PSG Pecahkan Rekor Liga Champions, Cetak 4 Gol dalam 17 Menit saat Melumat Villarreal

PSG pecahkan rekor Liga Champions, cetak empat gol tercepat dalam sejarah kompetisi saat membantai Villarreal.

Bola.com, Jakarta - Paris Saint-Germain (PSG) menjalani malam sempurna di Liga Champions. Selain meraih kemenangan besar, tim asuhan Luis Enrique itu juga mencatat sejumlah rekor dan memberikan kesempatan debut kepada pemain muda.

PSG menghancurkan Villarreal dengan skor 6-0 pada pertandingan di El Madrigal, Rabu (4-11-2026) dini hari WIB.

Hasil ini sekaligus menjaga catatan sempurna Les Parisiens dalam upaya meraih gelar Liga Champions ketiga secara beruntun.

Pertandingan praktis sudah berada dalam kendali PSG ketika laga baru berjalan 17 menit. Empat gol berhasil mereka sarangkan ke gawang Villarreal, yang dikenal dengan julukan Kapal Selam Kuning.

Joao Neves, Desire Doue, dan Senny Mayulu lebih dulu mencatatkan nama di papan skor. Fabian Ruiz kemudian mencetak gol keempat PSG melalui tembakan keras yang membuat tim tamu menorehkan rekor baru.

PSG menjadi tim tercepat yang mampu mencetak empat gol dalam satu pertandingan Liga Champions.

Rekor sebelumnya dipegang Real Madrid, yang membutuhkan 20 menit untuk membobol gawang Dinamo Zagreb empat kali pada 2011.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Bikin Lawan Sulit Bangkit

Pelatih PSG, Luis Enrique, menyoroti awal pertandingan yang dijalani timnya. Ia menilai, keunggulan empat gol dalam waktu singkat membuat lawan sulit bangkit dan menipiskan ketertinggalan.

"Hal yang paling menonjol bagi saya adalah cara kami memulai pertandingan. Setelah tertinggal 0-4 dengan cepat, tidak ada tim yang bisa pulih dari situasi itu. Sulit bagi lawan untuk bangkit dan melakukan comeback," ujar Luis Enrique, dikutip dari ESPN.

Gol keempat PSG juga mengukuhkan rekor lain. Les Parisiens kini menjadi tim dengan jumlah gol terbanyak setelah melewati empat pertandingan dalam satu musim Liga Champions, yakni 18 gol.

PSG sebelumnya mencetak enam gol ke gawang Slovan Bratislava, serta masing-masing empat gol ketika menghadapi Manchester City dan Barcelona.

Catatan itu membuat mereka menjadi tim pertama dalam sejarah Liga Champions yang mencetak setidaknya empat gol dalam empat pertandingan beruntun.

Tak Senang Menang dengan Telak

Ruiz kembali mencetak gol pada menit ke-50 untuk melengkapi brace. Kemenangan terbesar PSG dalam mempertahankan gelar musim ini kemudian ditutup oleh David Boly pada menit ke-78.

Boly merupakan bek berusia 17 tahun yang menjalani debut di Liga Champions. Ia masuk sebagai pemain pengganti, hanya empat menit sebelum mencetak gol.

Luis Enrique mengaku tidak terlalu menyukai kemenangan dengan skor telak. Menurutnya, PSG selalu menghormati lawan dan mempertahankan pendekatan permainan yang sama, tanpa berusaha mengendurkan tempo.

"Kami tidak pernah berpikir untuk memperlambat permainan. Anda bisa melihat kembali final Liga Champions melawan Inter," kata Luis Enrique.

PSG kini terlihat sebagai satu di antara kandidat kuat untuk meraih gelar Liga Champions ketiga. Namun, Luis Enrique mengingatkan perjalanan menuju trofi masih panjang.

"Saya senang dengan ambisi dan performa tim, tetapi kompetisi yang sesungguhnya baru dimulai pada Februari atau Maret. Dalam pertandingan sistem gugur, Anda benar-benar harus membuktikan level permainan," tuturnya.

Kekuatan Kedalaman Skuad PSG

Kemenangan atas Villarreal juga menjadi bukti kekuatan skuad PSG ketika beberapa pemain utama absen.

Ousmane Dembele, Marquinhos, dan Nuno Mendes tidak ikut dalam lawatan ke Spanyol karena cedera paha. Sementara itu, Khvicha Kvaratskhelia masih menepi akibat cedera ligamen anterior cruciatum (ACL).

Absennya sejumlah pemain penting tidak menghalangi PSG meraih kemenangan ke-10 secara beruntun di semua kompetisi. Mereka juga mencatat empat kemenangan beruntun untuk mengawali kiprah di Liga Champions musim ini.

Di sisi lain, Villarreal turut berkontribusi terhadap kekalahan telak dengan sejumlah kesalahan saat bertahan.

Tiga gol pertama PSG berawal dari kesalahan tuan rumah ketika membangun serangan dari lini belakang atau kehilangan bola di area permainan sendiri.

 

Sumber: ESPN

Video Populer

Foto Populer