Tersingkir dari Liga Champions, Chivu Jujur: Inter Kalah Energi dari Bodo/Glimt

Kekalahan menyakitkan harus diterima Inter Milan saat menjamu Bodo/Glimt pada leg kedua playoff Liga Champions di San Siro.

Bola.com, Jakarta - Kekalahan menyakitkan harus diterima Inter Milan saat menjamu Bodo/Glimt pada leg kedua playoff Liga Champions di San Siro. Alih-alih membalikkan keadaan, Nerazzurri justru kembali tumbang dan dipastikan tersingkir dari kompetisi elite Eropa tersebut.

Inter sebenarnya datang dengan harapan besar setelah tertinggal 1-3 pada pertemuan pertama di Norwegia. Bermain di kandang sendiri, mereka berusaha mendominasi permainan dan menekan sejak awal laga demi menjaga peluang lolos.

Namun realitas di lapangan berkata lain. Meskipun menguasai bola dan menciptakan beberapa peluang, Inter kesulitan membongkar pertahanan disiplin tim tamu. Bodo/Glimt tampil efektif dan memanfaatkan kesalahan tuan rumah untuk mencuri kemenangan.

Gol pembuka datang setelah blunder Manuel Akanji yang dimanfaatkan Jens Petter Hauge, sebelum Hakon Evjen menambah keunggulan tim tamu. Upaya Inter hanya menghasilkan satu gol balasan lewat Alessandro Bastoni yang datang terlambat untuk mengubah jalannya pertandingan.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Chivu: Inter Sudah Berusaha Maksimal

Pelatih Inter, Cristian Chivu, menilai timnya sebenarnya sudah mencoba segala cara untuk membongkar pertahanan lawan sejak menit awal. Namun organisasi permainan Bodo/Glimt membuat tugas Inter menjadi sangat sulit.

“Sejak awal kami mencoba segalanya. Kami menghadapi tim yang sangat terorganisasi dengan blok pertahanan rendah, hampir seluruh pemain mereka berada di belakang bola,” ujar Chivu.

“Kemungkinan besar karena kami tidak mampu mencetak gol lebih dulu, mereka jadi lebih nyaman secara psikologis. Mereka tahu kami butuh dua gol hanya untuk memaksa pertandingan ke perpanjangan waktu.”

Menurut Chivu, Inter tidak bisa menyalahkan kondisi lapangan ataupun faktor lain. Timnya sudah mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki sepanjang pertandingan.

 

Energi Bodo/Glimt Jadi Pembeda

Chivu juga menyoroti faktor energi sebagai salah satu alasan utama timnya kesulitan mengimbangi permainan lawan. Ia menilai Bodo/Glimt datang dengan kondisi fisik yang lebih segar dibandingkan Inter.

“Saya tidak bisa menyalahkan para pemain, mereka sudah memberikan segalanya. Namun di babak kedua, Bodo memiliki energi yang jauh lebih besar dibandingkan kami,” jelasnya.

“Kami mencoba memecah kebuntuan dengan berbagai cara, tetapi setelah jeda mereka justru mencetak dua gol. Mereka sangat terorganisasi dan tahu persis apa yang harus dilakukan setelah menang 3-1 di leg pertama.”

Pelatih asal Rumania itu juga mengakui tim lawan pantas mendapatkan tiket ke babak selanjutnya. Menurutnya, performa Bodo/Glimt sepanjang dua leg memang layak diapresiasi.

 

Inter Kini Fokus ke Serie A

Tersingkir dari Liga Champions tentu menjadi pukulan bagi Inter. Meski begitu, Chivu menegaskan timnya harus segera bangkit dan mengalihkan fokus ke kompetisi domestik.

Saat ini Inter masih memimpin klasemen Serie A dengan keunggulan cukup jauh. Selain itu, mereka juga masih berpeluang meraih trofi lain melalui Coppa Italia.

“Sulit menjaga energi ketika Anda bermain setiap tiga hari. Saya tidak bisa meminta lebih dari para pemain malam ini,” kata Chivu.

“Ada kekecewaan besar karena kami ingin setidaknya tampil kompetitif di Eropa. Tapi kami harus memberi kredit kepada lawan atas apa yang mereka capai. Sekarang kami harus membuka lembaran baru dan terus melangkah.”

Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer