Bola.com, Jakarta - Suasana paddock MotoGP menjelang Grand Prix Qatar 2026 mulai mencair.
Setelah sempat diwarnai ketegangan akibat kekhawatiran pembalap terhadap situasi konflik di Timur Tengah, sejumlah rider kini memilih bersikap lebih positif setelah tiba di Doha.
Sebelumnya, sebagian besar pembalap sempat menunjukkan keengganan untuk melakukan perjalanan ke Qatar.
Keputusan Yamaha untuk tidak mengikuti seri ini serta kedatangan sejumlah pembalap yang dilakukan mendekati jadwal balapan turut membuat situasi semakin tidak menentu.
Namun, setelah tiba di Qatar dan menjalani agenda media pada Kamis (5/11/2026), tidak terlihat lagi penolakan terbuka dari para pembalap.
Francesco Bagnaia dan Pedro Acosta menjadi dua rider yang menyampaikan pernyataan bernada lebih bersahabat kepada penyelenggara.
Bagnaia Sempat Khawatir
Pembalap Ducati, Francesco Bagnaia, mengakui sempat merasa khawatir sebelum berangkat ke Qatar.
Pecco tidak menutupi perasaannya mengenai situasi yang harus dihadapi para pembalap menjelang seri tersebut.
"Benar, saya sempat sedikit khawatir. Saya tidak bisa menyembunyikan perasaan saya mengenai kedatangan ke sini," ujar Bagnaia, seperti dikutip dari Motorsport, Jumat (6/11/2026).
Meski demikian, pembalap asal Italia itu memilih mempercayai pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan balapan, termasuk Dorna (MGPSEG), penyelenggara, IRTA, dan pemerintah Qatar.
"Saya memutuskan sepenuhnya mempercayai Dorna, penyelenggara, IRTA, dan pemerintah. Saya pikir mereka semua bekerja demi keselamatan kami. Mereka telah menyediakan hampir semua hal yang kami minta," lanjutnya.
Bagnaia juga menilai suasana di paddock berjalan sesuai dengan ekspektasinya. Ia mengaku tidak lagi merasa takut terhadap kemungkinan serangan ketika sudah berada di Qatar.
"Saya memperkirakan suasana di paddock akan berjalan seperti biasanya. Saya merasa kami tidak perlu takut akan adanya serangan bom di sini. Satu-satunya kekhawatiran yang mungkin kami miliki adalah jika bandara ditutup," tuturnya.
Pedro Acosta Nilai Situasi di Qatar Terlihat Normal
Sikap serupa ditunjukkan pembalap KTM, Pedro Acosta. Ia memahami keputusan penyelenggara tetap menggelar balapan di Qatar tentu berdasarkan pertimbangan mengenai kondisi keamanan di negara tersebut.
"Jika mereka memutuskan untuk datang ke sini, saya memahami itu karena semuanya sudah terkendali," kata Acosta, dilansir dari Motorsport, Jumat (6/11/2026).
Pembalap asal Spanyol itu juga menyebut proses kedatangannya di Doha berlangsung normal. Setelah tiba, ia tidak melihat situasi yang jauh berbeda dari agenda balapan pada umumnya.
"Kedatangan kami berlangsung normal. Semuanya terlihat cukup normal," ujarnya.
Acosta tidak menampik pemberitaan media mengenai konflik di kawasan Timur Tengah bisa menimbulkan rasa takut.
Namun, ia menegaskan para pembalap tetap harus menjalankan tanggung jawab profesional kepada kejuaraan, tim, dan pihak yang mendukung mereka.
"Saya memahami jika Anda mulai membaca semua pemberitaan media, mungkin Anda bisa merasa cukup takut terhadap situasi ini. Namun, pada akhirnya, kami harus menjalankan kewajiban sesuai kontrak," ucapnya.
"Kami juga harus bersikap profesional terhadap kejuaraan, tim, dan merek yang terlibat," imbuh Acosta.
Sumber: Motorsport