Edson Alvarez Bantah Tuduhan Terlibat dalam Rencana Penculikkan

Kapten Tim Nasional Meksiko, Edson Alvarez, membantah tuduhan kepada dirinya dalam rencana penculikkan.

Bola.com, Jakarta - Kapten Timnas Meksiko, Edson Alvarez, membantah tegas dirinya terlibat dalam sebuah rencana penculikkan.

Pembuat film, Juan Jose Lopez Ordonez menuduh gelandang West Ham United itu berkonspirasi untuk menculiknya di Meksiko pada November 2024.

Ordonez mengklaim dirinya diculik oleh dua orang yang mengancamnya, menutup matanya, membawa senjata dan memasukkan jarum suntik ke lehernya.

Selain itu, Ordonez menyatakan bahwa dirinya berhak mendapatkan 3,5 juta peso (Rp3,62 miliar) dari Alvarez setelah bekerja sama dalam sebuah film dokumenter.

Produser film ini meminta bayaran pada tahun 2024 dan juga berselisih dengan keluarga Alvarez mengenai properti yang menurutnya miliknya.

Ia menyampaikan tuduhan tersebut dalam sebuah wawancara dengan media berita Meksiko di TVNotas.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Edson Alvarez Membantah

Namun, Edson Alvarez membantah tuduhan tersebut dan akan menyerang balik melalui jalur hukum atas tuduhan palsu tersebut.

“Mengingat publikasi dan pernyataan yang beredar baru-baru ini, saya percaya perlu untuk menanggapi masalah ini dengan jelas dan tegas. Saya secara kategoris menolak setiap tuduhan atau upaya untuk mengaitkan nama saya dengan peristiwa, konflik, atau perilaku yang sama sekali tidak terkait dengan saya.” tulis Edson Alvarez di Instagram pribadinya, seperti dilansir dari The Athletic pada Senin, (14/9).

Awalnya Alvarez membiarkan hal ini terjadi, tetapi semakin menjadi-jadi.

“Selama beberapa bulan terakhir, nama dan gambar saya telah berulang kali digunakan untuk menghasilkan perhatian media yang lebih besar seputar situasi yang tidak ada hubungannya dengan saya. Hingga saat ini, saya memilih untuk tidak menanggapi. Namun, ada batasnya, dan menuduh saya mengetahui, bertanggung jawab, atau terlibat dalam hal-hal seperti ini tanpa menyajikan satu pun bukti jelas melanggar batas tersebut.” tambah Edson Alvarez.

Berusaha Kooperatif

Selain itu, Edson berusaha kooperatif apabila dirinya terbukti bersalah dan penuduh bisa memberikan buktinya.

“Jika ada yang yakin memiliki bukti kesalahan yang saya lakukan, ada pihak berwenang, jaksa, dan pengadilan tempat mereka dapat mengajukannya. Tuduhan serius harus didukung oleh bukti dan diajukan di hadapan pihak berwenang yang berwenang, bukan melalui pernyataan di media yang isinya memprioritaskan sensasionalisme dan publisitas media daripada keakuratan dan kebenaran. Saya tidak akan membiarkan nama saya digunakan untuk memicu konflik antara pihak ketiga atau untuk mendapatkan publisitas media.” tegas Edson.

Namun, Edson merasa dirinya tidak melakukan kesalahan apapun. Atas dasar tuduhan ini, dirinya mengambil jalur hukum untuk meluruskan kembali namanya.

“Oleh karena itu, mengingat keseriusan pernyataan yang telah dibuat, saya telah menginstruksikan tim hukum saya untuk mengevaluasi dan mengambil tindakan hukum yang sesuai terhadap siapa pun yang membuat atau menyebarkan tuduhan palsu terhadap saya. Saya juga ingin memperjelas mengenai publikasi yang telah mencoba menghubungkan saya dengan masalah ini melalui ayah mantan pasangan saya: Bukan wewenang saya untuk mengkonfirmasi, menyangkal, atau mengomentari apa pun yang mungkin dikatakan tentang pihak ketiga, tetapi merupakan tanggung jawab saya untuk memperjelas satu hal: Saya tidak ada hubungannya dengan peristiwa yang dilaporkan.”

Sumber: The Athletic

Video Populer

Foto Populer