Lens Merasa Terhina usai Dibantai Como 1-9, Pelatih: Sulit Dijelaskan

Lens dihajar Como 1-9, sang pelatih, Yannick Cahuzac, akui merasa terhina.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 05 November 2026, 08:20 WIB
Sebuah layar menampilkan skor akhir setelah pertandingan sepak bola fase pembuka Liga Champions antara Lens dan Como di Lens, Prancis, Kamis (5-11-2026) dini hari WIB. (Foto AP/Jean-Francois Badias)

Bola.com, Jakarta - Kekalahan telak dari Como di League Phase Liga Champions meninggalkan rasa pahit bagi Lens.

Pelatih Lens, Yannick Cahuzac, bahkan mengaku merasa terhina setelah timnya tak berdaya menghadapi wakil Italia tersebut dalam pertandingan matchday keempat Liga Champions, Kamis (5-11-2026) dini hari WIB.

Advertisement

Lens harus menerima kenyataan pahit setelah Como membungkam mereka dengan skor mencolok 9-1, di hadapan suporter sendiri di Stade Bollaert-Delelis, Lens.

Cahuzac mengakui timnya tidak mampu mengimbangi permainan lawan dan kesulitan menjelaskan apa yang terjadi di lapangan.

"Satu-satunya kata yang terlintas di benak saya adalah perasaan terhina," ujar Cahuzac kepada Canal+.

"Kami didominasi dalam setiap aspek permainan. Sulit untuk menjelaskannya."

"Kebobolan dengan skor seperti itu sudah melampaui apa yang bisa dijelaskan melalui rencana permainan," imbuh Cahuzac.


Catatan Buruk Lens

Gelandang asal Italia yang bermain untuk Como, Mattia Liberali (#30, tengah), merayakan gol ketujuh timnya bersama rekan-rekan setim dalam pertandingan UEFA Champions League putaran pertama hari keempat antara Lens dan Como di Stadion Bollaert, Lens, Prancis bagian utara, pada 5 November 2026. (Francois LO PRESTI/AFP)

Hasil tersebut menjadi kekalahan terbesar yang pernah dialami klub Prancis dalam sejarah Liga Champions.

Lens juga mencatatkan pencapaian buruk sebagai tim pertama dari lima liga top Eropa yang kebobolan sembilan gol di kandang sendiri dalam kompetisi Eropa.

Lens kini berada di peringkat ke-33 klasemen fase liga dengan koleksi tiga poin.

Di sisi lain, Como mencatatkan malam bersejarah di Liga Champions. Kemenangan 9-1 atas Lens membuat klub Italia tersebut menyamai rekor selisih gol terbesar dalam sejarah kompetisi.

Como menyamai pencapaian Liverpool dan Real Madrid yang pernah menang dengan margin delapan gol. Liverpool mencatatkan kemenangan 8-0 atas Besiktas, sedangkan Real Madrid meraih hasil serupa ketika menghadapi Malmo.

Como juga menjadi tim pertama sejak 1971 yang mampu mencetak sembilan gol dalam pertandingan tandang di Piala Eropa.


Perjalanan Como

Pemain Como, Anastasios Douvikas (kedua dari kanan di latar belakang), merayakan gol pembuka bersama rekan-rekan setimnya dalam pertandingan fase awal Liga Champions antara Lens dan Como di Lens, Prancis, Kamis (5-11-2026) dini hari WIB. (Foto AP/Jean-Francois Badias)

Klub yang dimiliki pengusaha Indonesia itu tercatat sebagai klub kedua setelah Bayern Munchen yang mampu membukukan sembilan gol dalam satu pertandingan Liga Champions.

Kemenangan tersebut menjadi yang ketiga bagi Como dari empat pertandingan di fase liga. Tim asuhan Cesc Fabregas tersebut kini menempati posisi keempat klasemen dengan sembilan poin.

Perjalanan Como pada musim debutnya di Liga Champions juga makin mengesankan. Mereka telah mencetak 19 gol, termasuk kemenangan 4-1 atas RB Leipzig dan Manchester United.

Jumlah tersebut menyamai rekor Queens Park Rangers pada 1976 sebagai klub dengan gol terbanyak dalam empat pertandingan pertama di kompetisi Eropa utama.

 

Sumber: Reuters


Persaingan Terkini

Berita Terkait