Belum Puas Memimpin 10 Tahun, Gianni Infantino Calonkan Diri Lagi Jadi Presiden FIFA 2027-2031: Demi Berkuasa 3 Periode

Presiden FIFA, Gianni Infantino, secara resmi mengumumkan bakal maju lagi dalam pemilihan presiden FIFA tahun depan.

Bola.com, Vancouver - Presiden FIFA, Gianni Infantino, resmi mengumumkan bakal maju lagi dalam pemilihan presiden FIFA tahun depan.

Pengumuman itu disampaikan langsung di hadapan ratusan pejabat sepak bola dunia dalam Kongres FIFA ke-76 yang digelar di Vancouver, Kanada, Kamis (1/5/2025).

Gianni Infantino mengungkapkan pernyataan tersebut di penghujung acara yang berlangsung selama beberapa jam. Setelah mengungkap sejumlah capaian selama satu dekade memimpin FIFA, ia menutup kongres dengan deklarasi pencalonan diri.

"Saya ingin mengkonfirmasi kepada Anda bahwa saya akan menjadi kandidat dalam pemilihan presiden FIFA tahun depan," ujar Infantino, disambut tepuk tangan sebagian besar peserta kongres, dinukil dari The Athletic.

Tiga konfederasi besar dunia sudah lebih dulu menyatakan dukungan sebelum Infantino mengumumkan pencalonannya.

Konfederasi sepak bola Afrika (CAF) dan Asia (AFC) yang bersama-sama mewakili 100 dari 211 asosiasi anggota FIFA, mengumumkan dukungan pada Rabu (30/4/2026), sehari sebelum Infantino berbicara.

Sebelumnya, konfederasi Amerika Selatan (CONMEBOL) sudah lebih dulu menyatakan dukungan pada awal bulan. Dengan basis dukungan dari tiga konfederasi itu, Infantino diunggulkan kuat untuk kembali terpilih dan berpotensi menjadi satu-satunya kandidat.

Situasi yang sama sudah terjadi dua kali sebelumnya, yaitu pada pemilihan 2019 dan 2023 ketika ia tidak mendapat lawan.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Sejak 2016

Gianni Infantino kali pertama terpilih sebagai presiden FIFA pada Februari 2016, mengisi kekosongan seusai skandal korupsi besar yang memaksa pendahulunya, Sepp Blatter, mundur dari jabatan.

Sejak saat itu, ia secara konsisten menaikkan distribusi keuangan kepada seluruh asosiasi anggota dan mengonsolidasikan dukungan mayoritas .Statuta FIFA membatasi masa jabatan presiden maksimal tiga periode.

Namun, Infantino mengklaim tiga tahun pertamanya menjabat antara 2016 hingga 2019 tidak dihitung sebagai satu periode penuh karena bukan masa jabatan empat tahun

Dengan penafsiran itu, ia masih berhak mencalonkan diri lagi dan berpeluang memimpin FIFA hingga 2031 dengan total 15 tahun berkuasa.

Dalam pidatonya di kongres, Infantino mengulang kembali frasa yang pernah ia ucapkan saat pertama mencalonkan diri pada 2016. Dia menjelaskan kepada ratusan pejabat sepak bola yang hadir uang FIFA sejatinya milik seluruh anggota.

"FIFA memiliki 211 anggota, dan semua 211 anggota itu setara. Anda semua setara bagi kami, dan Kami tidak akan meninggalkan siapa pun. Manfaat yang bisa kami hasilkan dari Piala Dunia, dari Piala Dunia Klub, dari Piala Dunia Wanita, akan dikembalikan ke seluruh dunia," tutur Infantino.

Kenaikan Distribusi Keuangan

Infantino juga mengumumkan kenaikan distribusi keuangan untuk siklus Piala Dunia 2027-2030. Total dana sebesar 2,7 miliar dolar AS, setara Rp46,8 triliun, akan dikucurkan kepada seluruh asosiasi anggota, meningkat 20 persen dibanding siklus sebelumnya.

"Sebanyak 2,7 miliar dolar yang kami investasikan dalam siklus berikutnya hanya titik awal, hanya minimum dari apa yang kami lakukan dan ingin kami lakukan. Dan kami pasti akan melakukan jauh, jauh lebih banyak," jelasnya.

Untuk di luar kalangan anggota FIFA, nama Infantino kerap menjadi sasaran kritik dari berbagai pihak.

Sejumlah federasi Eropa dan UEFA sering berseberangan dengan kebijakan dan gaya kepemimpinannya, sementara dari kelompok non-profit FairSquare pernah mengajukan keluhan etik terhadapnya.

Namun, di antara 211 federasi nasional yang masing-masing memiliki satu suara, perlawanan terhadap Infantino nyaris tidak pernah muncul.

Di bawah kepemimpinannya, pendapatan FIFA melonjak ke rekor tertinggi, yang memungkinkan presiden memberikan distribusi finansial dalam jumlah besar kepada federasi-federasi anggota.

Pemilihan 18 Maret 2027

Dukungan dari AFC disampaikan langsung oleh presidennya, Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, dari Bahrain. Dia menyebut FIFA kini berada di posisi terbaik sepanjang sejarah berkat kepemimpinan Infantino.

"Selama 10 tahun terakhir, FIFA di bawah kepemimpinan Presiden Gianni Infantino dan AFC telah bekerja sama secara erat dan berhasil untuk pengembangan sepak bola di Asia maupun secara global," terang Sheikh Salman.

"FIFA berada di posisi terbaiknya dan kami memberikan dukungan penuh kepada beliau sebagai kandidat presiden FIFA untuk periode 2027–2031," ungkapnya.

Pemilihan presiden FIFA akan digelar dalam Kongres FIFA yang dijadwalkan pada 18 Maret 2027 di Rabat, Maroko. Batas waktu pengajuan kandidat ditetapkan pada 18 November 2026.

Sumber: The Athletic

Video Populer

Foto Populer