Cerita Atlet-Atlet Filipina Penggemar Kevin Sanjaya: Memilih Badminton di Negeri Basket, Happy Banget Ikut Turnamen di Kudus

Cerita atlet muda Filipina yang jatuh hati dengan bulu tangkis, saat negaranya didominasi bola basket.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 06 November 2026, 19:30 WIB
Tim bulutangkis putra Mia Elite Filipina mengikuti turnamen MilkLife Superliga Junior 2026 di Kudus, Jawa Tengah. (Bola.com/Wiwig Prayugi)

Bola.com, Kudus - Bagi masyarakat Filipina, bola basket sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Olahraga tersebut begitu populer dan seolah tak tergoyahkan dari posisi nomor satu. Namun, di tengah dominasi basket, bulu tangkis perlahan mulai mendapatkan tempat di hati anak-anak Filipina.

Salah satu gambaran menarik datang dari tim bulu tangkis putra Mia Elite Sports Filipina. Klub yang berbasis di Pasay itu menjadi satu di antara peserta internasional dalam turnamen MilkLife Superliga Junior 2026 di Kudus, Jawa Tengah, pada 2-8 November 2026.

Advertisement

Bagi John Vincent S. Macabenta, pemain putra Filipina U-19, keikutsertaan di turnamen ini menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus kesempatan berharga untuk merasakan atmosfer persaingan bulu tangkis di Indonesia.

"Ya, kalau di Filipina olahraga nomor satu itu bola basket, tetapi kami tertarik dengan bulu tangkis," ujar John.

Ketertarikan tersebut juga membuat John dan rekan-rekannya menjadikan Indonesia sebagai salah satu kiblat dalam mempelajari olahraga tepok bulu. Bukan tanpa alasan, Indonesia memiliki sejarah panjang dan tradisi kuat dalam melahirkan pemain-pemain bulu tangkis kelas dunia.


Idolakan Kevin Sanjaya

Legenda PB Djarum, Kevin Sanjaya Sukamuljo. (Bola.com/PB Djarum)

Bahkan, sejumlah pemain Indonesia menjadi idola bagi anak-anak Mia Elite Sports. Nama Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon termasuk yang paling mereka kagumi.

"Menurut saya Kevin Sanjaya dan Praveen Jordan. Kevin pemain yang sangat bagus, gerakan tangannya cepat. Saya juga selalu melihat pemain ganda putra Indonesia di setiap turnamen," kata John.

Kesempatan tampil di MilkLife Superliga Junior 2026 pun menjadi pengalaman tersendiri. Mereka harus berhadapan dengan pemain-pemain dari klub Indonesia yang memiliki jam terbang dan pengalaman kompetisi cukup tinggi.

John mengakui persaingan di Indonesia terasa lebih ketat. Jumlah pemain dan klub yang banyak membuat setiap pertandingan menjadi tantangan sekaligus kesempatan untuk belajar.

"Di Indonesia sudah sangat banyak pemain dan klub, jadi persaingannya ketat. Kami belajar banyak di sini," tuturnya.

Namun, pengalaman di Kudus bukan semata-mata soal pertandingan dan mengejar kemenangan. Ada hal lain yang membuat John dan rekan-rekannya menikmati perjalanan mereka di Indonesia, mulai dari keramahan masyarakat hingga kuliner lokal.

"Yang terutama, kami sangat senang karena orang-orang di sini ramah, makanannya enak, dan semuanya menyenangkan," ucap John.


Akademi Baru, Kolaborasi dengan Malaysia

MIA Sports Center terus memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan bulu tangkis di Filipina. Terbaru, fasilitas olahraga yang dipimpin Melvin Nubla tersebut menjalin kerja sama dengan New Vision Badminton Academy (NVBA), salah satu akademi bulu tangkis ternama asal Malaysia.

Kolaborasi ini melahirkan NVBA-MIA Badminton Academy yang mulai beroperasi pada Agustus 2026. Kehadiran akademi tersebut membawa sistem pelatihan berstandar internasional ke Filipina, khususnya untuk mengembangkan pemain junior dan atlet elite.

Melalui kerja sama ini, MIA Sports Center tidak hanya mengandalkan fasilitas latihan, tetapi juga menghadirkan program pembinaan yang diawasi langsung oleh manajemen NVBA di Malaysia. Sejumlah pelatih Malaysia akan didatangkan secara berkala untuk memimpin latihan dan meningkatkan kualitas kepelatihan lokal.

Tak hanya pemain, para pelatih Filipina juga mendapat kesempatan mengikuti pelatihan dan menimba pengalaman di luar negeri. Program tersebut diharapkan mampu menjaga konsistensi standar pembinaan di MIA Sports Center.

Berita Terkait