Ruben Amorim Ungkap Penyebab AC Milan Gagal Menang atas Sassuolo

Ruben Amorim mengevaluasi AC Milan setelah bermain imbang 1-1 melawan Sassuolo. Ia menyoroti kegagalan menjaga keunggulan dan mengantisipasi bola mati.

Bola.com, Jakarta - AC Milan harus puas membawa pulang satu poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Sassuolo pada pekan keenam Serie A 2026/2027. Dalam pertandingan di Mapei Stadium, Minggu (11/10/2026) malam WIB, tim asuhan Ruben Amorim gagal menjaga keunggulan meski sempat berada di posisi terdepan.

Adrien Rabiot memecah kebuntuan pada menit ke-63 setelah menerima umpan dari Luka Modric. Namun, Sassuolo mampu membalas lima menit kemudian melalui Cas Odenthal yang memanfaatkan situasi bola mati di area pertahanan Rossoneri.

Hasil tersebut memperpanjang catatan tidak terkalahkan AC Milan pada awal musim bersama Amorim. Sebelum pertandingan ini, mereka juga meraih kemenangan 3-0 atas Lecce, yang sempat memberikan gambaran positif mengenai perkembangan permainan tim.

Meski demikian, Amorim melihat masih ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki, terutama cara tim mengelola pertandingan setelah unggul. Ia turut menjelaskan pengaruh masuknya Modric pada babak kedua serta alasan AC Milan kesulitan mengantisipasi perubahan situasi permainan.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Amorim Soroti AC Milan yang Kehilangan Kendali

Amorim menilai AC Milan sudah melakukan cukup banyak hal untuk membuka keunggulan. Persoalan muncul setelah gol Rabiot tercipta, ketika tim tidak lagi mampu mempertahankan kontrol permainan dan kerap kehilangan bola dalam waktu singkat.

Pelatih tersebut menginginkan para pemain tetap berani menguasai bola, alih-alih terlalu cepat mundur untuk melindungi keunggulan. Ia juga menilai gol balasan Sassuolo dari tendangan sudut seharusnya dapat dihindari.

"Kami pantas unggul, tetapi setelah mencetak gol, kami tidak mampu mengendalikan pertandingan. Kami harus mengontrol permainan dengan bola, bukan mengendurkan permainan atau hanya mencoba bertahan," kata Amorim kepada DAZN Italia.

"Kami terus menekan karena momentum sedang berpihak kepada kami, tetapi caranya tidak tepat. Ketika menguasai bola, kami terlalu cepat kehilangan penguasaan. Hal seperti itu bisa terjadi, tetapi yang tidak boleh terjadi adalah kebobolan gol seperti itu dari tendangan sudut," lanjutnya.

Perubahan Peran Rabiot dan Pengaruh Luka Modric

Masuknya Modric pada awal babak kedua turut mengubah susunan permainan AC Milan. Rabiot mendapat kesempatan menempati posisi yang lebih maju, sedangkan Modric membantu tim mengalirkan bola dan mempertahankan penguasaan di lapangan.

Amorim menekankan bahwa keputusan tersebut berkaitan dengan rotasi dan karakteristik pemain, bukan sekadar menilai satu pemain lebih baik daripada pemain lainnya. Ia juga mengakui peningkatan penguasaan bola setelah Modric masuk tidak sepenuhnya membuat AC Milan terhindar dari masalah ketika menghadapi transisi lawan.

"Saya tidak berpikir ini hanya tentang pemain individu, melainkan rotasi tim karena mereka memiliki karakteristik yang berbeda. Anda tahu Rabiot akan turun untuk menerima bola di dekat para gelandang, sedangkan Moreira adalah pemain yang sangat berbeda untuk posisi tersebut," ujar Amorim.

"Modric memberi kami penguasaan bola yang lebih baik, tetapi setelah itu kami sedikit lebih kesulitan menghadapi transisi. Kami mencoba mengendalikan pertandingan di wilayah mereka, sementara mereka hanya mengandalkan serangan balik, bahkan setelah situasi tendangan sudut," tambahnya.

AC Milan Perlu Memperbaiki Cara Mengelola Keunggulan

Selain kehilangan kendali setelah mencetak gol, Amorim menilai AC Milan sebenarnya cukup mampu menghadapi lawan dalam situasi satu lawan satu. Namun, mereka tidak berhasil mengatur tempo secara efektif setelah berada di depan, sehingga Sassuolo tetap memiliki kesempatan untuk membangun serangan.

Evaluasi tersebut menjadi bagian penting setelah Rossoneri kembali kehilangan poin meski sempat unggul. Amorim menilai timnya perlu lebih cermat dalam mengelola waktu dan menjaga organisasi pertahanan ketika berada dalam posisi yang menguntungkan.

"Saya pikir kami bertahan cukup baik dalam situasi satu lawan satu. Namun, ketika sudah mencetak gol, kami seharusnya sedikit memperlambat permainan untuk mengelola waktu, tetapi kami tidak melakukannya," tegas Amorim.

Sumber: Football Italia

Persaingan Sengit di Liga Italia

Video Populer

Foto Populer