UEFA Ungkap Kriteria Kandidat Penantang Gianni Infantino untuk Mereformasi dan Memimpin FIFA

UEFA memerinci kualitas kandidat yang ingin menantang Gianni Infantino dan mereformasi FIFA.

Bola.com, Jakarta - UEFA mulai menyusun langkah untuk mencari sosok yang mampu menantang Gianni Infantino dalam pemilihan presiden FIFA.

Federasi sepak bola Eropa itu menginginkan pemimpin baru yang dihormati, mampu menyatukan berbagai pihak, serta memiliki akar kuat dalam dunia sepak bola.

Dalam pernyataan setelah pertemuan 55 federasi anggotanya di Berlin pada Kamis, UEFA menegaskan FIFA membutuhkan figur yang bisa mewakili organisasi tersebut di seluruh dunia dan memberikan arahan tanpa terlibat langsung dalam urusan manajemen.

Pertemuan itu menjadi bagian dari strategi UEFA untuk menyiapkan kandidat penantang Infantino sebelum tenggat pencalonan pada 18 November.

Namun, nama sosok yang akan diusung belum dibahas.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Figur dari Luar Eropa

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, dipastikan bukan kandidat tersebut. UEFA juga membuka kemungkinan mencari figur dari luar Eropa demi memperoleh dukungan dari 211 anggota FIFA.

Dalam kesempatan yang sama, Ceferin memastikan akan kembali maju dalam pemilihan presiden UEFA untuk periode keempat sekaligus terakhir.

Keputusan itu tetap diambil, meski pada 2024 ia pernah menyatakan tidak akan mencalonkan diri lagi. Pemilihan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 22 April di Astana, Kazakhstan.

Pengacara asal Slovenia itu sejak Juli memimpin upaya sejumlah pejabat sepak bola dunia untuk mengganti Infantino, baik sebelum maupun dalam pemilihan presiden FIFA yang dijadwalkan pada 18 Maret 2027 di Rabat, Maroko.

FIFA Butuh Kepemimpinan Baru

Ketegangan UEFA dengan FIFA makin meningkat setelah Infantino secara tertutup mengajukan rencana penjualan sebagian kepemilikan Piala Dunia dan turnamen lainnya kepada investor swasta.

Rencana tersebut akhirnya kandas dalam waktu singkat. Persoalan itu memperkuat ketidakpuasan UEFA terhadap sejumlah proyek dan tata kelola FIFA.

"FIFA juga membutuhkan kepemimpinan baru: sosok yang dihormati dan mampu menyatukan, memiliki akar kuat dalam sepak bola, serta mempunyai visi dan pengalaman untuk memimpin," demikian pernyataan UEFA.

UEFA juga menekankan pentingnya pemimpin yang dipercaya berbagai kawasan dan memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan sepak bola, reformasi, integritas, serta independensi.

Selain mendorong pergantian kepemimpinan, UEFA kembali mengusulkan agar setiap anggota FIFA menerima pembagian dana satu kali sebesar 10 juta dolar AS dari cadangan keuangan FIFA.

FIFA saat ini memiliki cadangan dana mendekati 6 miliar dolar AS setelah meraup pendapatan besar dari Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Ceferin bersama sejumlah pemimpin sepak bola dunia dijadwalkan bertemu Infantino di Zurich pekan depan.

Pertemuan itu menjadi agenda pertama Dewan FIFA yang beranggotakan 37 orang sejak rencana penjualan sebagian kepemilikan turnamen kepada investor swasta terungkap.

Potensi Intervensi Pimpinan FIFA

Selain menginginkan perubahan kepemimpinan, UEFA menyoroti perlunya perlindungan terhadap independensi badan pengawas FIFA.

Dalam daftar reformasi yang diajukan, UEFA meminta agar proses penunjukan dan pelaksanaan tugas badan pengawas terbebas dari campur tangan presiden maupun jajaran eksekutif FIFA.

Sejumlah keputusan FIFA terkait kartu merah dan kelayakan pemain di Piala Dunia, termasuk yang menyangkut Cristiano Ronaldo, penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, dan Lionel Mpasi (kiper Kongo), telah memunculkan kekhawatiran di berbagai negara.

Sorotan terhadap kemungkinan intervensi Infantino dalam urusan pertandingan juga muncul ketika FIFA memasukkan Inter Miami, klub Lionel Messi, ke Piala Dunia Antarklub 2025.

Keputusan itu dipersoalkan karena Inter Miami bukan juara Major League Soccer (MLS), sementara proses konsultasi dan dasar pengambilan keputusan tersebut dinilai tidak jelas.

Paket Reformasi

UEFA menyatakan seluruh anggotanya mendukung paket reformasi yang diajukan, kecuali Azerbaijan.

Azerbaijan telah menyatakan dukungannya kepada Infantino. Salah satu orang kepercayaan Infantino yang berperan penting dalam kampanye pemilihannya ke berbagai negara juga berasal dari Azerbaijan.

Dalam usulan reformasi itu, UEFA turut menegaskan sumber daya FIFA tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi maupun elektoral.

"Saya pribadi tidak yakin proses reformasi yang kredibel dapat diwujudkan di bawah kepemimpinan FIFA saat ini," kata Bernd Neuendorf, anggota Dewan FIFA yang juga Presiden Federasi Sepak Bola Jerman, kepada wartawan.

Ramon Vega Kembali Coba Tantang Infantino

Di tengah upaya UEFA mencari kandidat, mantan bek Timnas Swiss dan Tottenham Hotspur, Ramon Vega, menyatakan keinginannya untuk maju melawan Infantino dalam pemilihan presiden FIFA.

Ini menjadi upaya kedua Vega untuk menantang Infantino. Pada 2019, ia gagal memperoleh dukungan minimal dari lima federasi pemilik suara yang diperlukan untuk mengajukan pencalonan.

Meski demikian, belum jelas apakah Vega memenuhi persyaratan kelayakan kandidat, yakni pernah menjalankan peran yang diakui dalam sepak bola selama sedikitnya dua dari lima tahun terakhir.

 

Sumber: AP

Video Populer

Foto Populer