Leicester City Dijual, Pemilik Pasang Harga Rp4,8 Triliun

Leicester City resmi ditawarkan untuk dijual dengan harga lebih dari 200 juta poundsterling atau sekitar Rp4,81 triliun.

Bola.com, Jakarta - Leicester City memasuki babak baru dalam perjalanan panjangnya. Klub yang pernah mengejutkan dunia dengan menjuarai Premier League 2015/2016 itu resmi ditawarkan untuk dijual dengan harga lebih dari 200 juta poundsterling atau sekitar Rp4,81 triliun.

Seperti dikutip dari BBC, Kamis (13/8/2026), pemilik Leicester City, King Power, dikabarkan siap mengakhiri kepemilikan setelah 16 tahun mengelola The Foxes. Untuk membantu proses penjualan, sebuah bank investasi asal Amerika Serikat telah menyusun dokumen penawaran setebal delapan halaman.

Citigroup memasukkan Leicester City, tim putri, Stadion King Power berkapasitas 32 ribu penonton, serta fasilitas latihan Seagrave sebagai bagian dari aset yang ditawarkan.

Fasilitas latihan tersebut dibuka pada 2020 dan diperkirakan memiliki nilai sekitar 121 juta poundsterling atau lebih dari Rp2,9 triliun. Klub Belgia yang menjadi saudara Leicester, OH Leuven, juga termasuk dalam paket penjualan.

Dokumen bertajuk "Project Lineup" tersebut menyebut nilai aset fisik Leicester mencapai lebih dari 200 juta poundsterling. Namun, belum ada nominal spesifik yang ditetapkan untuk penjualan tim-tim yang sedang mengalami kesulitan tersebut.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Jual Kisah Kesuksesan Leicester

Dalam dokumen penjualan, Leicester dipromosikan sebagai kesempatan langka untuk memiliki klub dengan rekam jejak luar biasa dalam meraih promosi ke divisi yang lebih tinggi.

Kesuksesan fenomenal Leicester juga menjadi salah satu daya tarik utama. Gelar Premier League 2015/2016 dengan peluang awal 5.000:1 serta trofi Piala FA pada 2021 menjadi bagian penting dalam promosi klub kepada calon investor.

Namun, kondisi terkini Leicester tidak banyak disorot.

The Foxes kini justru terpuruk di League One, kasta ketiga sepak bola Inggris, setelah mengalami dua degradasi beruntun dari Premier League dan Championship.

Citigroup juga menonjolkan proyeksi pendapatan Leicester yang diperkirakan menembus 97 juta poundsterling untuk tahun finansial 2026.

Di sisi lain, kerugian finansial serta utang klub tidak dicantumkan dalam dokumen tersebut. Dalam laporan keuangan 2025, Leicester tercatat memiliki pinjaman bank mencapai 103,6 juta poundsterling.

Dalam periode ketika Leicester naik-turun antara Premier League dan Championship, klub juga mengalami kerugian lebih dari 180 juta poundsterling. The Foxes bahkan dua kali terdegradasi dari kasta tertinggi hanya dalam rentang tiga tahun, yakni pada 2023 dan 2025.

 

King Power Sudah 16 Tahun Memiliki Leicester

Keluarga Srivaddhanaprabha melalui King Power membeli Leicester City dari Milan Mandaric pada 2010 dengan nilai sekitar 35 juta poundsterling.

Saat ini, posisi chairman dipegang Khun Aiyawatt "Top" Srivaddhanaprabha, setelah ayahnya, Khun Vichai Srivaddhanaprabha, meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter di luar Stadion King Power pada 2019.

Kabar mengenai rencana penjualan Leicester pertama kali mencuat pada Juli 2026. Kini, beredarnya dokumen penawaran kepada calon investor menjadi konfirmasi bahwa King Power memang tengah mencari pemilik baru untuk klub tersebut.

Keputusan ini hanya berselang sekitar delapan bulan setelah Top Srivaddhanaprabha mengakui dirinya turut bertanggung jawab atas kemerosotan drastis Leicester dalam beberapa tahun terakhir.

Para pendukung Leicester juga semakin gencar mendesak King Power untuk menjual klub. Aksi protes bahkan terjadi di sekitar Stadion King Power setelah degradasi dari Championship dipastikan pada musim lalu.

Menariknya, persoalan Leicester datang bersamaan dengan masalah finansial yang dialami bisnis duty-free King Power di Thailand. Perusahaan tersebut memang memiliki keterkaitan erat dengan klub sejak keluarga Srivaddhanaprabha mengambil alih The Foxes.

 

Leicester City Masih Punya Daya Tarik

Meski sedang terpuruk, Leicester tetap diposisikan sebagai klub dengan nilai historis tinggi.

The Foxes merupakan satu dari hanya lima klub Inggris yang berhasil menjuarai tiga trofi utama, yakni Premier League, Piala FA, dan Piala Liga Inggris sejak 2000.

Selain sejarah, akademi juga menjadi salah satu aset yang ditawarkan kepada calon investor. Leicester disebut memiliki jalur pengembangan talenta yang kuat, didukung jaringan scouting, manajemen transfer, dan sistem akademi yang mampu menghasilkan pemain berkualitas.

Bukti terbaru terlihat ketika Leicester melepas jebolan akademinya, Jeremy Monga, ke Manchester City dengan nilai transfer 10 juta poundsterling pada bulan lalu.

Namun, pekerjaan besar tetap menanti pemilik baru. Leicester baru dua kali sepanjang sejarah terdegradasi ke League One dan kembali mengalami nasib tersebut musim lalu.

Sumber: BBC

 

Trilogi Sepak Bola Putri
Trilogi Sepak Bola Putri
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer