Sukses


Firman Utina Beri Pelajaran Sepak Bola pada 9 Bocah

Bola.com, Jakarta - Sembilan anak terbaik hasil seleksi dan pantauan dari Milo Football Championship mendapat kesempatan berharga. Kesembilan pemain muda itu berhak mengikuti klinik kepelatihan di Stadion Bea Cukai, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (6/8/2015), di bawah arahan Firman Utina.

Sembilan anak terbaik itu, yakni Alvito Rangga Wirawan, Zhihan Al Fachri, Naufal Putra Yulian P, Alfiansyah dan M. Fakhri dari Jakarta. Kemudian Khairush Safwan Carami dan Rendy Gunawan dari Medan, serta Syahruddin dan Maulana dari Makassar.

Milo Football Championship merupakan kompetisi usia muda antar-Sekolah Dasar yang berlangsung di kota kota besar di Tanah Air, yakni Jakarta, Medan, dan Makassar. Sebagai yang terbaik, kesembilan pemain muda itu tidak hanya menjalani klinik kepelatihan melainkan juga pelatihan fisik dan mental dari Milo Camp pada 4-9 Agustus 2015.

Baik Firman maupun Alvito Rangga dkk. terlihat serius tetapi santai menjalani klinik kepelatihan. Firman, mantan kapten timnas dan gelandang Persib Bandung saat ini, mengajarkan teknik-teknik dasar dalam bermain sepak bola.

Pemain Timnas Indonesia, Firman Utina, menjadi mentor bagi sembilan Pemain Terbaik MILO Football Championship dalam coaching clinic yang di gelar di Stadion Bea Cukai, Rawamangun, Jakarta. Kamis (6/8/2015). (Bola.com/Arief Bagus)

Firman mengatakan pembelajaran sepak bola di usia dini sangat penting. Sebab, menurut eks pemain Sriwijaya FC dan Persita Tangerang itu cikal bakal pesepak bola hebat sudah dibentuk sejak anak-anak.

"Mudah-mudahan klinik kepelatihan ini makin membuat mereka serius menekuni sepak bola. Pengalaman seperti ini tidak didapatkan oleh semua orang," kata Firman di Stadion Bea Cukai, Rawamangun.

"Pemain yang baik selalu dihasilkan dari kompetisi ketat. Pencarian bibit pesepak bola nasional seperti ini harus terus berjalan agar kita mempunyai pemain bola yang bisa diandalkan di masa depan," imbuhnya

Firman juga mengungkapkan salah satu kunci agar menjadi pemain hebat adalah disiplin di luar lapangan. Menurutnya, kedisiplinan di luar lapangan jadi hal yang susah dilakukan para pemain bola era sekarang.

"Kalau salah dalam mengelola sepak bola di usia dini, tentunya tidak akan ada pesepakbola yang hebat karena semua berawal dari usia dini," ujarnya.

Baca Juga :

Firman Utina Butuh Kejelasan Persib Soal Kontrak Pemain di PIS

Firman Utina: Hati Saya Masih di Persib, Siap Dipanggil Lagi

Wawancara Firman Utina: Kisruh Terus, Kapan Indonesia Bisa Juara

 

Video Populer

Foto Populer