Bola.com, Jakarta - Sudah 31 tahun berlalu sejak satu di antara insiden paling gila dan kontroversial dalam sejarah Premier League terjadi.
Eric Cantona, ikon Manchester United, melayangkan tendangan kung-fu ke arah seorang suporter Crystal Palace di tengah pertandingan Liga Inggris.
Insiden itu terjadi di Selhurst Park. Cantona, yang saat itu mendapat cercaan dari seorang pendukung Palace bernama Matthew Simmons, kehilangan kendali emosi.
Ia meloncat ke arah tribune dan menyerang sang suporter. Peristiwa tersebut langsung menjadi sorotan besar media dan publik sepak bola dunia.
Akibat tindakannya, Cantona sempat dijatuhi hukuman penjara selama dua pekan. Namun, hukuman tersebut kemudian dikurangi menjadi 120 jam kerja sosial. Federasi Sepak Bola Inggris (FA) juga menjatuhkan sanksi larangan bermain selama sembilan bulan kepada pemain asal Prancis itu.
Pertandingan berakhir imbang 1-1. MU sempat unggul lebih dulu melalui gol David May di babak kedua, sebelum Crystal Palace menyamakan kedudukan lewat Gareth Southgate sepuluh menit jelang laga usai.
Hasil tersebut praktis tenggelam oleh insiden Cantona. Pertanyaannya kemudian muncul: bagaimana reaksi Sir Alex Ferguson di ruang ganti?
Ferguson dikenal luas sebagai sosok manajer dengan pendekatan keras, legendaris dengan "hairdryer treatment" dan sikap tanpa kompromi.
Secara logika, banyak yang menduga ia akan meluapkan amarahnya kepada Cantona. Namun, kesaksian para pemain MU yang berada di sana justru menggambarkan hal berbeda.
Monster Energy Yamaha MotoGP resmi meluncurkan YZR-M1 bermesin V4 di Jakarta, Rabu (21/1/2026). Motor baru ini akan digunakan Fabio Quartararo dan Alex Rins pada MotoGP 2026 dan segera diuji di Sirkuit Sepang.
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Amukan Sir Alex
Mantan winger MU, Lee Sharpe, mengungkapkan bahwa Ferguson memang murka besar setelah pertandingan, tetapi bukan kepada Cantona.
Menurut Sharpe, manajer asal Skotlandia itu masuk ruang ganti dalam kondisi sangat marah.
"Manajer masuk dan dia benar-benar murka. Pintu seperti terlepas dari engselnya. Jaketnya dilepas, lengan bajunya digulung pendek; uap seolah keluar dari telinganya dan mulutnya berbuih karena emosi," kenang Sharpe.
Di tengah ruangan terdapat bangku dengan jersey dan bola untuk ditandatangani, lengkap dengan cangkir teh dan piring sandwich. Semua itu, kata Sharpe, beterbangan.
"Semuanya terbang ke mana-mana. Kami kena air panas, dan sandwich telur berceceran di belakang leher kami," ujarnya.
Para pemain saling berpandangan, mengira Cantona akan menjadi sasaran utama. Namun, yang terjadi justru sebaliknya.
"Kami berpikir, 'habislah Cantona'. Tapi, kemudian manajer mulai bicara," lanjut Sharpe.
Semua Kena, Kecuali Cantona
Ferguson meluapkan amarahnya kepada sejumlah pemain lain.
"Pallister, kamu tidak bisa menyundul bola, tidak bisa tekel. Incey, ke mana saja kamu? Sharpey, nenek saya larinya lebih cepat dari kamu! Kalian semua memalukan. Besok jam sembilan pagi, saya akan menguras habis tenaga kalian di latihan. Memalukan."
Baru setelah itu, Ferguson menoleh ke Cantona.
"Dan Eric. Kamu tidak bisa melakukan hal-hal seperti itu, Nak."
Versi Sharpe ini diperkuat oleh Andy Cole, yang saat itu baru saja bergabung dengan MU. Cole mengaku bahkan belum sepenuhnya paham apa yang terjadi di lapangan.
"Sejujurnya, saya tidak benar-benar tahu apa yang sedang terjadi. Saya berada di tengah lapangan, tapi saya tidak yakin apakah ada penonton yang masuk ke lapangan dan menyerang Eric, atau Eric yang melakukan apa yang dia lakukan," kata Cole.
Ia baru memahami kejadian sebenarnya setelah melihat tayangan ulang di televisi.
"Saat itu saya bilang ke diri sendiri, 'wow'. Beberapa pemain berkata, 'habislah, manajer pasti akan meledak sekarang.'"
Kesaksian Cole
Cole mengingat Ferguson masuk ruang ganti dalam keadaan sangat marah, terutama karena MU gagal menang.
"Pertandingan berakhir 1-1. Kami kehilangan dua poin. Tidak menang. Dia benar-benar murka."
Namun, seperti Sharpe, Cole juga menegaskan bahwa kemarahan itu tidak diarahkan kepada Cantona.
"Dia memarahi beberapa orang, lalu berkata ke Eric, 'apa yang kamu pikirkan? Kamu tidak bisa berkeliling melakukan hal seperti itu.' Semua orang di ruang ganti langsung berpikir, 'Oh, begitu saja?'"
Apakah ini karena Ferguson lebih kesal pada kegagalan tim meraih kemenangan ketimbang aksi bintang utamanya? Bisa jadi. Namun, ini bukan satu-satunya momen di mana Ferguson dianggap memberi perlakuan istimewa kepada Cantona.
Sang pemain sendiri bahkan pernah mengisyaratkan bahwa pendekatan itulah yang mendorongnya bekerja lebih keras untuk sang manajer.
Dampak Tendangan Kung-Fu
Cantona ditangkap usai laga dan mengaku bersalah atas tuduhan penyerangan. Hukuman penjara dua pekan yang dijatuhkan kepadanya akhirnya diubah menjadi 120 jam kerja sosial setelah banding.
Keputusan tersebut melahirkan satu di antara kutipan paling ikonik dan absurd dalam sejarah sepak bola.
Dalam sebuah konferensi pers, Cantona berkata:
"Ketika burung camar mengikuti kapal penangkap ikan, itu karena mereka mengira ikan sarden akan dilempar ke laut."
Di level klub, Mu melarang Cantona bermain hingga akhir musim dan memotong gajinya selama dua pekan. Namun FA merasa hukuman itu belum cukup. Mereka menambah sanksi larangan bermain hingga akhir September 1995.
Akibat insiden tersebut, Cantona juga dilarang membela Timnas Prancis dan tidak pernah lagi bermain untuk Les Bleus. Pada usia 28 tahun, ia kembali ke Prancis dan bersumpah tidak akan bermain lagi untuk MU.
Tanpa Penyesalan
Namun, setelah berbicara dengan Ferguson, Cantona akhirnya berubah pikiran. Ia kembali membela Setan Merah pada 1 Oktober 1995 melawan Liverpool.
Seperti biasa, Cantona langsung mencuri perhatian, mencetak gol penalti untuk menyelamatkan satu poin dan merayakannya dengan gestur seolah hendak melompat ke tribune penonton.
Kendati dikecam luas, simpati publik terhadap Cantona muncul setelah fakta baru terungkap. Diketahui bahwa Matthew Simmons, pria yang diserangnya, melontarkan ujaran rasialis dan memiliki catatan kriminal.
Simmons kemudian didenda 500 paun dan dijatuhi larangan masuk stadion selama satu tahun.
Ia bahkan sempat menyerang pengacara Cantona saat memprotes vonis tersebut, yang membuatnya dipenjara selama satu pekan, ironisnya, lebih lama dibanding waktu yang pernah dijalani Cantona di balik jeruji.
Dalam tahun-tahun berikutnya, mantan striker Leeds United dan Marseille itu beberapa kali berbicara tentang insiden tersebut.
Ia tampak nyaris tanpa penyesalan.
"Momen terbaik saya? Saya punya banyak momen bagus, tapi yang paling saya sukai adalah ketika saya menendang hooligan itu. Saya hanya punya satu penyesalan. Saya seharusnya menendangnya lebih keras," kata Cantona dalam satu wawancara.
