Pemerintah Inggris Keluarkan Peringatan Serius bagi Suporter Three Lions Jelang Piala Dunia 2026

Suporter Timnas Inggris mendapat peringatan keamanan jelang Piala Dunia 2026.

Bola.com, Jakarta - Pemerintah Inggris mengeluarkan peringatan serius bagi para pendukung Timnas Inggris yang berencana melakukan perjalanan ke Piala Dunia 2026.

Turnamen sepak bola terbesar di dunia itu akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, dan The Three Lions diperkirakan kembali menjadi satu di antara pusat perhatian.

Tim Inggris akan terbang ke Amerika Utara dengan status sebagai satu di antara tim paling impresif saat ini.

Di bawah arahan Thomas Tuchel, Inggris berusaha mengakhiri puasa gelar selama enam dekade. Performa Harry Kane dan rekan-rekan pun memberi alasan kuat untuk optimistis.

Inggris menutup fase kualifikasi dengan catatan sempurna, menjadi negara Eropa pertama yang memenangkan seluruh delapan pertandingan tanpa kebobolan satu gol pun.

Namun, peringatan yang disampaikan Perdana Menteri, Keir Starmer, pekan ini sama sekali tidak berkaitan dengan performa tim atau kekhawatiran keamanan umum di Amerika Serikat. Fokus utama justru tertuju pada Meksiko, satu di antara negara tuan rumah Piala Dunia 2026.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 4 halaman

Pemerintah Inggris Ingatkan Suporter

Kendati seluruh laga fase grup Inggris, melawan Kroasia, Ghana, dan Panama, akan digelar di Amerika Serikat, fase gugur berpotensi membawa mereka ke Meksiko.

Inilah yang mendorong pemerintah Inggris mengeluarkan peringatan khusus, meski biaya tiket pertandingan dan minuman di sana diperkirakan lebih terjangkau.

Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan Inggris (FCDO) merilis serangkaian imbauan, dari konsumsi alkohol hingga risiko kriminalitas dan aparat palsu.

Peringatan ini muncul seiring mulai banyaknya suporter yang memesan tiket penerbangan dan akomodasi untuk turnamen musim panas tersebut.

Dalam pernyataan resminya, FCDO menegaskan:

"Jangan meninggalkan makanan dan minuman tanpa pengawasan di bar atau restoran. Penjahat diketahui merampok atau menyerang wisatawan setelah memberi mereka obat. Alkohol yang tercemar telah menyebabkan penyakit serius atau kehilangan kesadaran. Jika Anda memiliki kekhawatiran, mintalah saran dari operator tur atau otoritas setempat. Terdapat kasus kematian dan penyakit serius akibat minuman beralkohol yang mengandung metanol di Meksiko."

3 dari 4 halaman

Waspada

Suporter Inggris dikenal memiliki sejarah kerap berurusan dengan otoritas setempat saat bepergian ke luar negeri.

Di Meksiko, risiko tersebut dinilai lebih besar, terutama jika berhadapan dengan pihak yang tidak memiliki kewenangan resmi.

FCDO juga memperingatkan:

"Waspadai penjahat yang menyamar sebagai petugas polisi dan mencoba mendenda atau menangkap Anda tanpa alasan. Mereka kerap menargetkan wisatawan yang mengendarai mobil sewaan. Beberapa petugas polisi yang sah juga diketahui memeras wisatawan atas dugaan pelanggaran kecil atau pelanggaran lalu lintas."

Selain itu, para pendukung diminta ekstra waspada terhadap pencopetan dan pencurian, yang disebut umum terjadi, khususnya di transportasi publik.

Pemerintah Inggris menyarankan agar wisatawan menghindari penggunaan pakaian, perhiasan, atau jam tangan mencolok, serta membatasi jumlah uang tunai dan kartu kredit yang dibawa.

4 dari 4 halaman

Masalah Keamanan Tak Hanya di Meksiko

Namun, tantangan keamanan Piala Dunia 2026 tidak berhenti di Meksiko. Turnamen ini berlangsung di kawasan dunia yang sedang diliputi berbagai ketegangan. Bahkan, situasi di Amerika Serikat disebut-sebut menyimpan persoalan yang tak kalah besar.

Sejumlah pihak menyerukan agar Amerika Serikat dicopot dari status tuan rumah, dengan presenter Sky Sports, Jeff Stelling, menyebut Inggris sebagai alternatif potensial.

Di sisi lain, beberapa negara peserta Piala Dunia 2026 saat ini masuk daftar pembatasan perjalanan Amerika Serikat.

Beberapa pekan lalu, hampir 17.000 suporter dilaporkan membatalkan tiket mereka karena kekhawatiran terhadap meningkatnya konflik Donald Trump dengan Venezuela, yang juga berdampak pada hubungan AS dengan Kolombia dan Kuba dalam beberapa bulan terakhir.

Ketegangan terbaru muncul antara Amerika Serikat dan Eropa. Ambisi Gedung Putih untuk mengambil alih Greenland makin menguat, diiringi kritik terbuka Trump terhadap NATO serta ancaman penggunaan "kekuatan berlebihan" untuk menguasai wilayah Denmark tersebut.

 

Sumber: Give Me Sport

Video Populer

Foto Populer