Ruben Neves Diejek dengan Nyanyian Diogo Jota, Federasi Sepak Bola Arab Saudi Lakukan Investigasi

Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF) lakukan investigasi menyusul chant tentang mendiang Diogo Jota yang diarahkan suporter ke pemain Al Hilal, Ruben Neves.

Bola.com, Jakarta - Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF) memastikan bakal melakukan investigasi terkait insiden yang melibatkan Ruben Neves dalam pertandingan Liga Pro Saudi, Minggu (13-9-2026) dini hari WIB.

Gelandang Al Hilal itu diduga menjadi sasaran ejekan suporter lewat chant atau nyanyian yang membawa-bawa mendiang Diogo Jota.

SAFF menyatakan komite terkait akan mengambil tindakan yang diperlukan setelah proses pemeriksaan selesai.

Menurut SAFF, kejadian tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai sepak bola Arab Saudi dan prinsip sportivitas.

"SAFF dan SPL menegaskan bahwa memanfaatkan tragedi pribadi untuk tujuan penghinaan atau provokasi merupakan perilaku yang tidak dapat diterima dan tidak memiliki tempat dalam sepak bola Arab Saudi," demikian pernyataan SAFF, dikutip The Athletic.

"Hasilnya akan diumumkan setelah proses terkait selesai," lanjut pernyataan tersebut.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Ronaldo Mengecam

Insiden itu sebelumnya mendapat kecaman dari Cristiano Ronaldo.

Kapten Timnas Portugal yang kini bermain untuk Al Nassr tersebut meminta Liga Pro Saudi memberikan hukuman tegas kepada suporter yang terlibat, termasuk larangan seumur hidup masuk stadion.

"Liga harus mengambil tindakan dan memberikan hukuman terhadap perilaku suporter seperti ini. Ini sudah bukan sepak bola lagi dan harus ada batasnya. Orang-orang yang melakukan tindakan seperti ini seharusnya tidak pernah diizinkan masuk ke stadion lagi,” tulis Ronaldo melalui Instagram.

Al Hilal juga menyampaikan penolakan terhadap tindakan tersebut. Klub menilai chant yang ditujukan kepada Neves sebagai tindakan yang "menyinggung dan tidak dapat diterima" serta telah mengajukan laporan kepada SAFF.

Dalam pernyataannya, Al Hilal menyebut tindakan itu bertentangan dengan nilai dan etika olahraga karena telah melewati batas persaingan serta dukungan suporter.

"Persaingan olahraga, sekeras apa pun, tidak dapat menjadi pembenaran untuk mencampuri persoalan pribadi atau kondisi kemanusiaan para pemain. Persaingan juga tidak membenarkan pemanfaatan perasaan kehilangan sebagai sarana untuk melakukan provokasi atau penghinaan," tulis Al Hilal.

Nyanyian tentang Jota

Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan Neves sedang bersiap mengambil tendangan bebas di dekat tribune suporter tuan rumah. Dari arah tribune terdengar nyanyian "Jota, Jota, Jota".

Neves kemudian terlihat bertepuk tangan secara sarkastis ke arah suporter. Ia juga menunjuk ke langit sebelum mengarahkan gestur menunjuk matanya ke arah bagian tribune tempat nyanyian tersebut diduga berasal.

Setelah pertandingan, Neves sempat memberikan komentar singkat kepada wartawan ketika berjalan melewati awak media.

"Saya hanya berharap mereka tidak pergi berdoa nanti setelah apa yang mereka lakukan," ujar Neves tanpa menjelaskan lebih lanjut mengenai insiden tersebut.

Persahabatan Neves dan Jota

Jota meninggal dunia pada Juli 2025 dalam usia 28 tahun. Ia dan adiknya yang berusia 25 tahun, Andre Silva, meninggal setelah mobil yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di Zamora, Spanyol.

Hubungan Neves dan Jota sangat dekat, baik di dalam maupun di luar lapangan. Keduanya lahir dengan jarak hanya empat bulan dan pernah menjadi rekan setim di level junior Timnas Portugal sebelum kembali bersama di Porto.

Pada Juli 2017, keduanya bergabung dengan Wolverhampton Wanderers ketika klub tersebut masih bermain di Championship. Saat itu, Neves dan Jota sama-sama berusia 20 tahun.

Mereka kemudian menjadi rekan setim Wolves selama tiga musim. Keluarga keduanya juga tinggal di kawasan Compton, Wolverhampton.

Dengan sama-sama telah memiliki anak kecil, Neves dan Jota beserta keluarga mereka kerap menghabiskan waktu bersama.

Dalam dan Luar Lapangan

Di lapangan, keduanya membantu Wolves promosi ke Premier League. Neves dan Jota juga menjadi pemain reguler Timnas Portugal.

Kedekatan tersebut bahkan diabadikan Neves melalui tato di betisnya yang memperlihatkan dirinya bersama Jota sedang berpelukan. Neves juga menjadi salah satu pembawa peti jenazah dalam pemakaman Jota.

Jota mencatat 49 penampilan bersama Timnas Portugal dan mengenakan nomor punggung 21. Nomor tersebut kemudian diwariskan kepada Neves pada Agustus tahun lalu.

"Dia memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Diogo dan merupakan orang yang ideal untuk mewakilinya," kata mantan pelatih Portugal, Roberto Martinez, saat keputusan tersebut dibuat.

 

Sumber: The Athletic

Video Populer

Foto Populer