Sumber: Give Me Sport
bola:strip_icc()/kly-media-production/avatars/337821/original/058832000_1460136394-Anugraheni_Prasetyaningjati.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4627098/original/009557200_1698472546-000_PAR2003062315389.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5261228/original/066512700_1750663650-sir_alex_ferguson.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/3507359/original/069734600_1625994360-000_SAPA970419403760.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3029359/original/019206000_1579686572-000_PAR2003062315391.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3859797/original/047180100_1640862872-083308100_1639963272-049779700_1605955450-000_PAR2003062315389.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5412362/original/085156000_1763089671-500x656_-_Timnas_Indonesia__2_.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5471176/original/015231200_1768279469-20260113BL_Pengenalan_Pelatih_Baru_Timnas_Indonesia__John_Herdman_8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5351436/original/075591100_1758049411-noqcog0f.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483273/original/073461900_1769353607-67s4my2d.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5471604/original/004210100_1768290584-John_Herdman_-13.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5451616/original/008026000_1766317691-20251221IQ_Persita_Tangerang_vs_Persik_Kediri-13.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5471330/original/010256700_1768283654-John_Herdman_-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482885/original/063162400_1769272316-Persija_Jakarta_vs_Madura_United-32.jpg.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5429806/original/077058700_1764645011-000_32RQ8CG.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475938/original/017585800_1768700080-617892648_18557551528040415_7133346425969213578_n.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482121/original/014772300_1769161246-IMG_9503.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483343/original/082330700_1769384498-AP26025662783452.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4607798/original/005750800_1697077594-000_33PB3ZH.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5471176/original/015231200_1768279469-20260113BL_Pengenalan_Pelatih_Baru_Timnas_Indonesia__John_Herdman_8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5351436/original/075591100_1758049411-noqcog0f.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483273/original/073461900_1769353607-67s4my2d.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5471604/original/004210100_1768290584-John_Herdman_-13.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5451616/original/008026000_1766317691-20251221IQ_Persita_Tangerang_vs_Persik_Kediri-13.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5471330/original/010256700_1768283654-John_Herdman_-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482948/original/011193900_1769304935-Victor_Montagliani.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5408157/original/046629700_1762765132-Manchester_City_vs_Liverpool-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477051/original/047762900_1768807690-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3151457/original/090570000_1591975260-Rossi_dan_Marquez.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5393845/original/026693900_1761616852-betting.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3359000/original/089399800_1611581611-Chelsea_-_Roman_Abramovich.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5312155/original/068813000_1754906267-1000195601.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483270/original/009107000_1769353028-1000351380.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483287/original/088734300_1769357625-1000351486.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481228/original/009788900_1769082451-Dewa_United_Vs_Arema_FC.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5307862/original/009171400_1754487646-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15-2.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483286/original/071983500_1769357625-1000351485.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5083118/original/020267900_1736237221-20250107-Diskon_Tarif_Lstrik-HER_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/5216547/original/087226100_1746977085-voli-e3f228.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5214047/original/099114000_1746709930-Grand_Final_PROLIGA_PLN.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5201761/original/052430600_1745832872-WhatsApp_Image_2025-04-28_at_15.06.14.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5084947/original/041382900_1736372756-logo_proliga.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4890375/original/005197100_1720795966-Electric.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4627098/original/009557200_1698472546-000_PAR2003062315389.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5233359/original/040788900_1748314356-20250527-Xabi_Alonso-AFP_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4130806/original/032051100_1661080612-Ilustrasi_-_Wayne_Rooney__Frank_Lampard_copy.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483192/original/087478900_1769340636-20260125BL_Raymon-Jaquin_Vs_Goh-Nur_Izzuddin_7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482971/original/092694700_1769311146-WhatsApp_Image_2026-01-25_at_06.47.02__2_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482959/original/005575300_1769309189-WhatsApp_Image_2026-01-25_at_06.45.43__2_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482818/original/031066100_1769257845-Raymond_Indra_Nikolaus_Joaquin-07.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482457/original/045771300_1769221474-WhatsApp_Image_2026-01-24_at_06.36.49.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482377/original/063647800_1769178719-20260126BL_Kelme_X_PSSI-11.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5312823/original/003838700_1754975505-Screen_Shot_2025-08-12_at_12.01.05.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483740/original/088939400_1769402376-eks_mendikbud_Nadiem_Makarim.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474693/original/006615400_1768530327-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.01.07.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483698/original/5776300_1769401278-Tim_SAR_gabungan_melaksanakan_apel_sebelum_melakukan_pencarian_korban_terdampak_longsor_di_Desa_Pasirlangu__Kecamatan_Cisarua__Kabupaten_Bandung_Barat.__Foto_Kantor_SAR_Bandung_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5137791/original/066385900_1739961433-20250219-Penambahan_Jalur_Transjakarta-ANG_7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4657921/original/028000900_1700615514-Pintu_Pendakian_Gunung_Lawu-.jpg)