Sukses


Raphael Maitimo Cocok dengan Persebaya dan Surabaya

Bola.com, Surabaya - Raphael Maitimo musim ini berseragam dua klub sekaligus. Di awal musim, dia sempat bergabung dengan Madura United setelah menjalani musim yang luar biasa bersama Persib Bandung pada Liga 1 2017.

Namun, pada pertengahan musim ini, dia dipinjamkan ke klub sesama Jawa Timur, Persebaya Surabaya. Ini menjadi klub ketujuh pemain bernama lengkap Raphael Guillermo Eduardo Maitimo ini selama berkarier di Indonesia sejak tahun 2010.

Maitimo sudah mulai tinggal di Surabaya sejak awal musim ini, saat mulai bergabung Madura United. Namun, dia baru kali pertama membela klub asal Kota Pahlawan dengan bergabung Persebaya.

Baginya, klub ini memiliki banyak cerita. Pemain berusia 34 tahun itu mengaku cukup menikmati momen kebersamannya dengan skuat Bajul Ijo. Hanya, dia kini mengalami cedera tumit dan masih minim menit bermain.

Sejauh ini, pemain berdarah Maluku-Belanda itu baru membukukan dua pertandingan bersama Persebaya. Sebagai pemain naturalisasi berdarah Belanda, dia banyak mempelajari tentang tim yang dibelanya.

Apalagi, Persebaya merupakan satu di antara klub tua yang berdiri pada 18 Juni 1927 Saat itu, Persebaya masih menggunakan nama SIVB yang diambil dari bahasa Belanda, Soerabajasche Indische Voetbal Bond.

Persebaya bahkan masih menerapkan model lama dalam melakukan pembinaan pemain seperti yang dilakukan saat era Perserikatan. Bajul Ijo masih mempertahankan kompetisi antarklub internal sehingga bisa melahirkan banyak pemain muda berpotensi.

Raphael Maitimo bersedia membagikan cerita mengenai kesehariannya sebagai pemain Persebaya. Berikut petikan wawancara Bola.com bersama pemain 34 tahun itu.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 3 halaman

Duet Timo dan Tino

Bagaimana pendapat Anda mengenai Persebaya?

Ini klub besar, saya merasakan hal yang sangat luar biasa. Saat ini, situasi kami kurang baik dan saya juga sedih. Saya pikir kami kurang beruntung karena banyak pemain cedera juga.

Saya masih cedera, mudah-mudahan saya bisa segera main. Saya yakin banyak pemain berkualitas, kami selalu bermain bagus. Sejauh ini, kami mengalami proses. Penting untuk Bonek atau suporter tetap mendukung karena kami butuh dukungan dari mereka. Mudah-mudahan Persebaya bisa bangkit lagi dan kami bisa sukses.

Apa yang membuat Persebaya spesial di mata Anda?

Di sini ada banyak pemain kualitas. Ada banyak pemain muda bagus yang potensial di sini.

Penting untuk membantu mereka dan mau menerima. Mereka mau belajar, bukan hanya dari saya, tapi juga pemain senior lain. Sekarang mereka harus belajar, mental dan taktik.

Saat Anda bergabung Persebaya, banyak yang menilai Anda cocok dengan Robertino Pugliara di gelandang serang

Bagus sekali. Saya sudah beberap kali latihan dengan dia, dan saya mengerti game plan dia dan dia juga mengerti saya. Kami memiliki kesamaan di beberapa hal dan itu akan bagus untuk membantu tim ini.

Sayangnya, belum banyak momen yang bisa saya jalani bersama Robertino di pertandingan. Sekarang saya masih cedera mudah-mudahan saya bisa segera sembuh supaya duet Timo (Maitimo) dan Tino (Robertino) bisa bermain dan ada chemistry.

 

3 dari 3 halaman

Museum di Surabaya

Apakah Anda tahu Persebaya itu klub tua di Indonesia?

Tentu saja. Saya banyak mempelajari Persebaya yang merupakan salah satu klub tertua di Indonesia. Saya mulai tertarik saat melihat klub ini dulunya bernama SIVB yang diambil dari bahasa Belanda, yaitu Soerabajasche Indische Voetbal Bond. Saya banyak mendengar cerita tentang klub ini dari teman-teman di Belanda.

Seperti yang saya bilang, Persebaya klub yang luar biasa. Tim ini salah satu kekuatan di Indonesia zaman dulu. Banyak pemain hebat lahir di sini, dan saya ingin kembali membawa tim ini bangkit seperti dulu.

Bagaimana dengan Surabaya?

Kota ini cukup modern, tapi di beberapa hal masih ada nuansa peninggalan Belanda. Saya melihat ada banyak bangunan berarsitektur Belanda. Saya juga pernah membaca di Surabaya, ada banyak museum warisan Belanda. Saya belum pernah ke sana sih. Jadi, saya ingin coba ke sana.

Saya seorang keturunan Indonesia-Belanda. Kakek saya asli dari Maluku meski lahir dan besar di Bukittinggi, Sumatra Barat. Keluarga saya juga masih banyak di Belanda. Surabaya membuat saya seperti merasa di rumah.

Bagaimana dengan kuliner khas Surabaya?

Makanan di sini sama saja dengan daerah lain di Indonesia. Yang jelas, rasanya sangat enak, dan saya suka sekali dengan makanan Indonesia. Tapi, saya tidak bisa makan banyak-banyak.

Kebanyakan makanan Indonesia adalah gorengan dan itu kurang bagus untuk kesehatan saya. Saya harus menjaga kondisi dan pola makanan. Gorengan dan pedas itu tidak bagus. Saya sudah coba, tapi biasa saja seperti makanan yang lain.

Video Populer

Foto Populer