Bola.com, Jakarta - Michael Carrick menyebut kemenangan Manchester United atas Roma sebagai momen penting. Namun, manajer Setan Merah itu menegaskan tidak ingin larut dalam euforia hanya karena timnya berhasil meraih satu kemenangan.
MU bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menundukkan Roma dengan skor 3-2 di Old Trafford, Rabu (4-11-2026) dini hari WIB.
Hasil ini sekaligus mengakhiri catatan buruk Setan Merah yang tidak pernah menang dalam 10 pertandingan terakhir.
Carrick mengaku bangga dengan perjuangan para pemainnya. Meski demikian, ia belum menganggap kemenangan atas Roma sebagai titik balik perjalanan MU pada musim ini.
"Saya tidak ingin terlalu terbawa suasana. Menurut saya, ini malam yang penting. Namun, kami harus mengevaluasi situasi, tetap tenang, mempersiapkan diri, dan siap menghadapi pertandingan besar lainnya pada akhir pekan," ujar Carrick, dikutip dari ESPN.
Masih dalam Tekanan
Posisi Carrick masih berada dalam tekanan. MU saat ini menempati peringkat ke-17 klasemen Liga Inggris dan hanya unggul dari zona degradasi berdasarkan selisih gol.
Kemenangan atas Roma juga mengakhiri rangkaian tiga kekalahan beruntun MU. Kendati demikian, Carrick mengaku tidak merasakan kelegaan ketika wasit meniup peluit panjang.
"Sungguh, tidak. Saya tidak tahu apakah itu benar atau salah, normal atau tidak, tetapi saya tidak merasakan kelegaan. Tapi, saya benar-benar senang untuk para pemain," kata Carrick.
Pikirkan Pemain
Ia mengaku bisa merasakan besarnya keinginan para pemain untuk tampil baik. Menurut Carrick, para pemain harus mengerahkan seluruh kemampuan untuk meraih kemenangan, begitu pula semua orang di dalam tim.
Carrick juga menyadari tanggung jawab yang diembannya.
Ia mengaku tidak memikirkan dirinya sendiri ketika pertandingan berakhir, melainkan lebih memperhatikan para pemain dan perasaan yang muncul ketika mereka mampu melakukan segala sesuatu dengan benar.
"Saya merasakan tanggung jawab itu. Jadi, melihat semua orang merasakan sesuatu yang selalu kami inginkan, itulah alasan kami berada di sini. Saya benar-benar tidak memikirkan diri sendiri saat itu. Saya lebih melihat semua orang dan perasaan yang bisa kami ciptakan ketika melakukan segala sesuatu dengan benar," tuturnya.
Sumber: ESPN