Marc Marquez Berpotensi Pensiun Lebih Cepat dari MotoGP, Ini Penyebabnya

Legenda paddock MotoGP, Carlo Pernat, memperingatkan Marc Marquez berpotensi pensiun lebih cepat dari perkiraan.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 04 November 2026, 10:00 WIB
Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez. (MOHD RASFAN / AFP)

Bola.com, Jakarta - Legenda paddock MotoGP, Carlo Pernat, memperingatkan Marc Marquez berpotensi pensiun lebih cepat dari perkiraan. Tekanan yang semakin besar terhadap para pembalap disebut menjadi salah satu penyebabnya.

Pernat, yang telah berkecimpung di dunia balap selama puluhan tahun, menilai Marquez mungkin hanya akan bertahan satu musim lagi setelah MotoGP 2026. Padahal, kontrak pembalap asal Spanyol tersebut bersama Ducati masih berlaku hingga akhir 2028.

Advertisement

Pernat memiliki pengalaman panjang di dunia balap. Ia pernah bekerja untuk Gilera sejak 1979, kemudian bersama Cagiva dan Aprilia, sebelum menangani sejumlah pembalap di paddock MotoGP, termasuk Marco Simoncelli, Tony Arbolino, dan Enea Bastianini.

Ia juga telah mengikuti perjalanan karier Marquez dalam waktu yang sangat panjang. Menurutnya, kemenangan Marquez di MotoGP Malaysia 2026 praktis membuat sang pembalap semakin dekat dengan gelar juara dunia ke-10, meski secara matematis belum sepenuhnya dipastikan.

"Marc benar-benar memberikan pukulan yang hampir menentukan dalam perebutan gelar juara dunia," ujar Pernat dalam program Fast GPOne setelah balapan di Sepang, seperti dikutip dari Crash, Selasa (3/11/2026). 

"Bagi mereka yang belum memahami, saya tidak pernah meragukannya. Dia benar-benar seperti makhluk dari planet lain. Sosok yang datang dengan pesawat luar angkasa yang luar biasa dan memperlihatkan hal-hal menakjubkan."

"Selama dia masih berada di sini, dia akan terus menang. Setelah itu, dia akan pergi dengan pesawat luar angkasanya," imbuh Pernat. 


Bisa Pensiun Semusim Lagi

Pembalap Ducati Lenovo Team asal Spanyol, Marc Marquez, memimpin di depan pembalap Aprilia Racing asal Spanyol, Jorge Martin, dalam balapan MotoGP Grand Prix Jepang di Mobility Resort Motegi, Motegi, Prefektur Tochigi, pada 4 Oktober 2026. (Toshifumi KITAMURA/AFP)

Pernat kemudian mengungkapkan prediksinya mengenai masa depan Marquez. Ia memperkirakan pembalap berusia 33 tahun itu akan meninggalkan MotoGP pada akhir musim depan.

Menurutnya, perubahan di bawah kepemilikan baru Liberty Media membuat tuntutan terhadap para pembalap semakin berat. Kondisi tersebut dinilai dapat mengurangi kualitas hidup mereka, baik dari sisi fisik maupun mental.

"Dia mungkin akan pergi," kata Pernat.

"Saya pikir dia akan menjalani satu musim lagi tahun depan karena jelas masih memiliki kontrak."

"Namun, dengan semua yang terjadi setelah Liberty Media mengambil alih MotoGP, saya merasa Marc termasuk orang yang ingin menghilangkan gangguan tersebut," imbuh dia. 

Pernat juga melihat Marquez mulai mengambil peran sebagai sosok yang menyuarakan kepentingan para pembalap.

"Anda bisa melihat dia mulai menjadi semacam pemimpin bagi para pembalap dalam berbagai persoalan," ujar Pernat. 

"Dia ingin mencapai usia pensiun dari dunia balap motor dalam satu atau dua tahun ke depan dengan kondisi tubuh yang tetap sehat."

 


Tak Lagi Ideal

Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, berselebrasi di podium setelah memenangi sprint race MotoGP Mandalika 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Sabtu (10/10/2026). (Sonny Tumbelaka/AFP)

Pernat menilai jadwal dan regulasi yang semakin padat membuat kehidupan pembalap MotoGP tidak lagi ideal. Ia menyinggung rangkaian aktivitas pada Jumat dan Sabtu serta 44 kali start yang harus dijalani sepanjang musim.

"Dengan semua aturan baru yang mereka perkenalkan, mulai dari aktivitas Jumat, Sabtu, hingga 44 kali start, Marc menyadari bahwa kehidupan sebagai pembalap tidak lagi menyenangkan," kata Pernat. 

"Ini seperti kehidupan yang terisolasi, sekaligus sangat berbahaya dari sudut pandang fisik dan mental.

Sumber: Crash

Berita Terkait