tidak membutuhkan jaminan dari siapa pun," kata Carrick.

Ketika ditanya apakah dirinya terkejut masih menjabat sebagai pelatih MU, Carrick memberikan jawaban tegas.

"Tidak. Saya berada di sini untuk menjalankan pekerjaan saya. Saya ingin memberikan yang terbaik bagi tim dan sangat bertekad membuat kami menjadi lebih baik serta memperbaiki keadaan. Jadi, saya tidak terkejut," ujarnya.

Carrick juga menjelaskan setelah kekalahan dari Bournemouth, pikirannya hanya tertuju pada performa tim dan hasil pertandingan. Ia mengakui suasana di stadion terasa berbeda dari biasanya, tetapi fokus utamanya tetap mencari cara memperbaiki permainan MU.


Tak Ingin Terpengaruh Tekanan dari Luar

Hasil ini membuat skuad asuhan Michael Carrick tertahan di posisi ketiga dengan koleksi 51 poin. Selain itu, tren positif tak pernah kalah dalam 11 laga terakhir di Liga Inggris terputus. (AP Photo/PA/Owen Humphreys)

Menariknya, Carrick justru mendapatkan sambutan positif dari pendukung yang berada di tribune Stretford End ketika berjalan menuju lorong stadion setelah kekalahan dari Bournemouth.

Pada pertandingan tersebut, kemarahan suporter lebih banyak diarahkan kepada pemilik klub, jajaran manajemen, dan para pemain.

Permasalahan yang dihadapi MU dinilai tidak hanya berkaitan dengan sosok pelatih. Meski demikian, spekulasi mengenai kemungkinan pergantian pelatih tetap berkembang.

Eddie Howe dan Julian Nagelsmann termasuk nama yang mendapat penilaian tinggi sebagai kandidat pengganti Carrick.

Di tengah berbagai spekulasi tersebut, Carrick memilih tidak memberikan perhatian terhadap suara-suara dari luar. Ia ingin memusatkan perhatian untuk membangkitkan tim sebelum bertandang ke markas Chelsea.

"Saya tidak terlalu memperhatikan hal-hal seperti itu. Saya hanya melihat apa yang memang perlu saya perhatikan. Saya juga tidak mencari tahu karena hal tersebut tidak banyak membantu," tutur Carrick.


Peduli POV Suporter

Pelatih sementara Manchester United asal Inggris, Michael Carrick, memberi selamat kepada gelandang Manchester United asal Portugal bernomor punggung 08, Bruno Fernandes, setelah pertandingan Liga Inggris antara Sunderland dan Manchester United di Stadion of Light di Sunderland, timur laut Inggris, pada 9 Mei 2026. (ANDY BUCHANAN/AFP)

Meski begitu, ia mengaku tetap peduli terhadap pandangan para pendukung MU.

Menurutnya, hal yang paling penting adalah bagaimana tim memberikan penampilan yang pantas bagi suporter, baik ketika bermain di Old Trafford maupun saat mereka datang mendukung dalam pertandingan tandang.

"Saya peduli dengan apa yang dipikirkan para suporter. Saya juga peduli dengan suasana di stadion, termasuk ketika mereka melakukan perjalanan untuk menyaksikan dan mendukung kami," akunya.

"Saya peduli dengan apa yang kami berikan kepada mereka, apa yang kami tawarkan, dan apa yang mereka saksikan. Sejujurnya, saya tidak memperhatikan hal-hal lainnya," imbuh gelandang MU periode 2006-2018 itu.

Carrick juga menegaskan sudah memahami tuntutan pekerjaannya serta hal-hal yang harus dibenahi agar MU bisa berkembang. Ia bahkan memastikan Bruno Fernandes tetap menjabat sebagai kapten tim, meski sebelumnya sempat dicoret dari susunan pemain.

"Saya tahu pekerjaan ini, saya tahu segala hal yang menyertainya, dan saya tahu apa yang harus kami lakukan agar menjadi lebih baik. Saya tidak membutuhkan orang lain untuk memberi tahu saya mengenai hal itu," cetusnya.

 

Sumber: DPA

Berita Terkait