5 Pelatih dengan Masa Jabatan Terlama di Lima Liga Top Eropa: Diego Simeone Rajanya

Berikut lima pelatih aktif dengan masa jabatan terlama di lima liga top Eropa saat ini

Bola.com, Jakarta - Di era sepak bola modern, usia seorang pelatih di sebuah klub semakin pendek. Tekanan untuk meraih hasil instan membuat konsep proyek jangka panjang mulai ditinggalkan oleh banyak tim elite Eropa.

Meski demikian, masih ada beberapa pelatih yang mampu bertahan selama bertahun-tahun karena mendapat kepercayaan penuh dari manajemen dan mampu menjaga performa tim.

Bahkan ada pelatih yang sudah lebih dari 14 tahun masih menangani klub yang sama. Siapa dia? 

Berikut lima pelatih aktif dengan masa jabatan terlama di lima liga top Eropa saat ini, seperti dikutip dari Planet Football, Selasa (28/7/2028). 

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

5. Unai Emery (Aston Villa): 3 Tahun 8 Bulan

Unai Emery berpeluang naik dalam daftar ini dalam beberapa tahun ke depan. Aston Villa menjadikan pelatih asal Spanyol tersebut sebagai sosok sentral dalam proyek kebangkitan klub.

Sejak menggantikan Steven Gerrard pada 2022, Emery berhasil membawa Villa menjadi pesaing papan atas Premier League. Ia juga mengakhiri puasa gelar klub selama 30 tahun setelah mempersembahkan trofi Liga Europa.

Tak hanya itu, Emery sempat membawa Aston Villa melaju hingga perempat final Liga Champions 2025 dan kembali mengantar klub tampil di kompetisi elite Eropa musim depan.

 

4. Eddie Howe (Newcastle United): 4 Tahun 8 Bulan

Posisi Eddie Howe di Newcastle United memang sempat mendapat sorotan setelah musim 2025/2026 berjalan kurang memuaskan. Namun, pencapaiannya bersama The Magpies tetap layak mendapat apresiasi.

Saat datang pada November 2021, Newcastle tengah terpuruk di zona degradasi dan belum meraih kemenangan. Howe sukses mengangkat performa tim hingga lolos dari ancaman degradasi, bahkan membawa mereka dua kali tampil di Liga Champions.

Pelatih asal Inggris itu juga mengakhiri penantian panjang Newcastle akan trofi mayor dengan menjuarai Piala Liga Inggris 2025, gelar besar pertama klub sejak 1969.

 

3. Manuel Pellegrini (Real Betis): 5 Tahun 11 Bulan

Meski sudah berusia lebih dari 70 tahun, Manuel Pellegrini masih menunjukkan sentuhan magisnya bersama Real Betis.

Mantan pelatih Manchester City itu berhasil membawa Betis konsisten bersaing di kompetisi Eropa, menjuarai Copa del Rey, hingga mengantarkan klub lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam dua dekade.

Keberhasilannya menghidupkan kembali performa Antony juga menjadi bukti bahwa kualitas Pellegrini sebagai pelatih belum memudar.

 

2. Mikel Arteta (Arsenal): 6 Tahun 7 Bulan

Mikel Arteta telah menangani Arsenal lebih dari enam tahun. Awal kariernya di Emirates Stadium berjalan manis setelah langsung mempersembahkan trofi Piala FA dan Community Shield.

Namun setelah itu, Arsenal sempat mengalami puasa gelar cukup panjang sehingga memunculkan pertanyaan apakah Arteta mampu membawa The Gunners kembali menjadi juara.

Meski demikian, manajemen Arsenal tetap memberikan kepercayaan penuh kepada pelatih asal Spanyol tersebut untuk melanjutkan proyek jangka panjang klub.

 

1. Diego Simeone (Atletico Madrid): 14 Tahun 7 Bulan

Tak ada pelatih yang mampu menandingi loyalitas Diego Simeone di lima liga top Eropa. Pria asal Argentina itu telah memimpin Atletico Madrid selama hampir 15 tahun.

Meski sudah lebih dari satu dekade menangani Los Colchoneros, semangat Simeone di pinggir lapangan tidak pernah berkurang. Ia tetap dikenal emosional, penuh energi, dan mampu membakar semangat para pemain maupun suporter.

Di bawah asuhannya, Atletico menjelma menjadi tim yang sangat sulit dikalahkan. Karakter bermain yang disiplin, agresif, dan pantang menyerah menjadi identitas klub hingga sekarang.

Simeone bahkan nyaris mempersembahkan dua gelar Liga Champions bagi Atletico Madrid. Namun, mereka harus puas menjadi runner-up setelah kalah di final edisi 2014 dan 2016 dari rival sekota, Real Madrid.    

Sumber: Planet Football

Trilogi Sepak Bola Putri
Trilogi Sepak Bola Putri
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer