Franco Mastantuono Ungkap Alasan Pilih Fiorentina: Ada Nasihat Jose Mourinho dan Inspirasi Gabriel Batistuta

Mastantuono menjadi salah satu talenta paling menarik dari Argentina ketika Real Madrid mengeluarkan 45 juta euro untuk memboyongnya dari River Plate pada 2025.

Bola.com, Jakarta - Franco Mastantuono mengungkap alasan memilih Fiorentina sebagai klub untuk menjalani masa peminjaman dari Real Madrid. Gelandang muda Argentina itu menyebut proyek Fabio Grosso, sejarah para pemain Argentina di Florence, hingga nasihat Jose Mourinho menjadi faktor penting.

Mastantuono menjadi salah satu talenta paling menarik dari Argentina ketika Real Madrid mengeluarkan 45 juta euro untuk memboyongnya dari River Plate pada 2025.

Namun, persaingan untuk mendapatkan tempat reguler di Santiago Bernabeu membuat sang pemain belum memperoleh banyak kesempatan bermain.

Demi mendapatkan menit bermain dan berkembang secara konsisten, Real Madrid akhirnya memutuskan meminjamkan Mastantuono.

Beberapa klub sempat tertarik, tetapi pemain Argentina tersebut akhirnya memilih Fiorentina.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Mastantuono Merasa Fiorentina Adalah Pilihan yang Tepat

Mastantuono mengaku Serie A sudah lama menarik perhatiannya. Selain reputasi kompetisi Italia yang kompetitif, sejarah Fiorentina dan banyaknya pemain Argentina yang sukses di Florence juga membuatnya tertarik.

“Saya memikirkan Serie A, liga yang kompetitif dan selalu menarik perhatian saya, pentingnya klub ini serta banyak pemain Argentina yang telah mencatat sejarah di sini,” ujar Mastantuono kepada La Gazzetta dello Sport.

Kota Florence juga memberikan kesan positif bagi Mastantuono. Ia mengaku banyak orang yang diajaknya berbicara memberikan rekomendasi bagus mengenai kota tersebut.

Kesempatan bertemu legenda Fiorentina dan Argentina, Gabriel Batistuta, bahkan datang tidak lama setelah Mastantuono bergabung.

Dalam perayaan ulang tahun ke-100 klub, sang pemain langsung mendapat kesempatan berbincang dengan salah satu ikon terbesar Fiorentina.

“Itu luar biasa. Kami berbicara tentang sepak bola, kota, para penggemar, dan apa artinya bermain di sini. Florence rumahnya, jadi saya akan menyimpan nasihatnya,” kata Mastantuono.

Proyek Fabio Grosso dan Nasihat Mourinho

Salah satu alasan terbesar Mastantuono memilih Fiorentina adalah proyek yang ditawarkan sang pelatih, Fabio Grosso.

Fiorentina memang tidak tampil di kompetisi Eropa musim ini. Namun, kondisi tersebut justru tidak menjadi persoalan bagi Mastantuono.

Ia lebih mengutamakan kesempatan bermain dan perkembangan karier dibandingkan tampil di Eropa.

“Saya juga memilih Fiorentina karena pelatih. Begitu Fabio Grosso menelepon, saya langsung memahami bahwa proyeknya sangat sempurna untuk saya,” ujarnya.

Mastantuono juga mendapatkan masukan dari Jose Mourinho, pelatih Real Madrid yang memiliki pengalaman panjang di sepak bola Italia.

“Dia adalah pelatih hebat dengan energi yang luar biasa. Saat kami berbicara, saya belum memilih Florence, tetapi dia memberikan nasihat kepada saya. Bersama dia dan Real Madrid, akhirnya diputuskan menjalani masa peminjaman untuk bermain secara konsisten adalah pilihan terbaik,” tutur Mastantuono.

Menurutnya, kesempatan mendapatkan menit bermain jauh lebih penting daripada sekadar bergabung dengan klub yang tampil di kompetisi Eropa.

“Saya memberikan prioritas kepada prospek perkembangan. Fiorentina fokus kepada pemain muda dan kualitas, jadi ini adalah tempat terbaik untuk mengekspresikan ide sepak bola saya,” katanya.

Ingin Belajar dari Dybala dan Jejak Batistuta

Mastantuono juga menyadari sepak bola Italia memiliki karakter berbeda dibandingkan La Liga Spanyol.

Menurutnya, Serie A lebih mengandalkan aspek fisik dan taktik, tetapi justru memiliki kemiripan tertentu dengan sepak bola Argentina.

“Benar bahwa sepak bola Italia lebih fisik dan taktikal dibandingkan La Liga, tetapi dalam beberapa hal lebih dekat dengan Argentina,” ucapnya.

“Tantangan yang lebih sulit memaksa Anda berkembang dan menemukan cara untuk melepaskan diri dari penjagaan. Itulah satu-satunya cara untuk terus berkembang.”

Mastantuono memiliki sejumlah pemain Argentina yang menjadi panutannya. Lionel Messi tetap menjadi sosok yang paling ia kagumi, sementara Angel Di Maria dan Paulo Dybala juga memiliki tempat khusus.

Khusus Dybala, Mastantuono mengaku memiliki hubungan cukup dekat. Keduanya bahkan pernah bermain padel bersama di Argentina.

“Saya mengagumi Angel Di Maria dan Paulo Dybala, terutama karena Dybala bermain di posisi saya bermain. Saya memiliki hubungan baik dengan Dybala, kami bahkan pernah bermain padel di Argentina,” ungkapnya.

Mastantuono tidak sabar menghadapi Inter Milan dan Lautaro Martinez. Ia berharap performa di Fiorentina dapat membawanya kembali mengenakan jersey tim nasional Argentina.

“Jersey Argentina adalah yang terbaik dan saya berharap bisa segera mengenakannya lagi. Namun, untuk mewujudkannya, saya harus bekerja keras dan bermain secara reguler,” katanya.

Target Mastantuono: Lebih Tajam di Depan Gawang

Mastantuono mengetahui bahwa dirinya masih memiliki sejumlah aspek yang harus diperbaiki. Salah satu kelemahan yang ingin segera dibenahinya adalah efektivitas di depan gawang.

“Saya terus maju, menyerang lawan dan menunjukkan karakter, tetapi saya harus lebih efisien di depan gawang,” ujar pemain muda tersebut.

Ia percaya memiliki potensi untuk berkembang menjadi pemain hebat. Karena itu, Mastantuono bertekad menjalani setiap latihan dengan penuh semangat dan kecintaan terhadap sepak bola.

Targetnya sederhana: memberikan hiburan kepada fans Fiorentina melalui gol dan assist.

“Saya ingin menghibur para penggemar dengan mencetak gol dan memberikan assist kepada rekan-rekan setim,” katanya.

Mastantuono bahkan sudah memiliki target partner untuk menerima umpan-umpannya. Ia menyebut Mateo Pellegrino sebagai pemain yang sangat kuat dalam duel udara.

“Saya tahu Mateo Pellegrino sangat bagus dalam duel udara. Dia membutuhkan assist,” ujar Mastantuono.

Kini, masa peminjaman di Fiorentina menjadi kesempatan penting bagi Mastantuono untuk membuktikan bahwa investasi besar Real Madrid terhadap dirinya bukan tanpa alasan.

Dengan menit bermain yang lebih konsisten, pengalaman di Serie A, serta bimbingan pemain dan pelatih berpengalaman, sang pemain muda Argentina berharap bisa kembali ke Madrid sebagai sosok yang jauh lebih matang.

Sumber: Football Italia

Persaingan di Serie A

Video Populer

Foto Populer