Lewis Hamilton Ogah Dibungkam usai Bersitegang dengan Charles Leclerc: Saya Tidak Akan Minta Maaf

Lewis Hamilton menegaskan tidak akan meminta maaf atas kritiknya terhadap Charles Leclerc setelah insiden di F1 GP Meksiko 2026.

BolaCom | Merisa AmandaDiterbitkan 06 November 2026, 16:45 WIB
Lewis Hamilton, Ferrari. (Bola.com/formula1.com)

Bola.com, Jakarta - Lewis Hamilton kembali angkat bicara mengenai perselisihannya dengan rekan setimnya di Ferrari, Charles Leclerc, setelah insiden di Formula 1 GP Meksiko 2026.

Pembalap asal Inggris itu menilai Leclerc cenderung lebih agresif ketika berduel dengannya.

Advertisement

Insiden itu terjadi pada lap pertama Grand Prix Meksiko 2026, Minggu (1/11/2026), di Sirkuit Autodromo Hermanos Rodriguez.

Leclerc mendapat penalti lima detik setelah memotong chicane dan memperoleh keuntungan dari manuver tersebut.

Menjelang GP Brasil, Hamilton menegaskan tidak menyesali pernyataannya. Ia bahkan menyatakan tidak akan meminta maaf hanya karena kritiknya mendapat respons negatif.


Hamilton Sebut Leclerc Lebih Agresif Saat Melawannya

Pembalap Ferrari asal Inggris, Lewis Hamilton (kiri), diikuti oleh rekan setimnya, Charles Leclerc dari Monako, setelah dimulainya balapan Formula 1 Grand Prix Meksiko di Mexico City, Senin (2-11-2026) dini hari WIB. (Foto AP/Fernando Llano)

Hamilton mengaku melihat perbedaan sikap Leclerc ketika berduel dengannya dibandingkan saat menghadapi pembalap lain.

"Ya. Saya melihat apa yang kalian lihat," ujar Hamilton, dilansir dari Motorsport, Jumat (6/11/2026).

Ia kemudian membandingkan insiden tersebut dengan situasi di GP Singapura. Menurutnya, Leclerc pernah memiliki kesempatan untuk merebut posisi terdepan, tetapi memilih mengalah.

"Di Singapura, dia berada sepenuhnya di sisi dalam saat memasuki Tikungan 1. Dia sebenarnya sudah berhasil merebut posisi terdepan, tetapi kemudian memilih untuk mengalah. Situasinya jelas berbeda," katanya.


Hamilton Kecewa Ferrari Kehilangan Peluang

Pembalap Ferrari asal Inggris, Lewis Hamilton, sedang mengemudi pada sesi kualifikasi Q2 Formula One Grand Prix Belanda di Sirkuit Zandvoort, Belanda bagian barat, pada 30 Agustus 2025. (NICOLAS TUCAT/AFP)

Hamilton mengakui masih merasa frustrasi dengan insiden di Meksiko. Ia menilai Ferrari sebenarnya memiliki peluang untuk meraih hasil lebih baik, bahkan mengamankan posisi pertama dan kedua.

"Secara alami, saya memang merasa frustrasi, dan sampai sekarang saya masih merasakannya," ujar Hamilton.

Ia juga mengapresiasi kerja keras Ferrari dalam mengembangkan mobil sepanjang musim. Namun, menurutnya, tim perlu memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Kami memiliki kesempatan untuk menang sebagai sebuah tim. Kami sebenarnya bisa dengan mudah meraih posisi satu dan dua. Kami harus berupaya memastikan kejadian seperti ini tidak terulang lagi," tuturnya.


Hamilton Tegaskan Tidak Akan Meminta Maaf

Pembalap Ferrari asal Inggris, Lewis Hamilton, terlihat setelah bendera merah dikibarkan akibat jarak pandang yang buruk, sehingga menunda dimulainya Grand Prix Formula Satu Belgia di sirkuit Spa-Francorchamps, Spa, pada 27 Juli 2025. (YVES HERMAN/POOL/AFP)

Pernyataan Hamilton setelah GP Meksiko menuai kritik dari sejumlah pihak. Namun, ia tidak merasa perlu meminta maaf dan menegaskan komentarnya merupakan ungkapan spontan atas situasi yang dialaminya saat balapan.

"Ketika sedang balapan, detak jantung Anda bisa mencapai 170 kali per menit. Anda sedang mengemudi dengan kecepatan 200 mil per jam. Anda tidak punya waktu untuk memperhitungkan setiap perkataan atau memikirkan apa yang akan ditulis media," jelasnya.

Hamilton kemudian menegaskan tidak menyesali pernyataannya dan tidak akan mengubah sikap hanya karena mendapat kritik.

"Saya tidak menyesalinya. Saya tidak akan pernah meminta maaf karena menjadi diri sendiri dan bersikap apa adanya. Saya tidak akan dibungkam. Saya tidak pernah dibungkam," tegasnya.

Sumber: Crash

Berita Terkait