Proyek European Super League Gagal, Real Madrid Minta 6 Klub Premier League Bayar Patungan

Real Madrid menuntut enam klub Liga Inggris untuk membayar bagian mereka atas biaya yang timbul akibat kegagalan European Super League.

Bola.com, Jakarta - Real Madrid menuntut enam klub Premier League yang sempat bergabung dalam proyek European Super League (ESL) ikut menanggung biaya awal penyelenggaraan kompetisi tersebut, meski mereka telah menarik diri tidak lama setelah rencana itu diumumkan.

Menurut sejumlah sumber yang memahami persoalan tersebut, Arsenal, Chelsea, Liverpool, Manchester City, Manchester United, dan Tottenham Hotspur dinilai masih memiliki kewajiban untuk membayar bagian biaya pembentukan ESL.

Sumber-sumber itu berbicara secara anonim karena tidak memiliki kewenangan untuk memberikan komentar kepada publik.

Satu di antara sumber menyebut total biaya awal proyek tersebut bisa mencapai 80 juta euro.

Selama ini, Real Madrid bersama Barcelona dan Juventus telah menanggung biaya promosi yang berkaitan dengan ESL, yang pertama kali diperkenalkan pada April 2021.

 

Dapatkan klasemen terkini Premier League 2026/2027 di sini.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Komentar Perez

Dari 12 klub pendiri ESL, sembilan di antaranya langsung mundur dalam beberapa hari setelah pengumuman proyek tersebut.

Selain enam klub Inggris, Atletico Madrid serta dua klub Italia, AC Milan dan Inter Milan, juga memutuskan keluar.

Juventus menyatakan mundur dari proposal itu pada 2023. Sementara itu, Barcelona secara resmi menarik diri pada Februari tahun ini.

Kendati akhirnya meninggalkan proyek tersebut, seluruh klub pendiri sebelumnya telah menandatangani perjanjian pemegang saham untuk European Super League Company, perusahaan induk yang berbasis di Spanyol.

Perjanjian itu memuat sejumlah ketentuan yang disepakati klub ketika mereka memperkirakan ESL memiliki prospek masa depan yang besar.

Namun, proyek tersebut kemudian runtuh setelah mendapat penolakan luas dari suporter dan berbagai klub sepak bola.

Presiden Real Madrid, Florentino Perez, sebelumnya menegaskan klub-klub yang telah menandatangani kesepakatan tidak bisa begitu saja meninggalkan proyek tersebut.

"Saya tidak akan menghabiskan waktu untuk menjelaskan apa arti kontrak yang mengikat. Namun, faktanya, klub-klub tersebut tidak bisa pergi," kata Perez setelah sembilan klub menarik diri pada April 2021, dikutip dari The Athletic.

Kewajiban Finansial Masih Diperdebatkan

Persoalan apakah enam klub Premier League tersebut wajib membayar bagian biaya ESL masih bergantung pada penafsiran isi kontrak yang telah mereka tandatangani.

Satu di antara poin yang menjadi perhatian adalah ketentuan mengenai komitmen klub untuk "bersama-sama memiliki dan mengelola" proyek tersebut.

Penafsiran atas klausul itu akan menentukan apakah kesepakatan tersebut juga mencakup tanggung jawab finansial setelah klub memilih mundur.

Keenam klub Inggris itu telah dimintai The Athletic untuk memberikan tanggapan mengenai persoalan tersebut.

Di tengah tuntutan itu, Real Madrid juga bersiap merekrut Bernd Reichart, mantan CEO A22, sebagai kepala operasional bisnis klub.

A22 merupakan perusahaan manajemen yang berbasis di Madrid dan bekerja atas nama proyek European Super League.

Sumber dari Real Madrid menyebut Reichart akan bergabung setelah menyelesaikan urusannya di A22. Ketika dimintai komentar untuk pemberitaan ini, juru bicara A22 menolak memberikan tanggapan.

Sumber Real Madrid juga menegaskan apabila terdapat uang yang masih harus dibayarkan, kewajiban tersebut ditujukan kepada European Super League Company.

Format European Super League Terus Berubah

Sejak mendapat penolakan besar pada 2021, gagasan ESL beberapa kali mengalami perubahan.

The Athletic melaporkan, pada Desember 2023, A22 mengumumkan proposal baru yang melibatkan 64 klub dalam tiga divisi.

Format tersebut memungkinkan promosi dan degradasi antardivisi. Sebanyak 20 tim juga berpotensi mendapatkan tempat setiap musim melalui hasil kompetisi domestik masing-masing.

Selain itu, siaran pertandingan direncanakan dapat diakses secara gratis oleh para penggemar.

Meski begitu, A22 saat itu belum menjelaskan secara terperinci mekanisme yang akan digunakan klub untuk memperoleh tempat dalam kompetisi tersebut.

Perubahan kembali dilakukan pada Desember 2024. Kali ini, proyek tersebut dirancang menggunakan empat tingkatan dengan total 96 klub. Kualifikasi peserta direncanakan berdasarkan pencapaian mereka di liga domestik.

Konsep yang diperbarui itu kemudian diperkenalkan dengan nama Unify League. Kompetisi tersebut dirancang memiliki empat kelompok, yakni Star, Gold, Blue, dan Union.

Dua kelompok teratas, Star dan Gold, masing-masing akan diisi 16 tim. Sementara itu, Blue dan Union masing-masing direncanakan menampung 32 tim.

November tahun lalu, A22 juga mengirim surat kepada UEFA untuk meminta persetujuan awal terhadap konsep Unify League dalam waktu delapan pekan.

Jika terealisasi, kompetisi tersebut secara teori akan bersaing dengan sistem kompetisi antarklub UEFA, termasuk Liga Champions, Liga Europa, dan Conference League.

Akan tetapi, rencana itu tidak ditujukan untuk menggantikan liga domestik di masing-masing negara.

 

Sumber: The Athletic

Video Populer

Foto Populer