Akhirnya! Arsenal Akhiri Puasa Gol Bola Mati setelah 13 Pertandingan

Arsenal kembali menunjukkan efektivitas dalam memanfaatkan situasi bola mati.

Bola.com, London - Arsenal kembali menunjukkan efektivitas dalam memanfaatkan situasi bola mati. The Gunners mengakhiri catatan tanpa gol dari situasi tersebut setelah melewati 13 pertandingan di semua kompetisi, tidak termasuk penalti.

Gol bola mati terakhir Arsenal sebelumnya tercipta saat menghadapi Crystal Palace pada Mei lalu. Catatan tanpa gol itu akhirnya terhenti sekaligus menjadi bukti pentingnya situasi set piece dalam permainan tim asuhan Mikel Arteta.

Selain kontribusi kolektif, bek Arsenal, Gabriel Magalhaes, juga terus memperlihatkan ketajamannya di depan gawang. Pemain asal Brasil itu kini telah mencetak 21 gol dalam 200 penampilan di Premier League bersama The Gunners.

Catatan tersebut menjadikan Gabriel sebagai bek dengan jumlah gol terbanyak di Premier League sejak menjalani debut pada September 2020. Ia unggul setidaknya tiga gol dari pemain bertahan lain dalam periode yang sama.

Kemampuan Gabriel memanfaatkan bola mati menjadi nilai tambah bagi Arsenal. Selain menjalankan tugas menjaga pertahanan, ia kerap menjadi ancaman di kotak penalti lawan, terutama melalui sundulan dan situasi sepak pojok.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Mulai Terbaca Lawan

Set piece menjadi salah satu senjata utama tim asuhan Mikel Arteta setelah mencetak 19 gol dari situasi tersebut pada musim lalu.

Hingga periode yang sama musim ini, Arsenal belum mencetak gol dari sepak pojok. Penurunan tersebut cukup mencolok karena pada tahap yang sama musim lalu, The Gunners sudah mengemas enam gol dari tendangan sudut.

Statistik juga menunjukkan efektivitas bola mati Arsenal mengalami penurunan. Catatan expected goals (xG) dari situasi bola mati merosot dari rata-rata 0,56 per pertandingan musim lalu menjadi 0,36 pada musim ini. Jumlah sepak pojok yang didapat juga turun dari 5,7 menjadi 4,7 per laga.

Musim lalu, Arsenal mengandalkan skema yang terencana, pergerakan pemain yang cermat, serta keunggulan fisik di kotak penalti. Bek seperti William Saliba dan Gabriel Magalhaes kerap menjadi ancaman, sementara umpan Declan Rice membantu menciptakan peluang berbahaya.

Namun, lawan-lawan Arsenal kini semakin siap mengantisipasi skema tersebut. Mereka memenuhi area kotak penalti, mengganggu pergerakan pemain, dan berusaha memutus alur serangan sebelum bola mencapai sasaran. Penyesuaian arahan wasit terkait pelanggaran berupa tarikan, kontak fisik, dan blokade saat sepak pojok juga dinilai memengaruhi pendekatan tim-tim dalam situasi bola mati.

Sumber: Opta, Squawka

Video Populer

Foto Populer