Sukses


Para Pemain Real Madrid Merayakan Kekalahan Telak Barcelona, Saling Sindir via WhatsApp

Bola.com, Jakarta - Pemain Real Madrid, Toni Kroos, mengatakan bahwa rekan setimnya merayakan kekalahan telak Barcelona dari Bayern Munchen pada perempat final Liga Champions. Kroos tak bisa menjelasakan perayaan seperti apa, namun yang jelas, mereka saling menyindir via media sosial WhatsApp.

Bayern Munchen tampil begitu perkasa hingga membuat Barcelona tidak berdaya. Pada saat wasit meniupkan peluit panjang, klub berjuluk Blaugrana tersebut kalah dengan skor memalukan 2-8.

Lebih menyakitkannya lagi, Barcelona kebobolan dua gol oleh pemain yang berusaha mereka singkirkan pada bursa transfer musim panas lalu, Philippe Coutinho. Perlu diketahui kalau Coutinho belum sepenuhnya lepas dari Barcelona saat ini.

Hasil tersebut terus menjadi perbincangan dalam beberapa hari ke depan. Itu juga yang mnenjadi topik perbincangan gelandang Real Madrid, Toni Kroos, dengan Einfach mal Luppen Podcast baru-baru ini.

Pemain berkebangsaan Jerman tersebut mengatakan bahwa rekan-rekan setimnya tenggelam dalam euforia saat tahu kalau Barcelona kalah dengan meyakitkan. Mereka saling bertukar pesan melalui media sosial Whatsapp.

"Saya tidak bisa menunjukkan semua yang telah dikatakan, tetapi anda bisa membayangkan bahwa tidak ada rasa belas kasihan di dalam sana. Ada beberapa selebrasi yang jahat di sana," ujar Kroos.

Ingin lihat jadwal pertandingan, hasil pertandingan dan highlights pertandingan Liga Champions, silakan klik di sini.

Jika kalian juga ingin melihat jadwal pertandingan, hasil pertandingan dan cuplikan pertandingan Liga Europa, silakan klik di sini.

 

2 dari 3 halaman

Sama Seperti 2019

Hal semacam ini rupanya tidak hanya terjadi sekali saja. Kroos mengungkapkan bahwa pemain Real Madrid juga turut bersuka cita saat klub Italia, AS Roma, sukses menyingkirkan Barcelona pada babak perempat final tahun 2018 lalu.

Pada saat itu, Barcelona sudah menapakkan satu kaki di babak semifinal usai menang dengan skor 4-1 pada leg pertama. Tapi pada leg kedua, mereka kalah dengan skor 0-3 dan tersingkir karena regulasi agresivitas gol tandang.

"Orang-orang berlari sembari berteriak dan memasuki setiap ruangan. Semuanya memang hidup sepert ini di sini," tutup Kroos dalam podcast tersebut.

Real Madrid sendiri, pada musim ini, hanya mampu bertahan sampai babak 16 besar. Mereka dipastikan tersingkir setelah menelan kekalahan pada leg kedua melawan raksasa Inggris, Manchester City.

Sumber: Marca

Disadur dari: Bola.net (Yaumil Azis, published 20/8/2020)

3 dari 3 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer