Benfica Vs Real Madrid di Liga Champions: Jose Mourinho Anggap Alvaro Arbeloa Seperti Anak Sendiri

Manajer veteran asal Portugal itu pernah melatih Arbeloa saat menangani Real Madrid pada periode 2010–2013.

Bola.com, Jakarta - Pelatih Benfica, Jose Mourinho, menyebut pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, seperti salah satu anaknya jelang pertemuan kedua tim di Liga Champions, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB.

Manajer veteran asal Portugal itu pernah melatih Arbeloa saat menangani Real Madrid pada periode 2010–2013.

Kebersamaan itu membuat Jose Mourinho memiliki hubungan yang sangat kuat dengan mantan bek tersebut, terutama di ruang ganti Madrid yang kala itu tengah terpecah.

Pernyataan Mourinho pekan lalu tentang dirinya yang terkejut melihat manajer minim pengalaman menangani klub besar Eropa sempat dianggap sebagai sindiran kepada Arbeloa, yang baru ditunjuk sebagai pelatih Madrid. Namun, Jose Mourinho menegaskan ia tidak pernah berniat menyulitkan mantan anak asuhnya itu.

“Ada satu masalah, baik Chivu maupun Arbeloa adalah anak-anak saya, mereka bukan sekadar mantan pemain saya, tetapi mereka spesial,” kata Mourinho dalam konferensi pers pada Selasa (27/1/2026) waktu setempat.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 5 halaman

Arbeloa, Favorit Mourinho dari Sisi Kemanusiaan

Jose Mourinho lalu menjelaskan secara khusus kedekatannya dengan Alvaro Arbeloa, yang menurutnya memiliki kualitas manusiawi luar biasa.

“Berbicara tentang Alvaro, saya akan mengatakan dia adalah salah satu pemain, dari sudut pandang manusia, dari sudut pandang pribadi, dan empati personal, dia adalah salah satu favorit saya sepanjang masa,” ujar Mourinho.

Ia juga menambahkan penilaian jujur tentang kualitas sang mantan bek: “Jelas dia bukan pemain terbaik yang pernah bermain untuk Real Madrid, tetapi dia jelas salah satu pria terbaik yang pernah bermain untuk saya di Real Madrid.”

Mourinho juga menepis anggapan komentarnya merupakan sindiran. Ia mencontohkan pengalamannya ketika mendapat kesempatan melatih Benfica pada awal karier kepelatihannya pada 2000.

“Hal terakhir yang akan saya lakukan adalah memberikan tekanan kepadanya. Saya ingin semuanya berjalan baik untuknya, dan saya ingin dia memiliki karier kepelatihan yang fantastis,” jelas pelatih berusia 63 tahun itu.

3 dari 5 halaman

Antara Guru dan Murid: Tidak Perlu Telepon

Jose Mourinho mengungkapkan ia belum berbicara langsung dengan Alvaro Arbeloa sejak pelatih berusia 43 tahun itu menggantikan Xabi Alonso. Namun, menurutnya hal itu tidak diperlukan.

“Nomor telepon saya sangat rumit, karena hanya ada nomor klub, lalu setelah itu hanya keluarga saya yang memilikinya, dan kemudian ponsel saya yang lain selalu berubah, berubah, berubah,” kata Mourinho.

“Orang-orang kehilangan kontak saya dan saya juga kehilangan kontak mereka, dan dengan Alvaro tidak perlu ada telepon untuk mengatakan ‘semoga beruntung’, dia sudah tahu itu.”

“Dengan cara yang sama seperti saya ingin Real Madrid memenangkan pertandingan, Alvaro ingin mengalahkan Benfica, tetapi setelah itu dia berharap Benfica selalu menang, itu pasti — tidak perlu telepon,” lanjutnya.

Mourinho juga mengakui bahwa ia belum bisa menilai kualitas Arbeloa sebagai pelatih karena belum menyaksikan langsung tim cadangan atau tim muda Madrid.

“Saya tidak bisa menganalisis dia sebagai pelatih karena saya tidak mengenalnya sebagai sosok itu. Saya hanya melihat hasilnya, tidak mengikuti langsung perkembangan para pemain muda Madrid," ujar Mourinho.

"Saya tidak punya nasihat apa pun untuknya. Satu-satunya hal yang penting bagi saya adalah dia bahagia dan menikmati pekerjaannya, karena melatih saat ini adalah misi yang sangat sulit,” lanjutnya.

4 dari 5 halaman

Arbeloa Tersentuh, Tekanan Tetap Jadi Bagian Madrid

Dari kubu Real Madrid, Arbeloa mengaku bisa saja menghubungi Mourinho, tetapi memilih tidak terlalu mengganggunya.

“Saya benar-benar bangga mendengar semua yang dia katakan tentang saya, saya merasa emosional dan bahagia,” kata Arbeloa, yang mengakui mengikuti konferensi pers Mourinho.

“Jose lebih dari sekadar pelatih bagi saya. Dia sangat penting dalam karier saya dan hari ini saya menganggapnya sebagai sahabat dekat, jadi saya berterima kasih atas kata-katanya. Saya menantikan bertemu dengannya besok dan memberinya pelukan besar,” ujar Arbeloa.

Sementara itu, bek Madrid Alvaro Carreras mengingatkan bahwa tekanan selalu menyertai klub sebesar Real Madrid, bahkan ketika tim sedang dalam tren positif.

“Kami mungkin sedang berada dalam momen yang bagus, tetapi jika besok sesuatu yang buruk terjadi maka itu akan menjadi periode terburuk Madrid lagi,” kata Carreras.

“Saya suka tekanan, saya merasa nyaman… tanpa tekanan ini, klub ini tidak akan menjadi klub yang dicintai semua penggemar," lanjutnya.

Madrid bisa memastikan tiket ke babak 16 besar dengan kemenangan, sementara Benfica wajib menang dan berharap hasil lain berpihak agar bisa melaju ke babak play-off.

Sumber: NDTV Sport

5 dari 5 halaman

Persaingan di Liga Champions

Video Populer

Foto Populer