Bola.com, Jakarta - FIFA berencana mengadakan pembicaraan dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengenai kemungkinan membatasi usia pemain dalam cabang olahraga sepak bola putri di Olimpiade.
Wacana ini muncul di tengah kekhawatiran terhadap padatnya jadwal pertandingan dan beban yang harus ditanggung para pemain senior.
Ketentuan kelayakan pemain untuk Olimpiade Los Angeles 2028 telah ditetapkan. Bahkan, proses kualifikasi di sejumlah wilayah sudah dimulai.
Karena itu, perubahan aturan paling cepat baru bisa diterapkan pada Olimpiade Brisbane 2032. Meski demikian, sumber dari kedua organisasi menyebut FIFA dan IOC terbuka untuk berdialog.
Belum ada proposal resmi yang diajukan. Namun, FIFA dikabarkan tertarik mengkaji persoalan tersebut bersama IOC dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya, termasuk pemain serta asosiasi anggota yang tim nasionalnya rutin tampil di Olimpiade.
The Guardian menilai, penerapan batas usia akan mengubah secara signifikan karakter cabor sepak bola putri Olimpiade.
"Wacana tersebut pun memerlukan kajian mendalam, konsultasi, serta pertimbangan melalui mekanisme yang berlaku di FIFA dan IOC," tulis The Guardian.
Sepak Bola Putri di Olimpiade
Rencana itu berpotensi menuai kontroversi dan memicu penolakan dari para pemain internasional papan atas. Pasalnya, Olimpiade telah lama dianggap sebagai satu di antara ajang paling bergengsi dalam kalender sepak bola putri.
Pada edisi Paris 2024, timnas putri Amerika Serikat asuhan Emma Hayes berhasil meraih medali emas.
Sepanjang sejarah, gelar juara sepak bola putri Olimpiade telah diperebutkan dalam delapan edisi. Amerika Serikat menjadi negara tersukses dengan koleksi lima gelar.
Sepak bola putri juga memiliki nilai komersial yang besar bagi IOC, terutama di pasar Amerika Serikat, Eropa, dan Australia. Faktor tersebut bisa membuat IOC tidak serta-merta menerima usulan FIFA.
Sepak bola putri pertama kali dipertandingkan di Olimpiade Atlanta 1996. Saat itu, cabang olahraga tersebut masih berstatus amatir sehingga tidak memiliki aturan kelayakan pemain berdasarkan usia, berbeda dengan turnamen putra.
Tumbuh Pesat dan Profesional
Sepak bola masuk program Olimpiade pada 1908. Namun, IOC baru mengizinkan pemain profesional tampil pada 1984. Sebelumnya, FIFA bersikeras menjaga Piala Dunia tetap menjadi kompetisi utama, sekaligus mempertimbangkan padatnya kalender pertandingan.
Atas desakan FIFA, IOC kemudian menerapkan batas usia maksimal 23 tahun untuk turnamen putra pada 1992. Sejak 1996, setiap tim juga diperbolehkan membawa tiga pemain yang berusia di atas batas tersebut.
Pertumbuhan pesat dan makin profesionalnya sepak bola putri dalam satu dekade terakhir membuat jadwal pertandingan kian padat. Kalender 2028 bahkan diperkirakan menjadi yang paling sesak sejauh ini.
FIFA dinilai turut berkontribusi terhadap situasi tersebut. FIFA memilih meluncurkan Piala Dunia Antarklub Putri pada tahun yang sama dengan Olimpiade.
Jumlah Bertambah
Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah kompetisi yang melibatkan 16 tim tersebut pada 5–30 Januari, atau sekitar enam bulan sebelum pesta olahraga dunia berlangsung.
Piala Dunia Antarklub Putri diperkirakan mengganggu jadwal kompetisi klub-klub Eropa. Arsenal, Chelsea, atau Manchester City berpotensi absen dari kompetisi domestik hingga satu bulan jika mampu melaju ke fase akhir.
Mereka bisa melewatkan empat pertandingan Women's Super League serta putaran keempat Piala FA.
Besarnya peran sepak bola putri bagi IOC juga terlihat dari format di Los Angeles 2028. Untuk pertama kalinya, cabor putri akan diikuti lebih banyak tim dibandingkan kompetisi putra, yakni 16 tim berbanding 12.
Jumlah tersebut berbanding terbalik dengan Olimpiade Paris 2024.
Sumber: The Guardian