Tata Kelola Dinilai Bermasalah oleh AFC, Asosiasi Sepak Bola Malaysia Setujui Reformasi Menyeluruh

Usai dikritik AFC, Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) setujui reformasi dengan mengesahkan 94 perubahan aturan sekaligus.

Bola.com, Jakarta - Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menyetujui perubahan besar dalam struktur organisasinya setelah menerima kritik tajam dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) terkait tata kelola dan operasional.

Keputusan itu diambil dalam Kongres Luar Biasa FAM yang digelar pada Rabu (4-6-2026).

Seluruh 18 afiliasi FAM, termasuk perwakilan asosiasi sepak bola negara bagian, secara bulat menyetujui 94 amandemen statuta yang diajukan AFC.

Perubahan tersebut mencakup penghapusan jabatan wakil presiden serta restrukturisasi komite eksekutif FAM.

Langkah reformasi ini muncul beberapa bulan setelah AFC melakukan peninjauan terhadap FAM.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

AFC Mengaudit FAM

Pada Januari lalu, AFC mengumumkan akan mengaudit FAM menyusul tuduhan dari FIFA yang menyebut FAM menggunakan dokumen yang telah dimodifikasi untuk menurunkan tujuh pemain naturalisasi dalam laga kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Vietnam tahun lalu.

FAM membantah melakukan pelanggaran dan menyatakan sedang menyelidiki kesalahan teknis yang diduga menjadi penyebab munculnya persoalan tersebut.

Dampak kasus itu terasa pada Maret lalu ketika AFC membatalkan kemenangan Malaysia atas Nepal dan Vietnam di Grup F putaran ketiga kualifikasi.

Keputusan tersebut secara efektif mengakhiri peluang Harimau Malaya untuk melaju lebih jauh dalam kualifikasi Piala Asia 2027.

AFC Temukan Kelemahan Sistemik

Dalam laporan audit yang dipublikasikan pada Rabu, AFC menyebut FAM memperoleh nilai di bawah dua dari lima pada sebagian besar bidang yang dievaluasi.

Bidang yang dinilai meliputi tata kelola organisasi, aspek hukum, keuangan, serta pengembangan sepak bola.

AFC juga menilai berbagai kelemahan tersebut tidak bersifat terpisah, melainkan telah mengakar di berbagai bagian organisasi.

Wakil Sekretaris Jenderal AFC, Vahid Kardany, mengungkapkan satu di antara temuan paling mencolok adalah FAM menjalankan operasional tanpa pengesahan anggaran secara resmi sejak 2016, meski prosedur tersebut merupakan kewajiban dalam regulasi organisasi.

Saat mempresentasikan hasil audit dalam Kongres Luar Biasa FAM, Kardany menyampaikan penilaiannya terhadap kondisi FAM saat ini.

"Saya pikir nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa Anda masih berada pada tingkat pra-menengah dalam hal organisasi," kata Kardany kepada wartawan setelah pertemuan berlangsung.

Status Pemain Naturalisasi

Kendati reformasi organisasi telah disetujui, persoalan terkait tujuh pemain naturalisasi yang menjadi sumber awal polemik belum mendapatkan kejelasan.

FAM menolak memberikan komentar mengenai status para pemain tersebut ketika dimintai tanggapan.

Mantan Presiden FAM, Hamidin Amin, mengatakan masalah itu akan dibahas setelah federasi memilih jajaran kepemimpinan baru pada September mendatang.

Dengan demikian, keputusan terkait kasus naturalisasi yang menyeret Malaysia masih harus menunggu hasil pemilihan pengurus baru FAM beberapa bulan ke depan.

 

Sumber: Reuters

Video Populer

Foto Populer