Aturan Kontroversial FIFA Tak Berlaku di Bundesliga, Pemain yang Tutup Mulut Hanya Dikartu Kuning

Bundesliga memutuskan tidak mengikuti salah satu aturan kontroversial yang diterapkan pada Piala Dunia 2026.

Bola.com, Jakarta - Bundesliga memutuskan tidak mengikuti salah satu aturan kontroversial yang diterapkan pada Piala Dunia 2026. Mulai musim 2026/2027, pemain yang menutupi mulut saat berdebat atau berbicara dengan lawan tidak akan langsung mendapat kartu merah.

Seperti dikutip dari dpa-internasional, Rabu (29/7/2026), Badan perwasitan Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) mengonfirmasi pelanggaran tersebut hanya akan diganjar kartu kuning, berbeda dengan regulasi yang diterapkan FIFA selama Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Pada turnamen tersebut, Miguel Almiron (Paraguay) dan Piero Hincapie (Ekuador) sempat diusir wasit karena melakukan tindakan serupa.

Aturan tegas FIFA itu muncul setelah insiden yang melibatkan bintang Real Madrid, Vinicius Junior, dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, dalam laga Liga Champions pada Februari 2026.

Saat itu, Vinicius mengaku menjadi korban pelecehan rasial. Sementara itu, Prestianni kemudian mengakui telah melontarkan hinaan bernuansa homofobia dan dijatuhi sanksi larangan bermain enam pertandingan oleh UEFA.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, mendukung penerapan hukuman berat tersebut sebagai upaya memberikan efek jera terhadap tindakan yang dianggap dapat menyembunyikan ucapan tidak pantas di lapangan.

Namun, DFB memilih mengikuti regulasi UEFA yang hanya memberikan kartu kuning untuk pelanggaran tersebut. Meski demikian, pemain tetap bisa dikenai hukuman disiplin tambahan apabila terbukti melakukan pelanggaran serius.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

VAR Tak Akan Periksa Sepak Pojok

Selain itu, DFB juga memastikan tidak akan menerapkan aturan Piala Dunia yang memberikan kewenangan kepada Video Assistant Referee (VAR) untuk meninjau keputusan sepak pojok.

Meski begitu, Bundesliga tetap mengadopsi sejumlah aturan baru yang bertujuan mempercepat jalannya pertandingan dan mengurangi aksi mengulur waktu.

Salah satunya adalah penerapan hitung mundur saat melakukan lemparan ke dalam dan tendangan gawang. Apabila pemain melewati batas waktu yang ditentukan, penguasaan bola akan diberikan kepada tim lawan.

 

Aturan Lain

DFB juga akan menerapkan sanksi bagi tim yang sengaja memperlambat proses pergantian pemain. Jika terbukti melakukan pelanggaran tersebut, tim akan bermain dengan 10 pemain selama satu menit.

Sementara itu, pemain yang mendapat perawatan di dalam lapangan wajib menunggu satu menit sebelum kembali bermain. Aturan ini tidak berlaku jika cedera disebabkan benturan keras, cedera kepala, atau pelanggaran yang membuat lawan menerima kartu kuning maupun kartu merah.

Tak hanya itu, mulai musim baru, VAR juga diwajibkan memeriksa seluruh insiden yang berujung pada kartu kuning kedua sebelum seorang pemain resmi diusir keluar lapangan.

Dengan sejumlah perubahan tersebut, Bundesliga berharap pertandingan berlangsung lebih cepat, adil, dan tetap menjaga sportivitas di atas lapangan.  

Sumber: dpa-International

Penulis: Arif, Anggara Mulya

  

Trilogi Sepak Bola Putri
Trilogi Sepak Bola Putri
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer