Jadi Starter dan Tampil Penuh Lawan Galatasaray, Calvin Verdonk Akui Makin Nyaman Main di Liga Champions

Bek andalan Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, semakin mendapat jam terbang di ajang bergengsi Liga Champions 2026/2027.

Bola.com, Jakarta - Bek andalan Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, semakin mendapat jam terbang di ajang bergengsi Liga Champions 2026/2027. Ia baru saja melakoni penampilan keduanya di turnamen elite antarklub Eropa itu bersama Lille.

Calvin Verdonk bahkan turun sejak menit pertama ketika Lille menjamu wakil Turki, Galatasaray pada matchday ketiga League Phase Liga Champions di di Decathlon Arena - Stade Pierre-Mauroy, Kamis (22-10-2026) dini hari WIB.

Akan tetapi, Verdonk gagal membantu timnya dari kekalahan di pertandingan ini. Galatasaray menang meyakinkan 4-2 di markas Lille.

Menarik bagi Verdonk. Ia kini sudah mencatat dua penampilan di Liga Champions. Pekan lalu, eks pemain NEC Nijmegen itu bermain selama 12 menit saat Lille keok 0-3 di markas Arsenal.

Laga itu bersejarah baginya karena Verdonk mencatat sebagai pemain Indonesia pertama yang bermain di Liga Champions. Meski Kevin Diks dan Emil Audero pernah lebih dulu merasakan atmosfer Liga Champions, namun saat itu keduanya belum berstatus warga negara Indonesia.

Sementara sejarah diciptakan Verdonk dini hari tadi, dengan menjadi pemain Indonesia pertama yang tampil sebagai starter di ajang Liga Champions.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Dua Caps

Saat Lille kalah dari Arsenal pekan lalu, Calvin Verdonk masuk sebagai pengganti di babak kedua. Saat itu ia masuk menggantikan Romain Perraud dan tampil agresif serta penuh percaya diri. Dalam beberapa momen, ia berani melakukan tusukan dari sisi kiri ke wilayah pertahanan Arsenal, hingga melepas umpan silang membahayakan.

Menurut catatan Fotmob, Calvin Verdonk bermain selama sekitar 12 menit, setelah masuk menggantikan Romain Perraud. Selama di atas lapangan, ia mencatat 16 sentuhan bola, 67 persen akurasi passing, 3 kali aksi bertahan, dan tiga tekel.

Selain itu, Verdonk berhasil mencatat tiga kali memenangkan duel atas pemain Arsenal dari empat kesempatan. Atas performanya, mantan pemain NEC Nijmegen itu mendapat rating 6,2.

Sementara dalam laga dini hari tadi melawan Galatasaray, tak tergantikan sepanjang laga. Aksinya di atas lapangan antara lain; melakukan 64 sentuhan bola, mengkreasi dua peluang, melakukan lima aksi bertahan, kemudian melepas enam kali umpan ke pertahanan lawan, akurasi passing di angka 82 persen.

Permainan bertahannya cukup baik dengan melancarkan dua kali tekel, satu sapuan, dua kali intersepsi, dan tujuh kali pemulihan. Verdonk juga berhasil memenangkan 3 kali duel dari 7 percobaan. Oleh FotMob, ratingnya di pertandingan ini ada di angka 6.0.

Menikmati Peran

Terlepas dari kekalahan Lille cukup mencolok 2-4 dari Galatasaray, Calvin Verdonk secara terbuka mengaku bangga mendapat kepercayaan bermain oleh pelatih Davide Ancelotti. Selain itu, ia menikmati perannya di atas lapangan dalam duel kontra Galatasaray.

Ada satu momen krusial dari penampilan Calvin Verdonk di pertandingan kontra Galatasaray. Yakni pada babak pertama, Verdonk hampir saja mencatat assist untuk rekannya.

Berawal dari bola umpan panjang Alexsandro, diberikan kepada Verdonk yang berlari kencang hingga masuk ke pertahanan Galatasaray. Kemudian Calvin Verdonk mengirimkan umpan silang ke kotak penalti, di mana ada Hakon Haraldson.

Namun sayangnya, bola masih dapat dipotong kiper Galatasaray Ugurcan Cakir. Haraldson tampak kecewa karena bola yang seharusnya bisa ia selesaikan, justru terhenti di barisan pertahanan lawan, dan bola rebound tembakannya masih melenceng dari sasaran.

"Saya merasa nyaman dengan peran tersebut. Saat Hakon turun ke lini tengah, ada Soriba yang tampil luar biasa. Saya harus melakukan pergerakan ke belakang lini pertahanan lawan. Alex memberikan beberapa operan yang bagus kepada saya. Hakon adalah pemain yang cerdas, dia tahu ke mana harus bergerak. Saya rasa rencana kami sudah bagus, tetapi kami terlalu mudah kebobolan," tutur Calvin Verdonk.

Butuh Penyesuaian

Kekalahan tadi malam membuat Lille terjerumus di peringkat 35 atau kedua paling bawah dengan nilai nol dari tiga pertandingan League Phase Liga Champions. Sementara Galatasaray naik ke peringkat 23 dengan mengumpulkan tiga poin.

Lille dijadwalkan bertemu tuan rumah Bodo/Glimt pada agenda berikutnya di Liga Champions tanggal 4 November 2026. Sebelumnya, Lille lebih dulu bertemu AS Monaco dan RC Lens di Ligue 1.

"Kami siap. Ada pertandingan lain hari Minggu nanti. Kami harus siap tampil dan tetap menegakkan kepala. Kami butuh kepercayaan diri untuk memenangkan pertandingan," lanjut Verdonk.

Terkait sepuluh gol yang bersarang ke gawang mereka dalam tiga laga Liga Champions, ia menepis anggapan bahwa level kompetisi Eropa terlalu berat:

"Tidak, menurut saya tidak begitu. Di babak pertama, kami masih mampu mengimbangi permainan. Kami juga sangat percaya diri bisa memenangkan laga ini. Namun, kami kebobolan dengan terlalu mudah. Malam yang sulit bagi kami."

Sumber: Le Petit Lillois

Video Populer

Foto Populer