Como Mengguncang Liga Champions: Lumat Lens 9-1, Samai Rekor Kemenangan Terbesar

Como masuk buku sejarah Liga Champions usai hancurkan Lens 9-1.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 05 November 2026, 07:20 WIB
Gelandang asal Italia yang bermain untuk Como, Mattia Liberali (#30, tengah), merayakan gol ketujuh timnya bersama rekan-rekan setim dalam pertandingan UEFA Champions League putaran pertama hari keempat antara Lens dan Como di Stadion Bollaert, Lens, Prancis bagian utara, pada 5 November 2026. (Francois LO PRESTI/AFP)

Bola.com, Jakarta - Como mencatatkan sejarah di Liga Champions setelah meraih kemenangan telak 9-1 atas Lens, Kamis (5-11-2026) dini hari WIB.

Hasil tersebut membuat klub asal Italia itu menyamai rekor kemenangan terbesar sepanjang sejarah kompetisi.

Advertisement

Como menyamai selisih delapan gol yang sebelumnya ditorehkan Liverpool dan Real Madrid.

Liverpool pernah menang 8-0 atas Besiktas, sedangkan Real Madrid mencatatkan skor serupa ketika menghadapi Malmo.

Selain itu, Como menjadi tim pertama sejak 1971 yang mampu mencetak sembilan gol dalam laga tandang di Piala Eropa.

Mereka juga menjadi klub kedua setelah Bayern Munchen yang membukukan sembilan gol dalam satu pertandingan Liga Champions.


Malam Gila

Gelandang Como asal Argentina bernomor punggung 10, Nicolas Paz, merayakan gol yang dicetaknya dalam pertandingan Liga Champions UEFA—putaran pertama hari keempat—antara Lens dan Como di Stadion Bollaert, Lens, Prancis bagian utara, pada 5 November 2026. (Francois LO PRESTI/AFP)

Kemenangan ketiga dari empat pertandingan membawa Como naik ke peringkat keempat klasemen dengan koleksi sembilan poin.

Hasil tersebut juga melanjutkan perjalanan impresif mereka pada musim debut di Liga Champions dengan torehan 19 gol.

"Ini malam yang luar biasa," ujar kapten Como, Lucas Da Cunha, dikutip dari Reuters.

"Kami memulai pertandingan dengan hasrat besar. Kami ingin meraih tiga poin, seperti yang selalu kami lakukan, dan malam ini kami berhasil mewujudkannya.

"Ini malam yang gila dengan hasil yang luar biasa, tetapi kami tidak boleh terlalu terbawa suasana," lanjutnya.


Hasil Mencolok

Pemain Como, Anastasios Douvikas (kedua dari kanan di latar belakang), merayakan gol pembuka bersama rekan-rekan setimnya dalam pertandingan fase awal Liga Champions antara Lens dan Como di Lens, Prancis, Kamis (5-11-2026) dini hari WIB. (Foto AP/Jean-Francois Badias)

Como sudah unggul 3-0 pada babak pertama, dengan Anastasios Douvikas mencetak dua gol. Setelah turun minum, mereka kembali menggetarkan gawang Lens sebanyak lima kali hanya dalam rentang 22 menit.

Douvikas melengkapi hattrick dalam periode tersebut. Lens sempat memperkecil ketertinggalan melalui Ruben Aguilar, sebelum Matteo Papaccioli menutup pesta gol Como pada masa injury time.

Perjalanan Como di Liga Champions musim ini telah menghadirkan sejumlah hasil mencolok. Mereka sebelumnya juga meraih kemenangan 4-1 atas RB Leipzig dan Manchester United.

Koleksi 19 gol Como dalam empat pertandingan pertama di kompetisi Eropa utama menyamai rekor Queens Park Rangers pada 1976.

QPR sebelumnya menjadi klub dengan jumlah gol terbanyak dalam empat laga awal di kompetisi Eropa utama.

Tim asuhan Cesc Fabregas selanjutnya akan menghadapi AEK Athena dan Real Betis. Como kemudian bakal menjalani dua pertandingan yang lebih berat pada League Phase, yakni melawan Paris Saint-Germain dan Barcelona.


Lens Catat Kekalahan Terburuk

Sebuah layar menampilkan skor akhir setelah pertandingan sepak bola fase pembuka Liga Champions antara Lens dan Como di Lens, Prancis, Kamis (5-11-2026) dini hari WIB. (Foto AP/Jean-Francois Badias)

Di sisi lain, Lens harus menerima kekalahan memalukan di hadapan pendukung sendiri. Klub Prancis tersebut berada di peringkat ke-33 klasemen dengan raihan tiga poin.

Kekalahan 1-9 dari Como menjadi yang terbesar bagi klub asal Prancis sepanjang sejarah Liga Champions.

Lens juga menjadi tim pertama dari lima liga top Eropa yang kebobolan sembilan gol di kandang sendiri dalam kompetisi Eropa.

"Satu-satunya kata yang terlintas di benak saya adalah perasaan terhina," kata Yannick Cahuzac, pelatih Lens, kepada Canal+.

"Kami didominasi dalam setiap aspek permainan. Sulit untuk menjelaskannya.

"Kebobolan dengan skor seperti itu sudah melampaui apa yang bisa dijelaskan melalui rencana permainan," ucapnya.

 

Sumber: Reuters

Berita Terkait