Sukses


Wawancara Rahmad Darmawan: Fasilitas di Malaysia Lebih Bagus

Bola.com, Terengganu - Pelatih asal Indonesia, Rahmad Darmawan resmi menangani klub asal Malaysia, PBDKT T-Team FC. Mantan pelatih Persija Jakarta tersebut diikat dengan kontrak selama dua tahun oleh klub yang berada di Kuala Terengganu ini.

Saat ini, pelatih yang akrab disapa RD tersebut tengah melakukan persiapan jelang laga play off promosi Malaysia Super League 2016 kontra ATM FA, 30 Januari 2016. Jika berhasil mengalahkan ATM, RD akan membawa T-Team melangkah ke kasta tertinggi kompetisi di Negeri Jiran tersebut.

Secara gamblang, RD menceritakan persiapan yang dilakoninya bersama T-Team untuk menghadapi ATM FA. Selain itu, mantan pelatih Timnas Indonesia U-23 tersebut bercerita soal kesehariannya di Malaysia. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut wawancara RD dengan bola.com:

Bagaimana kehidupan Anda di sana? Sudah merasa nyaman?

Alhamdulillah, saya merasa nyaman di sini. Tempat saya tinggal dan tempat latihan hanya berjarak ratusan meter. Jadi, saya bisa pergi ke tempat latihan dengan berjalan kaki. Fasilitas rumah saya di sini juga terbilang cukup mewah. Saya betah di sini meski sesekali pasti merasakan rindu dengan Indonesia.

Apa keluarga ikut ke Malaysia?

Keluarga masih berada di Jakarta. Rencananya, keluarga akan berangkat ke Malaysia pada tahun baru nanti. Mereka akan menetap di sini, tapi ada satu anak saya yang harus ditinggal karena masih menjalani pendidikan di sekolah menengah atas. Kalau dia tertarik untuk kuliah di sini, kemungkinan akan menetap bersama kami.

Pandangan Anda mengenai sepak bola Malaysia?

Sepak bola Malaysia terus berbenah diri. Malaysia menargetkan seluruh fasilitas, akademi sepak bola, dan kompetisi usa dini sudah standar profesional tahun 2017.

Mereka sangat fokus dalam membangun infrastruktur. Lapangan yang dimiliki klub-klub Malaysia sebanyak 2 lapangan, plus satu untuk stadion. Untuk T-Team saja, mereka memiliki lima lapangan latihan dengan satu stadion.

Selain itu, fasilitas klub juga dilengkapi gym dan ruang fisioterapi untuk para pemain. Begitu juga pembinaan usia muda mulai U-14 sampai U-19 sudah standar internasional. Mereka menggelar kompetisi reguler di setiap kelompok umur tersebut.

Apa perbedaan sepak bola Indonesia dengan Malaysia?

Perbedaan yang mencolok jelas talenta. Indonesia lebih unggul dalam hal menghasilkan talenta-talenta muda sepak bola dibandingkan Malaysia. Sedangkan Malaysia lebih unggul soal fasilitas penunjang sepak bola dibanding Indonesia.

Persiapan apa saja yang Anda lakukan untuk memimpin T-Team jelang laga play off?

Persiapan yang kami lakukan tentu saja latihan untuk membangun tim yang solid, kompak, dan kuat. Selain itu, kami mempersiapkan enam laga uji coba sebelum laga play off melawan ATM FA.

Enam laga uji coba tersebut melawan klub-klub lokal kota Terengganu. Kemungkinan, kami akan melakoni laga uji coba melawan klub-klub lokal di Kedah dan Sarawak.

Tadinya, saya menjadwalkan laga uji coba ke Indonesia. Saya sudah memilih Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya sebagai tempat melakukan uji coba. Namun, manajemen tidak setuju setelah melihat kondisi sepak bola Indonesia saat ini.

Kesulitan apa yang Anda hadapi dalam mempersiapkan tim?

Kesulitannya adalah filosofi permainan saya dengan pemain belum menyatu. Tapi, saya yakin dengan terus melakukan latihan pasti semua akan lebih baik. Saya berharap sebelum menghadapi ATM FA, kami sudah bisa menentukan komposisi tim tim inti terbaik.

Bagaimana adaptasi Konate dan Maiga?

Adaptasi mereka berjalan dengan sangat baik. Mereka berdua sudah menunjukkan adaptasi yang bagus dan  menyatu dengan filosofi permainan yang saya inginkan. Mereka sudah menunjukan permainan yang sangat bagus dalam latihan pertandingan antarpemain.

Apakah Anda merasa pemain yang ada sudah cukup setelah Rohit Chand datang?

Kami masih akan melakukan evaluasi hingga awal tahun 2016. Kalau memang kami harus merekrut pemain, kami akan mengadakan trial pada pertengahan Januari 2016.

 

Video Populer

Foto Populer