Janji Ambisius Pep Guardiola Setelah Man City Babak Belur dan Angkat Koper dari Liga Champions

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, memuji Arsenal tak lama setelah timnya angkat koper dari Liga Champions 2025/2026.

Bola.com, Manchester - Pep Guardiola berjanji Manchester City akan kembali lebih kuat musim depan setelah Real Madrid kembali mengakhiri harapan mereka di Liga Champions untuk keempat kalinya dalam lima tahun terakhir, Rabu (18/3/2026) dini hari WIB. 

City sudah menghadapi tugas berat pada leg kedua babak 16 besar setelah kalah 0-3 di Santiago Bernabeu pekan lalu. Situasi semakin sulit pada menit ke-20 ketika kapten Bernardo Silva dikartu merah karena menghentikan tembakan Vinicius Junior dengan tangan di garis gawang, yang kemudian berujung penalti dan sukses dikonversi oleh pemain Brasil tersebut.

Erling Haaland sempat memperkecil ketertinggalan, gol pertamanya sejak 17 Februari. Namun, meski tampil cukup solid, City tetap gagal bangkit.

“Mereka selalu menunjukkan semangat,” kata Guardiola tentang para pemainnya.

“Setelah tertinggal 3-0, lalu 4-0, dan bermain 10 melawan 11, itu hampir mustahil. Tapi masa depan akan cerah dan musim depan kami akan kembali.”

“Kami belajar, banyak pemain baru. Tapi olahraga selalu tentang tantangan. Kami pulang dengan perasaan bahwa kami tidak bisa memainkan pertandingan dengan semestinya karena bermain 10 lawan 11, jadi sulit melihat apa yang sebenarnya bisa terjadi.”

“Hari ini hasilnya 5-1, kami mengucapkan selamat kepada Madrid. Tapi saya menyukai cara kami memulai laga, dan saya ingin melihat pertandingan berjalan 11 lawan 11. Namun begitulah sepak bola. Madrid adalah tim luar biasa yang akan menghukum setiap kesalahan yang Anda buat.”   

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Harus Bangkit

Setelah hasil imbang yang merugikan melawan West Ham United, di antara dua kekalahan dari Real Madrid, Manchester City harus segera bangkit untuk menghadapi final Carabao Cup melawan Arsenal pada hari Minggu.

“Ketika kami tersingkir (dari Liga Champions) dan melihat posisi kami di Premier League, kami memang belum menjadi tim yang komplet. Itu kenyataannya, saya tidak akan menyangkalnya,” ujar Pep Guardiola.

Kartu merah di babak pertama untuk kapten Bernardo Silva juga berdampak besar terhadap harapan City untuk bangkit di leg kedua.

“Saya pernah berada di Manchester City ketika kami benar-benar menjadi tim yang utuh dalam semua aspek. Saat ini kami belum sampai di level itu,” lanjut Guardiola.

“Namun kami masih punya final pada Minggu, lalu ada perempat final FA Cup melawan Liverpool di sini, dan masih ada Premier League yang harus diperjuangkan serta diselesaikan dengan baik.”

“Kami harus menyiapkan keputusan yang tepat untuk musim depan, dan musim depan kami akan kembali ke Liga Champions. Itulah yang harus kami lakukan," imbuh Guardiola setelah timnya tersingkir. 

 

 

Hadapi Tim Terbaik di Inggris dan Eropa

Pep Guardiola juga memuji Arsenal tak lama setelah timnya angkat koper dari Liga Champions 2025/2026. Man City tersingkir setelah kalah 1-2 dari Real Madrid pada leg kedua babak 16 besar di Stadion Etihad, Rabu (18/3/2026) dini hari WIB. 

Dengan hasil ini, City menelan kekalahan agregat 2-5. Seperti diketahui, pada leg pertama di markas Madrid, tim besutan Guardiola keok 0-3. 

Kini, tim asuhan Guardiola berpeluang meraih trofi pertama musim ini saat menghadapi Arsenal di final Carabao Cup di Wembley akhir pekan ini.

Setelah tersingkir dari Liga Champions, Guardiola menilai Arsenal akan menjadi favorit di laga final tersebut.

“Kami akan menghadapi tim terbaik di Inggris, sejauh ini juga tim terbaik di Eropa. Lihat saja hasil mereka di fase grup, mereka finis di posisi pertama dan mungkin hanya kalah tiga atau empat kali musim ini,” ujar Guardiola setelah kekalahan dari Real Madrid, seperti dikutip dari Metro

“Mereka adalah yang terbaik. Kami harus menantang mereka dengan kondisi kami saat ini, bersaing, dan kita lihat saja nanti. Dalam satu atau dua minggu kami juga akan menghadapi mereka di Premier League. Sepak bola memang seperti itu.”

“Terkadang mereka lebih baik, jadi ini menjadi cermin bagus bagi kami untuk melihat apa yang harus dilakukan agar bisa mengalahkan mereka. Ini hanya satu pertandingan, kami akan mempersiapkan diri, mencoba bersaing, dan melihat sejauh mana kemampuan kami," imbuh pelatih berkebangsaan Spanyol itu.

 

 

Lawan Real Madrid Bukan Tantangan Terbesar

Guardiola juga menepis anggapan mengalahkan Real Madrid di Liga Champions adalah tantangan terbesar dalam kariernya.

“Tidak, tantangan terbesar saya adalah Jurgen Klopp di Liverpool,” tegasnya.

“Anda mungkin tidak menyadari betapa sulitnya menghadapi Liverpool. Pertandingan-pertandingan itu menjadi pengalaman belajar yang luar biasa bagi tim. Mereka sering memenangkan laga-laga tersebut, meski kami juga pernah menang."

"Melawan Real Madrid kami juga saling mengalahkan, tapi saya rasa tim-tim yang menghadapi kami juga tahu bahwa mereka benar-benar diuji saat melawan kami," imbuh dia. 

Sumber: Metro

Video Populer

Foto Populer