Lens Merasa Terhina usai Dibantai Como 1-9, Pelatih: Sulit Dijelaskan

Lens dihajar Como 1-9, sang pelatih, Yannick Cahuzac, akui merasa terhina.

Bola.com, Jakarta - Kekalahan telak dari Como di League Phase Liga Champions meninggalkan rasa pahit bagi Lens.

Pelatih Lens, Yannick Cahuzac, bahkan mengaku merasa terhina setelah timnya tak berdaya menghadapi wakil Italia tersebut dalam pertandingan matchday keempat Liga Champions, Kamis (5-11-2026) dini hari WIB.

Lens harus menerima kenyataan pahit setelah Como membungkam mereka dengan skor mencolok 9-1, di hadapan suporter sendiri di Stade Bollaert-Delelis, Lens.

Cahuzac mengakui timnya tidak mampu mengimbangi permainan lawan dan kesulitan menjelaskan apa yang terjadi di lapangan.

"Satu-satunya kata yang terlintas di benak saya adalah perasaan terhina," ujar Cahuzac kepada Canal+.

"Kami didominasi dalam setiap aspek permainan. Sulit untuk menjelaskannya."

"Kebobolan dengan skor seperti itu sudah melampaui apa yang bisa dijelaskan melalui rencana permainan," imbuh Cahuzac.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Catatan Buruk Lens

Hasil tersebut menjadi kekalahan terbesar yang pernah dialami klub Prancis dalam sejarah Liga Champions.

Lens juga mencatatkan pencapaian buruk sebagai tim pertama dari lima liga top Eropa yang kebobolan sembilan gol di kandang sendiri dalam kompetisi Eropa.

Lens kini berada di peringkat ke-33 klasemen fase liga dengan koleksi tiga poin.

Di sisi lain, Como mencatatkan malam bersejarah di Liga Champions. Kemenangan 9-1 atas Lens membuat klub Italia tersebut menyamai rekor selisih gol terbesar dalam sejarah kompetisi.

Como menyamai pencapaian Liverpool dan Real Madrid yang pernah menang dengan margin delapan gol. Liverpool mencatatkan kemenangan 8-0 atas Besiktas, sedangkan Real Madrid meraih hasil serupa ketika menghadapi Malmo.

Como juga menjadi tim pertama sejak 1971 yang mampu mencetak sembilan gol dalam pertandingan tandang di Piala Eropa.

Perjalanan Como

Klub yang dimiliki pengusaha Indonesia itu tercatat sebagai klub kedua setelah Bayern Munchen yang mampu membukukan sembilan gol dalam satu pertandingan Liga Champions.

Kemenangan tersebut menjadi yang ketiga bagi Como dari empat pertandingan di fase liga. Tim asuhan Cesc Fabregas tersebut kini menempati posisi keempat klasemen dengan sembilan poin.

Perjalanan Como pada musim debutnya di Liga Champions juga makin mengesankan. Mereka telah mencetak 19 gol, termasuk kemenangan 4-1 atas RB Leipzig dan Manchester United.

Jumlah tersebut menyamai rekor Queens Park Rangers pada 1976 sebagai klub dengan gol terbanyak dalam empat pertandingan pertama di kompetisi Eropa utama.

 

Sumber: Reuters

Persaingan Terkini

Video Populer

Foto Populer