Sukses


Siapa Rider MotoGP Paling Cocok dengan Michelin? Ini Analisisnya

Bola.com, - Mulai musim depan seluruh pebalap MotoGP harus menggunakan ban Michelin yang dipilih menjadi penyuplai tunggal menggantikan Bridgestone. Sejumlah pebalap masih kesulitan beradaptasi dengan ban ini.

Salah satu keluhan terlontar dari juara dunia MotoGP 2013 dan 2014, Marc Marquez. Pebalap Spanyol itu sudah terjatuh empat kali dalam dua kali tes pramusim.

Salah satu penyebabnya adalah kesulitan beradaptasi dengan ban Michelin. Lalu siapakah pebalap yang gaya membalapnya paling cocok dengan karakteristik ban Michelin? Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa, atau Marc Marquez? 

Dani Pedrosa

Seperti dilansir situs Pecino GP, Senin (30/11/2015), yang paling cocok dengan karakteristik ban Michelin adalah pebalap yang bergaya halus dan progresif. Nomor satu di kategori ini adalah rider Honda, Dani Pedrosa. Jika Marquez punya gaya membalap sangat agresif, Dani lebih halus dan luwes di tikungan.

Dani Pedrosa dan Marc Marquez (AFP/Robert Michael)

Marc Marquez

Di atas kertas, filosofi ban Michelin bakal berefek negatif utuk Marc Marquez. Tetapi, Baby Alien masih muda dan mudah beradaptasi, serta pebalap yang istimewa. Fase adaptasi mungkin membuatnya beberapa kali terjatuh saat sesi tes pramusim.

Maklum, gaya membalapnya sangat bertentangan dengan karakteristik ban Michelin. Namun, seperti yang terlihat saat tes pramusim di Sirkuit Valencia, 10-11 November 2015, Marquez bisa mencatatkan waktu tercepat. Usia yang masih muda, talenta, dan hasrat yang besar bakal membantu Marquez mengatasi kesulitan beradaptasi dengan Michelin.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 2 halaman

1

Jorge Lorenzo

Lalu bagaimana dengan juara dunia MotoGP 2015, Jorge Lorenzo? Jika merujuk teori, ban Michelin tak akan bekerja sebaik untuk Pedrosa. Namun, Michelin juga tak terlalu buruk untuk Lorenzo. X-Fuera adalah pebalap yang butuh motor yang bisa memenuhi kebutuhannya. Motor yang bisa menyuplai apa yang ingin dilakukannya.

Di sisi lain, Marquez tak peduli hal seperti itu. Anda memberinya scooter dan Marquez akan melaju menggunakan motor itu. Kekuatan utama Lorenzo adalah seorang pebalap tipe pekerja. Butuh waktu baginya beradaptasi dengan Michelin. Tetapi dengan bantuan tim, dia akan bisa menemukan performa terbaik.

Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi ( AFP PHOTO / JOSEP LAGO )

Valentino Rossi

Sekarang pertanyaan terbesar: bagaimana dengan Valentino Rossi? Apakah dia bakal kembali menjadi Rossi yang dulu? Ini mungkin jadi pertanyaan kunci. Jangan lupa, musim depan usia The Doctor telah menginjak 37 tahun dan akan menjalani tahun ke-21 di kancah Grand Prix.

Dia telah melihat banyak perubahan dan adaptasi selama jadi pebalap. Lihat saja pengalamannya: mulai 500 cc ke MotoGP; dari Michelin ke Bridgestone; dari MotoGP 990 cc ke MotoGP 800 cc, dan dari MotoGP 800 cc ke MotoGP 1.000 cc.

Mampukah Rossi kembali ke Michelin? Di atas kertas, Rossi sepertinya butuh usaha keras untuk bisa menembus posisi tiga besar musim depan. Tapi, dengan Rossi segalanya sangat sulit diprediksi. Jadi, sebaiknya nikmati saja penampilan The Doctor pada musim depan.

 

Video Populer

Foto Populer