APPI: Masih Ada 28 Klub Menunggak Gaji Pemain, Total Rp14,8 Miliar!

Kasus penunggakan gaji pemain di Indonesia masih terus berulang.

Bola.com, Jakarta - Liga sepak bola di Indonesia belakangan mengalami banyak hal positif. Berbagai inovasi diterapkan terutama di Super League dan di Championship.

Namun, masalah klasik klub yang menunggak gaji masih terus terjadi.

Menurut catatan dari Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI), saat ini masih ada 28 klub di Indonesia yang menunggak gaji kepada pemain.

Mereka datang dari berbagai strata kompetisi. Mulai Super League, Championship, Liga Nusantara, hingga Liga 4 pun ada yang menunggak gaji. 

"Total ada 28 klub yang melibatkan 303 pemain Liga 1 sampai Liga 4. Total nilai keseluruhan 14,8 miliar," ungkap Muhammad Agus Riza Hufaida, legal officer dari APPI dalam diskusi "Water Break PSSI Pers" di Kantor I.League, Jakarta, Senin (31-8-2026).

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

28 Klub

Muhammad Agus Riza Hufaida kemudian menyebut satu per satu klub yang masih bermasalah dengan gaji pemain.

PSM Makassar menjadi satu-satunya kontestan Super League yang masuk daftar ini. 

"Saya harus sebutkan ada PSM Makassar, Semen Padang, PSMS Medan, Persiku Kudus, PSIS Semarang, RANS FC, Sriwijaya FC, Persikota Tangerang," kata Agus. 

"Kemudian ada Persinab Sang Maestro, Persipa Pati, Persitara Jakarta Utara, Persibo Bojonegoro, Persekat Tegal, Persiwa Wamena, Persid Jember, PS Siak, Bantul United, PSM Madiun, Depok Raya FC, Kalteng Putra, Pakuan City, Persewar Waropen, Persikab Kabupaten Bandung, PSIT Cirebon, Persikabo 1973, Waanal Brothers," lanjutnya. 

Tidak Boleh Terulang

Lebih lanjut, Muhammad Agus Riza Hufaida berharap kasus serupa tidak terulang kembali di masa depan, terutama di Super League yang merupakan liga strata tertinggi di Indonesia.

"Kami berharap bantuan dari semua pihak untuk membereskan pelan-pelan. Kami berharap paling tidak di Super League tidak ada lagi kasus seperti ini," harapnya. 

Video Populer

Foto Populer