Antonio Conte Beri Sinyal Ingin Melatih dan Bangkitkan Klub Besar yang Terpuruk, Apakah MU?

Antonio Conte telah mengungkapkan keinginannya untuk membangkitkan kembali raksasa yang terpuruk.

Bola.com, Jakarta - Antonio Conte memberikan sinyal dirinya tertarik menangani klub besar yang sedang berusaha mengembalikan kejayaan masa lalu.

Pernyataan itu muncul ketika pelatih asal Italia tersebut membahas kriteria klub yang ingin ditanganinya berikutnya.

Conte saat ini tidak memiliki klub setelah meninggalkan Napoli pada akhir musim lalu.

Selama dua musim menangani I Partenopei, pelatih berusia 57 tahun itu berhasil mempersembahkan gelar Serie A dan Piala Super Italia.

Dalam wawancara dengan The Athletic, Conte berbicara mengenai kemungkinan langkah berikutnya. Ia mengaku ingin menangani klub yang memiliki sejarah besar, tetapi kehilangan kejayaannya dalam beberapa tahun terakhir.

"Jika Anda pergi ke klub yang sejarahnya sudah berbicara dengan sendirinya, sejarah yang dipenuhi trofi, gelar liga, dan kemenangan, Anda hanya bisa menghormati sejarah itu dengan satu cara: memiliki ambisi untuk mengembalikan klub tersebut jika saat ini belum berada di sana dan kembali bersaing untuk target-target itu," kata Conte.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Tertantang Kembalikan Kejayaan

Menurut Conte, pekerjaan di klub seperti itu membutuhkan ambisi besar. Ia ingin membangun keyakinan di antara pendukung, pemain, dan jajaran klub bahwa mereka mampu kembali meraih kemenangan.

"Saya tahu betul hanya satu tim yang bisa menjadi juara setiap tahun. Namun, saya harus membawa dalam hati saya dan menanamkan dalam hati para penggemar, pemain, serta direktur percikan dan harapan yang membuat Anda berkata, 'Kami bisa menang.' Anda hanya bisa menciptakan sejarah dengan kemenangan," ujarnya.

Conte kemudian menyebut ada sejumlah klub yang dianggap mulai kehilangan hubungan dengan sejarah besar mereka.

Ia tertarik menjadi bagian dari upaya untuk menghidupkan kembali kejayaan itu.

"Ada banyak klub yang sampai batas tertentu telah kehilangan pandangan terhadap sejarah mereka. Saya ingin pergi ke salah satu klub itu untuk 'membersihkan debu' dari sejarah tersebut dan membuatnya kembali bersinar," tutur Conte.

Klub Masuk Kriteria

Kendati tidak secara langsung menyebut MU, pernyataan Conte itu ditafsirkan mengarah kepada sejumlah klub besar Eropa yang dianggap mengalami kemunduran. MU menjadi satu di antara klub yang masuk kategori itu.

MU memang sudah cukup lama tidak menjuarai Premier League. Gelar terakhir diraih pada musim 2012/2013 ketika Sir Alex Ferguson masih menjadi manajer.

Setelah itu, koleksi trofi Setan Merah hanya mencakup dua Piala FA pada 2016 dan 2024, dua Piala Liga Inggris pada 2017 dan 2023, serta Liga Europa pada 2017.

MU juga jarang berada dalam persaingan untuk merebut gelar-gelar terbesar.

Selain MU, Juventus juga bisa masuk kategori klub yang dimaksud Conte. Ia pernah menangani Juventus pada 2011 hingga 2014. AC Milan juga disebut sebagai klub lain yang sesuai dengan gambaran tersebut.

Masih Terbuka Kembali ke Inggris

Dalam wawancara yang sama, Conte juga memberikan sinyal dirinya tidak menutup kemungkinan kembali menangani klub Inggris. Sebelumnya, ia pernah melatih Chelsea dan Tottenham.

Masa kerja Conte di Tottenham berakhir pada Maret 2023 dalam situasi yang penuh gejolak. Meski demikian, ia masih mengikuti perkembangan sepak bola Inggris dan menilai kekuatan finansial klub-klub di sana sangat besar.

"Di Inggris sekarang mereka menggunakan bazoka, sementara di tempat lain masih menggunakan pistol," kata Conte.

Pernyataan Conte muncul ketika Michael Carrick sedang mendapat sorotan setelah awal musim MU yang buruk.

MU baru mengumpulkan lima poin dari lima pertandingan pertama dan belum mampu melanjutkan momentum yang dibangun pada paruh kedua musim lalu ketika Carrick membawa mereka finis di posisi ketiga.

Satu lagi, Conte juga tidak menutup kemungkinan menerima pekerjaan di tengah musim. Mantan pelatih Timnas Italia itu mengaku bersedia mengambil pekerjaan sebelum musim berakhir jika tawaran yang datang dianggap layak.

 

Sumber: Daily Mail

Video Populer

Foto Populer