Inter Milan Punya Mental Comeback, tetapi Masih Bermasalah dengan Start Lambat

Inter Milan kembali bangkit setelah tertinggal dua gol dari AS Roma. Namun, Nerazzurri masih menghadapi masalah start lambat yang perlu segera dibenahi.

Bola.com, Jakarta - Inter Milan kembali menunjukkan kemampuan bangkit setelah bermain imbang 2-2 melawan AS Roma pada pekan kelima Serie A 2026/2027. Duel di Olimpico, Sabtu (19/9/2026) malam WIB, sempat berjalan berat bagi Nerazzurri setelah mereka tertinggal dua gol pada babak pertama.

Manu Kone menjadi pemain yang membuat Roma berada di atas angin melalui dua golnya sebelum turun minum. Inter kemudian mengubah jalannya pertandingan setelah jeda dan Lautaro Martinez mencetak dua gol untuk membawa timnya pulang dengan satu poin.

Comeback tersebut memperlihatkan karakter Inter yang tidak mudah menyerah ketika berada dalam tekanan. Namun, kemampuan mengejar ketertinggalan tidak bisa terus dijadikan solusi karena mereka sudah tiga pertandingan Serie A berturut-turut berada dalam posisi tertinggal dua gol.

Yann Bisseck mengakui Inter belum konsisten menunjukkan permainan terbaiknya pada awal musim. Bek asal Jerman itu juga tidak memiliki penjelasan mengenai kebiasaan timnya memulai pertandingan dengan kurang baik dan memilih mengalihkan perhatian kepada agenda tim nasional.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Inter Milan Kembali Bangkit dari Situasi Sulit

Ketertinggalan dua gol tidak membuat Inter kehilangan kepercayaan untuk mengejar hasil. Bisseck menilai timnya memiliki keyakinan bahwa pertandingan masih bisa diubah selama mereka tetap berjuang hingga akhir.

Meski demikian, bek Inter tersebut menyadari ada persoalan yang perlu segera dibenahi. Menurutnya, penampilan Nerazzurri dalam beberapa pertandingan awal belum selalu mencapai standar yang mereka inginkan.

"Kami tidak pernah mati, tetapi kami tahu bahwa kami selalu bisa membalikkan keadaan," kata Bisseck.

"Hal terpenting adalah berkembang. Dalam pertandingan-pertandingan awal ini, kami tidak selalu berada di level kami, jadi kami harus berkembang dan memperbaiki diri. Terkadang sepak bola memang sedikit aneh," lanjut Bisseck.

Bisseck Tidak Bisa Jelaskan Start Lambat Inter

Gol-gol Kone membuat Inter kembali harus bekerja keras setelah kehilangan kendali pada babak pertama. Situasi serupa sebelumnya juga terjadi dalam dua pertandingan Serie A lainnya, sehingga masalah awal laga mulai menjadi pola yang perlu diperhatikan.

Ketika ditanya penyebab Inter sering memberikan ruang bagi lawan untuk unggul lebih dulu, Bisseck tidak mencoba mencari alasan. Ia mengaku tidak memiliki jawaban dan memilih fokus pada tugas berikutnya bersama tim nasional.

"Pertanyaan bagus, saya tidak punya jawaban karena sekarang saya lelah. Saya harus fokus pada tim nasional," ujar Bisseck.

"Chivu tidak perlu mengatakan banyak hal kepada kami saat jeda, karena kami tahu apa yang harus kami lakukan," tegas Bisseck.

Inter Milan Tak Mau Terburu-buru Bicara Persaingan

Hasil imbang tersebut membuat Roma tetap berada dalam persaingan papan atas setelah menjalani lima pertandingan. Namun, Bisseck mengingatkan bahwa perjalanan Serie A masih panjang sehingga performa setelah beberapa pekan belum bisa dijadikan patokan akhir.

Roma sebelumnya menyapu bersih empat laga pertama dan baru sekali kebobolan sebelum berhadapan dengan Inter. Bisseck tetap menghargai capaian tersebut, tetapi menegaskan bahwa Inter juga memiliki target dan memilih berkonsentrasi terhadap perkembangan tim sendiri.

"Ini baru lima pertandingan, kompetisi masih sangat panjang. Mereka tampil sangat baik, tetapi kami juga demikian," kata Bisseck.

"Kami tetap fokus pada diri sendiri dan kita akan melihat apa yang terjadi," pungkasnya.

Sumber: Football Italia

Persaingan Sengit di Liga Italia

Video Populer

Foto Populer